Mirza Adyatama Pradipta

Assalamualaikum Wr Wb

Alhamdulillah, 9 November 2015, pukul 17.55, telah lahir putra pertama saya. Normal, berat 2,8 kg (dengan bantuan es krim xixixi), panjang 48 cm. Kami memberinya nama Mirza Adyatama Pradipta, Mirza dalam Islam artinya anak yang baik, Adyatama dalam sansekerta itu yang pertama atau utama, sedangkan Pradipta itu cahaya. Si kecil biasa saya panggil Ndip atau Dipta kadang-kadang paijo.

Rasanya lama sekali tidak menyentuh blog tercinta, membalas komentar dan berkirim komentar. Selama 3 bulan cuti memang tidak menyentuh blog sama sekali. Maaf bagi yang belum terbalas atau ditanggapi pertanyaannya. Akan saya balas secepatnya satu persatu.

Sementara ini, saya sedang menikmati indahnya menjadi seorang ibu😀

IMG-20160203-02637

Ndip yang 9 Februari nanti genap 3 bulan.. sehat sehat ya nang..

Salam Cinta

JENKNA

 

Tips : Memenangkan Rasa Bahagia Saat Diuji (2)

Assalamualaikum ^^

Masih tentang pengalaman merawat suami yang terkena DBD sehingga harus berlebaran di Rumah Sakit. Bagaimana mengubah suasana nelangsa menjadi bahagia beneran, bukan sekedar pura-pura bahagia? Klise sebenernya. Banyakin bersyukur daripada mengeluh. Dibandingkan pasien yang lain yang harus dipasangi selang di alat vitalnya, atau bayi mungil yang kena muntaber, suami saya lebih beruntung, sudah bisa jalan-jalan sambil bawa-bawa infus.Boleh makan-minum enak.:)

Yang perlu dikelola adalah rasa bosan. Yang sakit, pasti merasa bosan, terbaring lemah di tempat tidur. Yang menunggui si sakit, seperti saya, lebih luar biasa bosan. Saat suami tidur, saya sendirian. Tidak ada yang bisa diajak mengobrol. Kebetulan rumah sakit tempat suami dirawat sepi pasien. Kalau tidak salah hanya ada 6 pasien sehari jelang lebaran, tiga di lantai bawah, tiga di lantai atas hehe… jaraknya juga jauh.

Terus biar tetep hepi ngapain?

1. Anggap honeymoon

Rumah sakit itu anggep aja hotel yang bau obat. Syukur-syukur, ada sudut-sudut rumah sakit yang viewnya pemandangan alam indaah. Buat yang long distance relationship kaya saya, momen berduaan dengan suami itu berhargaaa banget. Jadi apapun keadaanya, asal berdua ya usahakan berkualitas. Honeymoon kan identik dengan pacaran, klo orang sakit emang masih bisa? hehehehe. Ya dibisa-bisain, jadi manusia kreatif, inisiatif, aktif gitu. Waktu malam takbiran saya sama suami duduk di koridor rumah sakit yang ngadep ke jendela, ngelliatin kembang api sambil genggaman tangan. hehehehehe. Alhamdulillah beberapa saudara juga njenguk, jadi malah ngobrol seru. Paginya makan opor berdua, dan ngemil kacang telor.

11745442_927258310671295_1751009158130400046_n

Ini view dari jendela kamar suami saya dirawat, indah banget kan.

2. Cari kegiatan yang asyik

Kami memanfaatkan jaringan internet untuk browsing, lalu asyik “berdebat” soal nama bayi, hehehe, seru juga loh, nggak kerasa udah melewati hari. Nggak kerasa tangan lagi diinfus wkwkwk

Nama Bayi Perempuan

3. Tertawakan keadaan

Sepait apapun kondisinya, dibawa senyum aja. Anggap guyon. Termasuk kalau kamar rawatnya dihuni mahluk dunia lain hehehe. Suami saya ngajak saya lebih santai menghadapinya. Kalau pintu kamar buka tutup sendiri, ngga ada angin gak ada ujan, dia langsung natap saya sambil senyum-senyum. Saya tahu itu tatapan ngeledek, karena hati saya mengkeret. Dan abis itu, pasti langsung lompat naik ke tempat tidurnya dan narik selimutnya.

Di sisi lain, saya bersyukur, suami termasuk orang yang supel, jadi yang nengokin banyak. Lebaran di rumah sakit malah kaya open house. Sampe gelar tiker nampung orang-orang yang besuk. Makanan ala-ala lebaran juga lengkap. Beli air mineral satu dus ampe kurang hehehe..  ya lucu aja, kalau di rumah mungkin nggak bakal bisa open house kayak gini..

4. Salurkan kasih sayang

Ehem ehemm, ini khusus buat suami istri aja yaa..😀

Harus sabaaarr ngadepin orang sakit yang cenderung sensitif dan gampang ngambek. Alihkan rasa kesal jadi sayang. Orang sakit secara psikis juga butuh mood bagus untuk cepet sembuh. Sedikit stres aja bisa bikin kondisinya drop. Kalau kesel, lebih baik diem. Turuti aja apa maunya, selama tidak membahayakan kesehatan. Saya setengah sadar kadang matanya masih rapet disuruh mijit punggungnya kalau dia lagi nggak bisa tidur. Atau mendorong tiang infusnya kalau dia pengen jalan-jalan. Jangan pikirin “duhhh capek nihhh” tapi pikirin, bakal lebih capek lagi kalau si dia nggak sembuh-sembuh. Jadi, fokusssssssss sama kesembuhannya aja.

Kalau dia udah tidur, tatap deh wajahnya dalam-dalam. Rasanya, pengen gantiin posisinya ya hehehe.. saya suka elus-elus rambutnya, cium keningnya atau menggenggam tanganya saat dia udah tidur. Ya nggak tahu ngefek atau enggak, saya berharap bisa menyalurkan energi positif (baca: kasih sayang) saya saat itu. Jangan lupa berdoa. Karena nggak bakal ada kesembuhan, melainkan atas kehendak-NYA.

11224631_928146553915804_430336986687592348_n

5. Jadi perawat

Kalau ada perawat sungguhan, istri bisa berperan jadi perawat gadungan. xixixixi. Kapan lagi bisa jadi SATPAM buat suami. Nggak harus galak, cukup dengan tatapan tajam aja. Yah, daripada mengeluh, lebih baik, sibukkan diri merawat suami.  Setiap suami terbangun, saya selalu menawarkan minum atau makan. Untungnya dia sadar diri, kalau pasien DBD harus minum air putih ‘gila-gilaan’. Pokoknya tiap dia buka mata, saya pasti nawarin sesuatu. Termasuk mau dilap apa enggak, karena belum memungkinkan untuk mandi. Orang sakit minum obat pasti keringatnya nggak enak banget, jadi harus rajin dilap, digantiin bajunya, jangan lupa pakein deodorant hahaha. Saya menikmati banget momen-momen itu.

11755276_927219134008546_7634809769050727345_n

Momen sebelum menyeduh angkak. Kata suami, pahit sih enggak, tapi kaya minum rendaman air tanah. errrrrr

Sebenarnya masih banyak tips-tips menciptakan nuansa bahagia saat kondisi sengsara. Tapi cukup lima aja. Sisanya bisa dikreasikan menurut kebutuhan masing-masing. Semoga bermanfaat yaa.

Salam Cinta

JENKNA

Tips : Memenangkan Rasa Bahagia Saat Diuji

Assalamualaikum:)

Taqabbalallahu minna wa minkum, Minal ‘aidin wal faizin

Alhamdulillah, lebaran tahun ini, saya mendapat pengalaman yang mungkin tidak semua orang dapatkan. Bahkan dalam angan-angan sekalipun. Tapi pengalaman ini menjadi semacam pencerahan bagi jiwa saya,bahwa apa yang manusia rencanakan, tidak lebih dari sekedar harapan yang dibentuk sendiri, sementara kenyataan adalah hak prerogatif Sang Pencipta.

Ya, menjelang akhir ramadan, tidak disangka-sangka, suami saya jatuh sakit. Saya tidak pernah curiga, kalau 2 minggu sebelum sakitnya itu, keluhan-keluhan seperti linu, nyeri badan, sakit kepala, adalah tanda-tandanya. Saya pikir dia cuma kelelahan karena energinya begitu banyak terkuras setelah menjadi ketua panitia pembangunan masjid. Saya pikir pijitan sayang saya ampuh untuk meredakan linu-linunya, ternyata nggak ngaruh tuh hehehe.

Karena sementara ini kami tinggal berjauhan, saya tidak sepenuhnya memantau kondisinya setiap hari. Sampai akhirnya, dia SMS kalau badannya semakin nyeri, demam, lidah terasa pahit, sakit kepala, disertai mual muntah. Dokter yang memeriksa hanya mendiagnosa efek kurang istirahat. Saya langsung pesan travel untuk ‘pulang kampung’, walau jadwal libur kantor adalah H-1 lebaran.

Sampai rumah, saya mendapati badan suami panas sekali. Wajahnya pucat, bibirnya kering pecah-pecah, duh nggak tega saya. Untuk ngomong saja, saya harus menempelkan telinga saya ke pipinya supaya mendengar dengan jelas. Waktu saya suapi bubur, hanya habis beberapa sendok. Setelah itu beberapa potong buah naga dan anggur. Dan pada akhirnya dimuntahkan semua. Makin malam, kondisinya makin parah. Tidurnya gelisah. Saya berusaha meredam sakitnya dengan memeluknya. Dia bilang, perutnya seperti diaduk-aduk, berjalan terasa melayang. Mual muntahnya makin sering. Saya tidak langsung menyarankan opname, karena saya tahu sifatnya. Saya hanya menyindir, kalau saya ada diposisinya, pasti orang terdekat saya akan menyarankan untuk diinfus untuk membantu mengganti cairan yang hilang. Saya pikir kata-kata itu lebih halus hehe.. Tapi beruntung, suami saya mau mengukur kekuatan tubuhnya dan secara sadar minta diopname. Di satu sisi saya ingin menangis, tapi di satu sisi saya juga lebih tenang, perawatan medis akan jauh lebih baik dibanding perawatan saya. Yang jelas, penyakitnya akan lebih mudah diketahui setelah ada tindakan medis.

Hari pertama di rumah sakit, walau lemah, tapi kondisinya terlihat jauh lebih baik. Demamnya sudah turun,walau sempat muntah sekali. Sewaktu diperiksa nadinya juga lemah. Sampai raut wajah perawat yang memeriksa terlihat khawatir. Ada penurunan trombosit yang harusnya 150 ribu (normal) tapi hanya 107 ribu, ada pembengkakan liver. Sementara diduga karena kondisi kelelahan. Tapi dalam hati saya berbisik, jangan-jangan suami kena Demam Berdarah Dengue (DBD). Gejalanya mirip dengan apa yang dialami kakak perempuan saya. Tapi saya buang jauh-jauh pikiran itu. Lagipula kena dimana, ditempat saya atau di rumah suami? Sepertinya belakangan tidak ada kasus DBD di kedua wilayah itu. Suami tidak mengijinkan saya menginap di rumah sakit. Mengingat kondisi saya yang sedang hamil. Saya hanya memantau suami lewat SMS yang rutin dia kirimkan. Hari kedua, suami SMS sudah diperiksa dokter spesialis, dan dinyatakan positif DBD. Saya berusaha tenang. Panik tidak akan membuat suami saya sembuh. Saya segera mencari bantuan kerabat untuk mencari jambu biji merah sebanyak-banyaknya untuk dibikin jus. Mencari informasi kesana kemari tentang cara menaikkan trombosit. Salah satunya dengan obat herbal angkak, semacam beras merah yang sudah difermentasi.

Saya lupa hari, tapi SMS suami membuat saya makin tidak karuan. Dia mengalami insomnia parah. Sehingga saya memutuskan untuk menginap di RS, walau mertua kurang berkenan hehehe. Kata suami, dia sebenarnya mengantuk, tapi kakinya seperti tidak mau diajak diam, maunya jalan-jalan. Agak ganjil memang, Tapi beberapa kali saya yang sudah terkantuk-kantuk bahkan terlelap dibangunkan sekedar untuk memijat pinggangnya atau mengelus punggungnya. Itu nyaris sepanjang malam hingga subuh.

H-1 lebaran, kami sangat optimis bisa pulang ke rumah karena, trombosit suami sudah naik 5000. Setelah drop dari 57 ribu menjadi 50 ribu. Kemudian bisa naik menjadi 55 ribu. Tapi ternyata trombosit yang sempat naik itu, turun lagi menjadi 47 ribu. Yang bikin saya lemas, suami juga mimisan, walau tidak banyak. Perawat langsung konsultasi dokter dan segera memberi suntikan untuk menghentikan pendarahan. Dikhawatirkan ada pembuluh darah yang pecah😦

Keputusan dokter sepertinya tidak bisa diganggu gugat, suami tidak diperbolehkan pulang jika trombositnya tidak naik sampai minimal 100 ribu. Suami memang merasa sudah enakan, makan doyan, tidak mual, tidak lemas, tapi dokter bilang justru itu kondisi yang menipu. Disaat pasien merasa kondisinya membaik, tapi sebenarnya itu saat-saat yang kritis. Psien bisa drop kapan saja. Jadi jangan terlena, apalagi trombositnya belum ada peningkatan. karena dokternya cantik (kata suami saya), suami saya nurut banget hahaha (dezigg).

Hingga malam lebaran, trombosit suami masih bertahan 70 ribu saja. Sedangkan pasien lainnya memaksa pulang demi lebaran di rumah. Keluarga mereka rela menandatangani surat pernyataan di atas materai, sehingga jika terjadi apa-apa, itu sudah di luar tanggung jawab rumah sakit. Saya tidak mau seperti itu, biarlah, kesehatan suami saya jauhhhhhhhhhh lebih penting. Sedih pasti, tidak bisa berlebaran di rumah. Kumpul dengan kluarga. Tapi bukankah akan lebih sedih jika nantinya hidup dipenuhi penyesalan setelah membuat keputusan ceroboh yang membahayakan nyawa?

BERSAMBUNG…

Salam Dua Garis

Assalamualaikum,

Lamanyaa tak posting narsis😀

Itu karena sayaa.. MABOK

Alhamdulillah, di rahim saya sekarang ada janin berusia 7 minggu. Tanda-tanda dia hadir banyak banget. Saya merasakan nyaris semuanya. Pusing, lemas, mual, muntah, hehehe.. Kata dokter kandungan saya, Tenang…, cuma empat bulan aja kok maboknya hahaha. Tak apalah, untuk anugerah Allah SWT ini, apapun akan saya jalani dengan ikhlas..

Siapa nyana, saya diberi kepercayaan relatif cepat. Mudah-mudahan bisa saya jaga hingga waktunya lahir ke dunia. Karena permasalahan ibu hamil sangat kompleks, saya sempat flek dan harus meminum obat penguat kandungan. Tapi, pesan teman-teman yang sudah menjalani kehamilan sebelumnya adalah, jalani dengan enjoy, berpikirlah positif, maka dede bayinya juga akan sehat. Itu harus ditanamkan mengingat tipikal saya yang pencemas akut.

Terakhir USG kemarin, saya melihat bentuknya yang sangaat mungil. Detak jantungnya yang kencang. Mewek saya dengernya. Tidak ada doa selain dia sehat dan sempurna. Doakan kamii yaaa.

Salam Cinta

JENKNA ^^

BBM : Bocoran Biaya Menikah

Assalamualaikum Wr Wb

Ada yang lagi mau melamar kekasih? Atau sedang mempersiapkan pernikahan tapi terkendala biaya? atau baru berangan-angan mikirin konsep menikah hemat walaupun jodoh tak kunjung datang? Apapun itu.. congratulation. Why? Ya dari pada mikirin kenapa ya upil itu asin (pernah nyicip doong gue haha) mending ngayal yang ada manfaatnya ke depan *tsahhh..

Saya akhirnya tau, bahwa biaya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan itu nggak sedikit, setelah mengalami dan menjalani prosesi menikah itu sendiri **yaiyalahh. Tulisan saya di sini, saya niatkan bukan untuk pamer, tapi memberi gambaran kalau memang mau ada party a.k.a resepsi, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Kalau sekedar ke KUA, selama masih di jam kerja mah GRATIS dan udahh sahhh. Tinggal makan-makan deh di warung bakso hahahaha. Tapi nih ya, ada berbagai macam alasan pribadi yang tidak dapat diganggu gugat dan mengkondisikan kita memang harus membuat sebuah resepsi pernikahan, mau alakadarnya, mau sederhana mau mewah itu pilihan.

Nah, saya termasuk yang mau tidak mau melakukan itu. Walaupun sebenarnya harapan saya hanya akad nikah, lalu pengajian yang dihadiri kerabat dan tetanga dekat saja. Tapi memang nyatanya saya tidak bisa seegois itu.😀

Makanya, setelah dilamar, keluarga kami meminta waktu sekitar enam bulan untuk persiapan. Saya pikir enam bulan sih cukupan lah ya. Nggak terlalu buru-buru dan juga tidak terlalu menunda menyegerakan hal baik. Ada juga sih yang habis dilamar dua bulan langsung menikah. Semua tergantung kesiapan masing-masing keluarga. Juga mempertimbangkan hari baik libur kedua belah pihak keluarga. Kebetulan, kebanyakan keluarga kami itu guru jadi harus menyesuaikan kalender akademik, supaya pas liburan sekolah.

Menikah, apalagi di kampung, tidak bisa seperti pesta-pesta di gedung atau hotel yang menawarkan paket-paket sekian puluh atau ratus juta dan semua beres. Seorang sahabat saya yang manager marketing sebuah hotel, belum lama ini promo paket buat resepsi pernikahan yang murah bangett, Rp 47 juta udah lengkap kap. Udah pokoknya tinggal sedia badan aja. Rias, dekor, katering, entertaintmentnya udah ada semua. Tapi itu baru resepsinya aja lhoo. Lah kalau di kampung, uang segitu harus dibagi untuk 3 prosesi. Ya, di kampung saya, ada tiga prosesi, dan harus ada tiga anggaran untuk itu.

1. Nyadran

Mungkin klo di kota-kota nyebutnya pengajian gitu. Khusus mengundang bapak-bapak kepala rumah tangga, untuk datang menghadiri pengajian di rumah. Biasanya 2 hari menjelang resepsi. Yang diundang sekitar 150 orang dan sebagai ucapan terimakasih, waktu pulang diberi berkat (kardus) yang isinya nasi, sayur, lauk. Mereka juga makan di rumah. Saya kurang tahu persis untuk biaya nyadran, karena rinciannya dipegang bokap hahaha. Yang jelas waktu itu bertepatan dengan harga  BBM yang baru saja naik. Saya kaget waktu ikut belanja ke pasar, gula satu kuintal yang harganya 410 ribu, dalam waktu seminggu sudah 425 ribu. Waktu itu harga cabai juga melambung drastis dan mencapai 80 ribu-100 ribu per kilogramnya. NOTED : rajin-rajin nonton berita, sebelum harga-harga naik buruan ajak pacar ke pasar nikah😀

2. Resepsi Ibu-bu kampung

Nah, sebelum resepsi yang sebenar-benarnya. Di kampung saya ada yang namanya “kondangane wong ndesa”. Jadi khusus para tetangga yang ibu-ibu. Kalau misalnya, resepsi hari Minggu, khusus ibu-ibu ini di hari Sabtunya. Kami harus menyiapkan makan untuk sekitar 100-200 orang. Selain itu juga ada cemilan kue-kue kering, kue-kue tradisional di meja dan nggak lupa “oleh-oleh” untuk dibawa pulang. Mengingat kepraktisan, tren di kampung saya saat ini nggak lagi membuat -golongan-. GOLONGAN itu sebutan untuk berkat, yaitu membungkus nasi dengan daun jatii (atau kertas minyak) beserta lauk dan sayur mayur. Karena bakal repot banget, kalau tamu lagi banyak, berapa tenaga yang dikeluarkan untuk membuat golongan nasi? Ya kalau nasinya diancem langsung mateng, lah kalau dia nekad nggak mateng-mateng, masa di kasih beras? Yang namanya masak nasi berkuintal-kuintal itu melelahkan saudara-saudara.heheh😀

Jadi, sejak rapat keluarga di awal, saya minta ibu bikin yang serba praktis dan mengikuti tren di kampung aja, yakni pakai bahan mentah lalu dimasukkan ke wadah tas spoundbound atau tas furing. Isinya ada mi instan 2 bungkus, kecap sachet, gula pasir seperempat kilo, minuman kemasan, biskuit. Kalau dihitung-hitung, dalam satu tas mungkin skitar Rp 15 ribuan. Di kampung saya, juga udah melek banget soal toko kue, ada juga yang isinya kue-kue branded meskipun hanya beberapa potong. 15 ribuan x 200 = 3 jeti. tas furingnya sendiri satunya bisa sampe 2900an. Anggarin aja sekitar 600 ribu untuk beli tas itu.

tas

Ohya yang terselip, adalah hantaran. Jadi khusus saudara, mengundangnya pakai hantaran, nggak undangan doang. Dulu sih pakai berkat juga. Bayangkan capeknya orang rumah untuk masak-masak melulu. Sekarang semua lebih praktis diganti kue yang pantas. Saya kebetulan ada teman yang bisa diutangin nolong bikinin kue brownies kukus yang lezaaat banget. Dia kasih saya harga spesial, brownis kukusnya 23 ribu aja,padahal harga normalnya sekitar 28-30 ribu. Saudara yang dikasih hantaran sekitar 80 KK. 80 x 23 ribu : 1.840.000

NOTED : Cari teman-teman yang bisa diutangin ya minimal DP dulu nggak harus cash, trus kuenya juga enak hahahha.

3. Resepsi

A. Undangan

Sebelum resepsi digelar, tentu kita harus bikin undangan dulu. Saran saya, tinggalkan kertas, mau yang hardcover kek, hardisk, hardrock, hahaha.TINGGALKAN. Pakai yang lebih bermanfaat dan sebanding kualitas maupun bagusnya dengan si kertas. Kalau saya sejak sebelum di lamar memang sudah punya angan-angan bikin undangan dari tas furing. Lebih berguna dan nggak bakal di buang. Kertas mau di kasih bunga-bunga kering, foto-foto pre wedding yang ciamik, masa mau dikoleksi (kecuali punya toko undangan), ujung-ujungnya juga bakal di tempat sampah atauuu alas obat nyambuk, right? (oke, ini pengalaman saya aja kok, mungkin gak berlaku buat yang lain. Jangan cemberut gitu :D)

Undangan fisik saya bikin 300 aja, itu juga udah sama tamunya bokap. Sedangkan sebagian teman-teman saya undang lewat facebook. Yah, manfaatkanlah situs jejaring sosial. Tetep sopan asal dikemas menarik. Insha Allah semua maklum

undangan saya 2

Saya beli bahan tasnya sendiri. 300 buahx 2500 = 750 ribu. Biaya sablon 2000 x 300 ; 600 ribu. Total harga 1 undangan itu Rp 4500. Saya udah membandingkan, kertas undangan seharga Rp 4500 itu penampakannya ya gitu deh😀. Jadi nggak salah kalau pilih tas furing aja. Lebih berguna kan yaa. Ohya tas itu nantinya dilipet seperti dompet lalu dikemas plastik. Keren deh hasilnya.

B. Souvenir

Cari souvenir itu emang paling ribet. Harus memperhatikan unsur hemat (teteup), untuk segala gender, eye catching dan berguna. Beruntung punya kakak di Jogja yang gudangnya souvenir murah. Saya pilih dompet batik tapi khusus dibuat diperajin.Mau beli di pasar bringharjo emang lebih variatif dan murah, tapi setelah kakak saya survei, penampakan luarnya aja yang bagus, kalau dilihat dalamnya jahitan kurang rapi dan kainnya juga tipis. Itu semua tergantung selera dan dana aja ya.

dompet batik souvenir pernikahan

Nah, dompet batik pesta ini, bahannya lembut, dalamnya busanya juga empuk, jahitannya rapi. Tinggal dikemas di kotak mika dan di kasih pita hias. selesai deh. Satuannya sekitar Rp 8000. Beli dua kali lipat dari jumlah tamu undangan untuk mengantisipasi tamu tak terduga. SOALNYAAA nih, ada beberapa warga desa saya yang memang sengaja nggak mengikuti aturan datang hari sabtu tapi pas resepsinya, dengan berbagai motif tentu saja hehehehe. Gelas juga bagus-bagus kok sekarang. Harganya sekitar Rp 7000an deh untuk yang kualitas baik. Saya sebenarnya punya keahlian jahit flanel, andaikan saya ngak males dan nggak capek ngejahit sendiri, pasti saya udah bikin souvenir handmade saya, entah gantungan kunci atau boneka flanel yang lucu hiks… coba kreasikan sesuai hobi. Pasti lebih hemat.

NOTED : Jangan tergoda sama souvenir sendiri dan ngumpetin buat kenang kenangan, kecuali emang dilebihin banyak wkwkwkkwk (nunjuk idung sendiri)

C. Wedding Planner

Saya kebetulan tidak pakai wedding organizer, ya semua memberdayakan tenaga kuda keluarga besar. Tinggal cari vendor yang kita inginkan. Saya sempat deg-degan ketika salah satu sahabat saya yang kebetulan perias mengatakan, biaya paket rias plus dekor yang layak sekitar 10 jutaan. Masa sih? Kalau bisa ditekan kenapa nggak? Tadinya mau survei ke beberapa tempat. Tapi sayangnya, di tempat pertama saya survei, saya langsung deal *pengsan. Jangan ditiru yaaa. Ya gitu deh kalau udah punya rasa nggak enakan. Begitu ditawari, langsung manggut aja. Hahaha. Beruntung, perias saya itu emang oke banget riasannya. Harganya juga terjangkau lah untuk kocek saya.

Saya dapat paketan sehara Rp 7 jutaan. Itu sudah termasuk dekor, rias, sewa baju untuk bapak ibu besan, patah (anak kecil yang bawa kipas), pager ayu, pager bagus, buku tamu, mc, foto 2 roll (buset dah jaman digital tetep aja nyebutnye roll), tempat amplop, satu set prasmanan (standar), mangkok, piring, sendok (@200 buah). Itupun saya dapat kortingan banyak banget. Baju yang tadinya kena charge 500 ribu- Rp 2, 5 juta karena masih baru dan hasil karya desainer yang oke, eh digratisin buat saya, katanya buat promo. Bahkan video pernikahannya yang awalnya saya nggak pesan dikasih cuma-cuma (video pernikahan sekitar Rp 500 ribu dapat 4 keping DVD). Tipsnya ya jalin komunikasi yang baik sama wedding plannernya, sok-sok akrab gitu haha. Terus gunakan teknik persaudaraan. “Saya kemarin abis ngerias di sini juga mbak,” “oh ituu, itu masih saudara saya bu. Wah ternyata itu ibu yang rias, pantes bagus banget,” hahahaha, adegan tersebut nyata dan emang beneran kok, masih saudara. Kalau saya mah anti boong. Maksudnya yaa gitu, jalin keakraban biar banyak-banyak diberi diskon.

But wait!, itu belum sama tarub ya gaiss. Karena saya tidak di gedung dan memanfaatkan halaman rumah yang panjangnya sekitar 8 meter, saya pesan tarub atas rekomendasi si ibu perias. Untuk tarub habis sekitar 3 jutaan. Soalnya tambah kipas angin yang ditempatkan di beberapa sudut. Kalau cuma tarub ples geber aja sekitar 2,5 juta.

baru

D. Menu Makanan

Nah, ini yang ngabisin budget super gede. Kebetulan saya nggak ngurusin soal makanan. Tugas saya bayarin rias, ngurusin undangan, souvenir, sama hantaran hahahhaha. Jadi soal beginian urusan orangtua. Sekali lagi karena hidup di kampung, kebanyakan tidak memakai jasa katering. Tapi mengundang saudara dan tetangga untuk membantu masak di rumah. Selain bagi-bagi rejeki buat mereka (dapat upah) juga tetangga emang senang diberdayakan begitu, menjalin silaturahmi ibaratnya. Makanan untuk resepsi emang harus dibikin dua sampai tiga kali lipat dari jumlah undangan. Ada pepatah mengatakan yang lain boleh jelek, yang penting makanan kudu bagus (pepatah gue). Artinya, soal makanan emang nggak main-main. Yang sering jadi bahan gosip, cercaan, hinaan, hahaha selain riasan itu ya makanan. Kalau nggak enak wahhh kemana-mana tuh gosipnya.

Kalau budget minim, usahakan yang penting ada snack dan makan besar (prasmanan). Kalau budget agak lebih bisa tambah variasi seperti sate ayam, es krim, es buah, bakso, teh botol, buah, dan sebagainya. Yang penting ya tadi, RASANYA BUNG! Kemarin katanya sih, banyak yang suka bakso buatan tetangga saya, padahal budgetnya cuma 1 juta untuk bakso. Dibikin mangkok kecil-kecil aja. Satu mangkok isi 3 buah biji bakso. Sekali lagi, manfaatkanlah tetangga, saudara, sahabat yang baik hati xixixixi. Saya juga dapat sumbangan brownis dari sahabat saya. Lumayan buat nambah snack kaaann.

DSC_1146

E. Entertaintment

Mau hiburan apa waktu nikah? Marawis, nasyid, band, rebana? Kalau ini sih udah request bokap yang suka musik dangdut. Jadilah pesan organ tunggal. Untung punya sepupu yang punya studio musik. Iya tetep, sepupu is sepupu, bisnis is bisnis. Tetep bayar dong tapi bisa diacungin golok ditekan supaya lebih murah. Kalau mau konsep band, bayarnya mahal. Satu ben kalau ada 6 personil satunya 100 ribu udah berapa. Sound systemnya juga harus bagus. Oh iyaaa, genset jugaaaa. Jangan sampe nggak pake genset. Kalau lampu mati, bisu semuaaa. MC masa harus tereak-tereak. Untuk organ tunggal dengan dua penyanyi, siapkan budget 700 ribu-1 jutaan. Sebenarnya saya bisa ngisi jadi penyanyi sekalian biar hemat, eh tapi masa manten nyari duit juga hahahha

hiburan

F. Sinoman

Sinoman itu orang yang bantu-bantu kita saat menggelar pesta hajatan. Ibu-ibu yang di dapur, yang jaga stand, mas-mas/bapak-bapak yang ngangkutin piring-piring kotor, yang  ngatur parkir, yang beresin kursi-kursi. Apalah kita tanpa mereka yang jasanya luar biasa itu. Tentunya kita juga harus nyiapin budget untuk memberi ucapan terimakasih yang pantas buat mereka. Saya emang nyisain souvenir buat ibu-ibu yang kerja di dapur, dan mereka seeneeeng banget. Di dalam dompet souvenir itu selipin amplop dengan uang yang pantas. Walaupun mereka bekerja nggak pake pamrih, ya kitanya yang harus tahu diri hehehe..

4. Boyongan (tambahan)

Ini sebenarnya juga butuh budget yang nggak terduga usai akad dan resepsi digelar. Harus dipikirin juga selain mikirin biaya resepsi. Terutama buat keluarga pihak perempuan yaa. Soalnya kan ada adat mengantar si pengantin perempuan ini ke rumah si laki-laki. Karena bentuknya rombongan keluarga plus yang bantu-bantu masak (biar mereka juga ikut piknik), setidaknya pakai 3 mobil atau mini bis. Kemarin sih saya pakai 3 mobil. Satu sendiri yang dua mengandalkan saudara dan teman. Jadi kan tinggal ganti bensin aja. Paling tinggal mikirin hantaran ke rumah mertua. Bawanya otomatis banyak, baik makanan basah maupun kering.

5. Biaya KUA (tambahan lagi)

Menikah di kantor urusan agama (KUA) langsung di saat jam kerja sekarang gratis. Sedangkan saya manggil ke rumah karena di luar jam kerja, sehingga dikenai biaya Rp 600 ribu. Sebelum, itu juga ada biaya lain-lain seperti mengurus pernikahan di KUA dengan mengantar dokumen-dokumen penting. Masing-masing desa biasanya lain-lain. Saya sekitar Rp 200 ribuan. Ya siapin anggaran Rp 1 jutaan deh. Biasanya klo di kota lebih mahal ya?

OKE. Gimana? Merasa terbantukah? apa malah pusing? Ya udah jongkok dulu aja sampe pusingnya ilang hahahha. Tapi Insya Allah tips-tips di atas itu udah menghemat anggaran banget. Soalnya, teman bokap kemarin, nikahin anaknya, sewa gedung dan pakai katering abis sampe Rp 100 jutaan lebih. Kalau saya alhamdulillah, mungkin cuma setengahnya ehehhe.. Yang penting kan sakralnya itu yaa. KESAN mewah itu bisa dibikin walaupun dengan budget yang minim.

Selamat Merancang Pernikahan yaa

SALAM CINTA

JENKNA^^

Pertamax

Assalamualaikum semuaa

Pengalaman pertama apa yang membuatmu sangat bergairah terkesan? Setiap orang pasti memiliki atau melakukan hal-hal yang baru pertama kalinya dilakukan. Mungkin cuma lima atau 10 menit tapi efek magisnya menahun *nah loh apaan yak.

1. Test pack

Pernah beli dan nyoba test pack? yang cowok tolong tunjuk idung😀 hehehe. Belinya dimana? Apotik ada, alfama*t, Indoma*t ada. Biasanya klo di toko modern letaknya sebelah kiri kasir deket kond*m. Sebenernya pengen iseng sih beli kond*m, biar merasakan sensasi malunya. Soalnya banyak lho ternyata yang malu tapi mupeng dengan benda itu. Buktinya, saya tahu letaknya di sebelah kiri kasir karena info dari beberapa teman. Eh iya lho ternyatahhh..

Meskipun di jari saya ada mas kawin, tapi rasanya pas beli test pack itu pengen nunjukin buku nikahnya sekalian deh. Soalnya muka saya kan masih SMA *gampar baliho, takut dikira LKMD (lamar keri meteng disit, istilah dalam bahasa jawa untuk dilamar belakangan, hamil duluan). Kebetulan saya belinya di toko modern bukan di apotik, sekalian belanja bulanan. And then, saya agak bisik-bisik ke kasirnya.

Mbakk.. adda test paaackkk nggak? dengan lemah lembut dan nelen ludah. Oh ada, katanya sembari nunjukin rak di sebelah pintu masuk. Saya ngeliatnya agak lamaan, tanggal kadaluarsa, merknya, cara penggunaannya. Sebenarnya pengen nanya ke mbak kasirnya, itu cara makenya gimana walaupun udah ada petunjukknya,hehhehe. Saya itu tipenya ke siapa-siapa pengenya nanya, orang abis beli test pack aja yang saya bbm ada 5 orang hahaha. Pertanyaanya sama semua, ini gimana makenya wkwkwkwkwkwk *baca doong jenkna

Trus trus test packnya buat apa sekarang? dikoleksi disimpen dong buat persediaan. Udah nyoba satu sih dan hasilnya negatif :/ 😀

IMG-20150130-01856

2. Mencuci, menyetrika, melipat baju suami

Saya suka pekerjaan ini, entah kenapa. Dibanding masak saya suka lipet2 baju xixixii. alasanya? Ya suka aja. Biasanya pas lipet baju, pas suami masih kerja. Kalo udah rapi rasanya gimanaaa gitu. Nggak dapet pujian juga nggak papa. yang penting, suami pulang kamar udah rapi. Mungkin karena belum punya anak ya, kalau udah ada anak, sini lagi lipet, situ ngompol **garuk-garuk tanah😀

 ehm dua aja dulu yaaa, kebanyakan takut muntah, ada yang mau nambahin? Seneng deh kalau bisa membaca pengalaman pertama kalian yang bener-bener baru pertama seumur hidup😀

SALAM CINTA

JENKNA^^

Hanimun

20150125_062305

Assalamualaikum

“Hanimun kemana aja?”

Itu kalimat tanya yang bakal sering terdengar pasca menikah. Apakah kewajiban? hehehe. Ehm, kan untuk menciptakan romantisme, kan biar jadi pengalaman yang dikenang seumur hidup, kan biar cepet dapet momongan. Yah, gitu alasan-alasan si penanya. Baiklah demi mengikuti harapan khalayak ramai haha, sayapun hanimun.. bukan ke Bali, ke Lombok, Karimun Jawa, Thailand, tapi.. di kota sendiri yaitu Kebumen. Nginepnya? Di rumah sendiri :p

Itu juga bawa sepupu dan ponakan. Lah kan harus foto-foto, biar kaya temen-temen juga, ada buktinya kalau udah hanimun. Biar nggak usah konferensi pers lagi. hahaha. Berkat hanimun-hanimunan itu saya baru nyadar, ternyata yang bikin indah selain tempat yang dikunjungi adalah trik kamera, gimana biar kelihatan indah dan bikin orang penasaran “itu dimana?” padahal yaa itu tempat yang sering banget dikunjungi, bukan wilayah asing yang eksklusif😀

Pantai Setrojenar alias pantai bocor dan alun-alun Kebumen jadi tempat tujuan kami. Cuma main-main ombak sama icip-icip kuliner udah hepi kok. Biaya parkir cuma 5000 kalau pake mobil. Di alun-alun parkir motor cuma 1000. Nah biar fotonya mantap, kita pakai kamera smartphone aja kok, samsung galaxy duos 19082. Tinggal pinter-pinter deh nyari view yang pas.

 

So, bukan kemananya ya yang jadi titik poin, tapi hepinya dooong :p

Salam Cinta

JENKNA^^