Sahabat, Jika…

sahabat

jika terselip sedikit saja kesombongan di hatimu

dan kau nyaris tidak bisa mengenyahkannya

turunkanlah sedikit…

pastikan bahwa sebelum kau mencapai karirmu saat ini

ada seorang teman yang meminjamimu uang puluhan ribu

lalu kau melenggang begitu saja karena lupa

tapi temanmu mengikhlaskanya

 

Sahabat

jika kesombongan itu masih menggejala

dan kau tak bisa menurunkannya

maka paksa hatimu mengurangi perlahan

lemparkan ingatanmu pada masa lalu

bahwa sebelum kau memegang amplop gaji seperti sekarang

seribu atau dua ribu uang kertas temanmu melayang

untuk menambahimu ongkos bensin dan makan

 

Sahabat

jika kepongahanmu tetap menjadi

dan kau tak tahu harus berbuat apalagi

maka letakkan semua jabatanmu

duduk tenang dan putar nomor telepon sahabat, teman juga keluargamu

saat kalian berbicara sampaikan terimakasih, maaf, atau tanyakan kabar

semoga bisa meredakan angkuh yang mengerak di dalam hatimu..

 

Jangan lupakan orang-orang yang berjasa pada setiap langkah kita

Mereka tidak terfikirkan saat kita jaya, mereka tersingkirkan saat kita berada

Tapi kelak ketika kita bukan siapa-siapa, rengkuhan mereka lah yang mungkin

Bisa menentramkan hati kita

 

http://www.indriagustina.com

12 12 12 Cantik Tapi Ditakuti

Cantik tapi ditakuti nggak cuma disandang ratu horor Suzanna. Tapi juga terjadi pada fenomena yang lain seperti tanggal dan bulan yang disakralkan, sesuai mitos yang beredar di masyarakat Indonesia pada umumnya.

Nah 12 Desember 12, merupakan tanggal yang super cantik yang bisa dijadikan tanggal kelahiran (caesar) dan pernikahan. Berbeda dengan “takdir” kelahiran yang saat ini bisa disesuaikan dengan tanggal cantik, pernikahan biasanya masih kental perhitungan hari baik dan hari sial.

Khusus 12-12-12 yang hanya terjadi sekali seumur hidup ini bertepatan dengan bulan suro dalam kalender Jawa atau muharram dalam Islam. Kepercayaan masyarakat kebanyakan, bulan ini bukan bulan yang baik untuk melangsungkan pernikahan.

Hasil liputan wartawanku yang terbit hari ini :

KEBUMEN-Tanggal cantik 12 Desember 2012 atau 12/12/12 yang jatuh pada hari Rabu ini, ternyata tidak banyak menarik warga Kabupaten Kebumen untuk melangsungkan pernikahan. Padahal momen unik 11/11/11 tahun lalu, cukup banyak warga yang sengaja memilih tanggal unik itu untuk momentum pernikahan mereka. Sepinya peminat nikah di 12/12/12 disebabkan masih dalam bulan Muharram atau dikenal sebagai Bulan Sura. Menurut kepercayaan masyarakat Jawa, Bulan Sura ini dianggap sebagai bulan sakral dan tidak baik untuk menggelar hajatan.
      Dari data sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kebumen, hanya terdapat 9 pasangan yang sudah resmi mendaftar untuk menggelar pernikahan. Di KUA Kebumen, tercatat ada empat pasangan yang resmi akan mengikat janji sebagai pasangan suami istri.
    Penghulu KUA Kecamatan Kebumen, Masruri, saat ditemui Ekspres mengatakan, fenomena tanggal cantik 12/12/12 bukan menjadi alasan bagi warga Kecamatan Kebumen untuk mengadakan pernikahan. “Memang tanggal tersebut mudah diingat, akan tetapi untuk warga di Kebumen sendiri ketika akan menetapkan tanggal pernikahan biasanya selalu berkonsultasi kepada ulama. Tidak membludak walau itu merupakan tanggal yang cantik. Hanya ada empat pasangan yang akan menggelar pernikahan di tanggal cantik ini,” katanya.
   Hal yang sama juga terjadi di KUA Kecamatan Karanganyar dan KUA Kecamatan Gombong, di kedua KUA tersebut hanya tercatat dua calon pasangan pengantin yang mendaftarkan diri untuk menikah. “KUA Kecamatan Gombong ini  hanya ada satu calon pengantin,” ujar Penghulu KUA Kecamatan Gombong, Atam Rubai Hamid SAg ditemui di Kantornya, Selasa (11/12).
    Atam Rubai Hamid SAg  dalam kesempatan itu juga menjelaskan, jika fenomena yang sejauh ini dianggap sebagai tanggal menarik untuk melangsungkan kegiatan sakral, seperti menikah, melahirkan atau yang lainnya, bertepatan dengan angka 12-12-12 ini, bagi masyarakat dengan pemahaman yang menghubungkan dengan ajaran Ke-Islaman dan pemahaman Kejawen, ternyata bukanlah bulan baik untuk menikah.
    “Untuk ajaran Islam sendiri, bulan Desember ini memasuki bulan Muharram atau yang disebut Bulan Syuro atau Asyurro. Bulan ini dipahami masyarakat islam, bukan lah bulan yang sangat baik untuk melangsungkan pernikahan,”katanya.
    Selain itu, kepercayaan masyarakat  juga menyebabkan masyarakat Kebumen tidak begitu antusias untuk bulan atau tanggal seperti ini. Diakui oleh dia, atas dasar pemahaman dan kepercayaan masyarakat sendiri, jika pernikahan yang diselenggarakan atas pemahaman tanggal, bukan dan tahun spesial seperti itu terkadang menyusahkan.
    “Pernah pada tanggal 11 November Tahun 2011 lalu, ada 7 pasangan yang menikah, namun semuanya membuat prosesinya jadi sulit. Jadwalnya kita mulai dari jam enam pagi sampai selesai jam sepuluh malam. Pada dasarnya semua hari itu baik untuk pernikahan, tapi biasanya yang membludak itu di bulan besar dan Syawal,” ungkap Atam.
     Di KUA Kecamatan Karangsambung, minat untuk menikah pada tanggal 12/12/12 juga minim. Dari data KUA setempat, tercatat hanya satu pasangan saja yang melangsungkan pernikahan. Yakni mempelai laki-laki bernama Muasmalih berpasangan dengan Deti Retnasari,  dilangsungkan nikahnya   pada hari Rabu tanggal 12, bulan 12 tahun 2012 jam 09. 00 wib di Desa Wadasmalang RT 02/02 Kecamatan Karangsambung. “Mungkin karena bula Sura jadi yang nikah jadi sedikit. Padahal selain bulan Suro, biasanya banyak sekali pengajuan nikah,” tutur pegawai KUA Karangsambung, Zulkhani S Ag, Selasa (11/12).
      Kepala KUA kecamatan Petanahan, Dahroji SHI menjelaskan jika pada Rabu 12 Desember ini hanya ada satu pasangan yang akan menikah. Yaitu auzi Rakhim Bin Yasrudin asal desa Petanahan RT 05 RW 01 Kecamatan Petanahan dengan Partiningsih Binti Sandirja RT 01 RW 01 gang Rujak Beling desa Karang Gadung Kecamatan Petanahan kabupaten Kebumen. “Rencana pernikahan di rumah mempelai wanita di desa Karang Gadung Kecamtan Petanahan, besok (hari ini-red),” kata Dahroji seperti disampaikan salah satu stafnya, Sujiyadi.
      Penyuluh KUA Kecamatan Ambal, Fakhrudin menjelaskan, untuk Kecamatan Ambal di tanggal itu tidak ada yang menikah, sementara di Kecamatan Buluspesantren hanya satu pasang saja. (iwn/ori/har)

Begitulah yang terjadi 🙂 konstruksi sosial masyarakat memegang peranan penting dalam penyelenggarakan kehidupan. Tak perlu sepakat dengan ini. saya sendiri menganggap semua hari adalah baik. Sebagian orang yang melepaskan diri dari segala mitos atau kepercayaan semacam ini, biasanya lebih memilih hari yang semua anggota keluarganya bisa libur atau ambil cuti. dan harinya bukan hari kerja supaya semua tamu undangan bisa hadir, saat menyelenggarakan acara besar seperti pernikahan. tak peduli itu syawal, sapar, suro dan sebagainya.

kartun kahwin1

Just wanna share

^^ Jenkna

PeDe Aja Lagi…!!

Well, pasti ada hari dimana rasa tidak puas atau tidak senang terhadap organ tubuh yang kita miliki, hadir. Tapi pikiran jernih juga tercipta setiap detiknya. Ambil bagian yang bening itu! Lalu resapkan. Dalam dan jauh ke dasar hati. Buat apa bersedih.Toh setiap orang merasakan filosofi yang sama..–Rumput tetangga lebih hijau–Sungguh, pada akhirnya kita selalu kembali. Tidak ada seorangpun yang benar-benar ingin bertukar tempat, seburuk apapun nasibnya…yakini saja itu….

PS: ucapanku pada seorang teman ini, semoga tak membuatnya semakin terpuruk dalam ketidakpercayaan diri.

 

Haruskah Selalu Menjadi Air?

Lunar berkata pada langit yang memendam cahaya…

Ketika sisi egoisku berkata : aku lelah menjadi air  dan akupun berhak menjadi ah setidaknya memiliki api…..

Inilah ketakutan terbesarku. Kekelaman yang tak bisa kucegah. Bahwa aku akhirnya benar-benar terbakar api dan belum mampu menyulap diriku lagi serupa air. Aku menyimpan api secara rapi dalam sekam. Kini tak hanya memercik namun berkobar semakin besar.

Awalnya kupikir, selalu menjadi air akan baik bagi semua orang termasuk dia. Aku menahan begitu banyak api hanya untuk menyenangkannya. meski terluka. Tapi dari hari ke hari, ketika aku semakin merasa tidak diberi hak untuk memiliki api dan harus selalu menjadi air, aku menjelma menjadi air yang keruh. meski tetap mampu memadamkan, tapi kotornya membekas di tembok-tembok yang hangus.

Ketika aku sedang memiliki api, aku nyaris tidak mendapatkan air. justru dibalas dengan api yang lebih besar. dua kali sampai tiga kali lipatnya. padahal aku ingin berteriak bahwa akupun  berhak memiliki api, kadangkala begitu, dan aku cuma meminta air. setelah suaraku parau aku memang mendapatkan air, tapi sebelumnya aku dibalas api terlebih dahulu, api yang menyala dari bensin. aku terlanjur hangus, lalu air baru datang. yah, untunglah tetap menyejukkan setidaknya setelah aku hangus.
Ketika sisi ketulusanku berkata :teruslah menjadi air. Meski kau berhak memiliki api, kau tak perlu menyalakannya..bersabarlah..
Bersabar..tentu. aku sangat bisa. tapi kali ni aku bersabar bersama api. bukan api milik orang lain tapi milikku sendiri. Sayangnya, tidak ada yang bertanya, kenapa aku memiliki api, padahal pertanyaannya yang sederhana itu merupakan air yang kubutuhkan. Bertanyalah, maka itu adalah air…

mungkin, sekali lagi, aku tidak berhak memiliki api, sehingga tetap dibalas dengan api. aku dianggap tak butuh air. aku yang tidak pernah mengasihani diriku sendiri saja, kini jatuh iba.

KENAPA AKU HARUS DIBALAS API KETIKA MEMBUTUHKAN AIR.  PADAHAL AKU SELALU MEMBERI AIR MESKI TAK SESEMPURNA TUHAN MENURUNKAN HUJAN!!!!

Lunar hanya menunduk pada bumi yang memendam air sekaligus api..

 

Sekedar Nasehat

Sahabat

Jika terselip sedikit saja kesombongan di hatimu

Dan kau nyaris tidak bisa mengenyahkannya

Turunkanlah sedikit…

Pastikan bahwa sebelum kau mencapai karirmu saat ini

Ada seorang teman yang meminjamimu uang puluhan ribu

Lalu kau melenggang begitu saja karena lupa

Tapi temanmu mengikhlaskanya

 

Sahabat

Jika kesombongan itu masih menggejala

Dan kau tak bisa menurunkannya

Maka paksa hatimu mengurangi perlahan

Lemparkan ingatanmu pada masa lalu

Bahwa sebelum kau memegang amplop gaji seperti sekarang

Seribu atau dua ribu uang kertas temanmu melayang

Untuk menambahimu ongkos bensin dan makan

 

Sahabat

Jika kepongahanmu tetap menjadi

Dan kau tak tahu harus berbuat apalagi

Maka letakkan semua jabatanmu

duduk tenang dan putar nomor telepon sahabat, teman juga keluargamu

Saat kalian berbicara sampaikan terimakasih, maaf, atau tanyakan kabar

Semoga bisa meredakan angkuh yang mengerak di dalam hatimu..

 

Jangan lupakan orang-orang yang berjasa pada setiap langkah kita

Mereka tidak terfikirkan saat kita jaya, mereka tersingkirkan saat kita berada

Tapi kelak ketika kita bukan siapa-siapa, rengkuhan mereka lah yang mungkin

Bisa menentramkan hati kita

^^indahnya persahabatan^^

Nasehat Untuk Diriku

sulitnya berhati-hati dengan kata-kata. Ibarat pedang, ia tak hanya melukai, tapi meninggalkan cacat goresan. syarat yang sering dilupakan seseorang ketika ingin menasehati orang lain adalah berdirilah di posisinya. karena jika hanya menyertakan pengalaman kita, hanya mengkondisikan dia menjadi diri kita.

Sedikit renungan sore tadi yang sempat kutulis dalam note HP

**jangan sekalipun menyama-nyamakan keadaanmu dengan orang lain. Jika kau melaju lebih cepat, sebaiknya bungkam mulutmu untuk menanyakan kenapa temanmu berjalan begitu lamban. sedangkan kau tidak pernah tahu rasanya tertatih seperti dia. Jangan pernah mendesaknya melakukan apa yang sudah kau lakukan, jika kau tidak tahu bagaimana latar belakangnya. Kebanyakan orang sangat pandai mengintimidasi orang lain ketika orang itu memiliki tahap hidup yang berbeda atau tertinggal. Tahukah kau, bukan berarrti dia tidak ingin seperti kau. kau bahkan tidak tahu upaya da air matanya. Jadi sekali lagi kunci mulutmu yang kau anggap mulia karena merasa telah memberi wejangan agung.  Padahal dalam pandangannya hanya berupa kata-kata sampah yang melukai.

**Di dunia ini tidak ada yang kebetulan. Selain takdir, ada upaya-upaya yang membuat kita berbeda jalan, berlainan nasib, ketidaksamaan masalah dan ketimpangan kondisi. Tak perlu terlalu memaksanya menjadi sepertimu, berbuat seperti yang kau lakukan. Ada masanya tanpa kau ketahui dia mencontoh pengalamanmu, tanpa harus diminta dan diberi petunjuk.

Tulisan ini terinspirasi dari peristiwa sehari-hari, dimana pola pikir mendikte itu masih sangat bercokol pada diri kebanyakan orang.

Salam Hangat ^^

JENKNA

Anak-anak Sinetron (jilid 2)

awrait..tulisan ini sebenarnya sudah dibuat beberapa tahun lalu saat aku masih jadi wartawan. Tapi, karena masih relevan dengan kekinian, jadi aku ketik ulang sebagai JILID 2. Ini sebagai bentuk keprihatinan aja dengan menjamurnya sinetron Indonesia yang membuat anak-anak kehilangan kepolosan, membuat pikiran mereka melampaui usianya.

Memang, kreativitas sineas Indonesia patut dihargai, sekecil apapun. Tapi karya dari hati yang menyebarkan manfaat, sangat berbeda dengan karya dari  tangan untuk mengisi kantong, dompet atau pundi2 uang.

terlepas dari ekspolitasi anak-anak menjadi pekerja seni di layar kaca. maupun adegan-adegan anak usia TK/PAUD yang udah tahu pacaran, sinetron membuat hidup yang udah berat semakin berat karena harus mikirin jalan cerita yang diulur-ulur ngelebihin kolor babe gue.alurnya tidak sesuai dengan harapan karena dipaksa maraton nggak tahu sampe kapan. belum ngelihat orang mendelik-mendelik, kepala miring-miring nggak penting, atau mulut menceng-menceng. capekkk….

Harusnya, sinetron itu mengambil realitas, bukan realitas dibentuk sinetron. kalau sesat kan menjerumuskan. padahal sinema dibuat supaya orang memahami realitas dengan pemahaman baru. sayangnya, kalau pemahaman baru itu ngaco, apa nggak memperburuk persepsi, paradigma dan sejenisnya.

ini lagi mata kuliah sosologi komunikasi ya? stop kalo gitu.

ini adalah kisah nyata, anak-anak hasil bentukan sinetron yang membuat aku sempet prihatin berat. kejadiannya konyol sih, tapi bikin aku nggak mau menginjakkan kaki di rumah itu lagi hahaha

CEKIDOT

anak-anak tumbuh bersama lingkungan. Jika arai, ikal, jimbron, lintang,  a ling dalam laskar pelangi begitu dewasa soal kerasnya hidup namun tetap peka pada sesama dan berlaku polos sepolos anak-anak. entah dengan anak-anak jaman sekarang yang diserbu tayangan sinetron dari segala penjuru.

dulu, saat aku liputan buat profil wanita. aku seperti dijatuhi kotoran malu setumpuk yang berat kutanggung dipunggung. malu dan miris sendiri.

setelah selesai liputan, aku pamit dan diantar oleh sang empunya rumah yang laki-laki. kebetulan dia dokter spesialis penyakit dalam. istrinya yang juga dokter dan punya klinik kecantikan, masih sibuk membereskan ruangan sepeninggalku. dan anak laki-laki pak dokter yang kembar itu, mengejar ayahnya.

Mereka: Pah, mau kemana,  mau pergi sama cewek itu ya? (maksudnya aku)

pak dokter: salah tingkah, menggumam tak jelas, berusaha menghentikan ucapan anaknya. mungkin takut aku tersinggung.

mereka: kenapa mau pergi sama cewek itu. papah kan cuma miliknya mamah?( merengek-rengek…)

aku : (*^$$*(&_*(&6

HIks, meski aku tidak melakukan apa-apa tapi aku merasa jadi melakukan apa-apa. meski itu ucapan anak kecil 4,5 tahun yang asal omong tapi bikin il fill ampe satu bulan (oke ini juga lebay ala sinetron)

besok-besok, kayaknya bakal banyak tulisan-tulisanku beberapa tahun lalu yang direview ulang karena masih relevan juga dengan masa kini. hehehe (sebenernya ngeles karena kehabisan bahan tulisan)