Yang Kunanti

Inka_Christie_Yang_Kunanti

 

Bulan Desember yang kunantikan

Hanya harap hampa….

Mengusik mimpi-mimpi

Senyumku pergi lagi

 
Ingin kuteriak hatiku melara,

Lara….

Memang begini maumu

Tuk apa semua kata

Kau titip di hatiku

 
Reff: Yang kupegang hanya kata

Bukan janji-janji indah

Yang membuat aku lupa diri

Tatapanku kian jauh

Kuharapkan bayanganmu

Tapi tiada kunjung jua

 

kata-kata-patah-hati-cinta-5715

Iklan

Saya “Benci” Angry Bird

Mungkin game mobile dan casual nan fenomenal ini sudah diunduh milyaran kali. Mungkin sudah menggendutkan rovio sebagai penciptanya. Mungkin separuh penghuni bumi kecanduan terhadap game yang sederhana tanpa perlu proses belajar, memenuhi insting primitif dengan menghancurkan para babi, sangat realistis, dan desain karakter yang lucu ini, kata peneliti Michael Chorost  Ph D. .

Tapi buat saya, angry bird itu menyebalkan. Bukan karena saya tidak suka, tapi karena saya kalah terus kalau main game ini hahhahahahaha. Saya yang payah nyalahin gamenya (sifat dasar manusia). Baru tingkat lima aja suka mati mulu, nyawanya abis mulu, padahal kan terakhir kalau nggak salah udah ada 200 tingkat yaaa.

Saya memang bukan gamers dan jarang bermain game apapun. Saya lebih suka main petak umpet, bekel, boneka-boneka kertas, masak-masakan yang begitu itu hahaha. Saya itu kalau main game, emang benci kalah. Suka ngambek-ngambek nggak jelas jadinya (haha kaya sama pacar)

Tapi bentuk angry bird yang lucu, justru menginspirasi saya untuk membuat produk tersebut dari flanel. Pengennya sih bikin tempelan di kaos oblong. Tapi berhubung pesanan kotak tisu lagi banyak sekalian aja dijadiin topping kotak tisu.

Pertama pesanan datang dari teman saya di Purwokerto, dia dokter ahli forensik. Lucunya, si dokter agak nggak sabaran untuk cepet-cepet “menimang” kotak tisu angry birdnya. Trus saya bilang ” Dokter, selama ini pasien yang antri ke dokter. Sekarang giliran dokter yang antri,” xixixixixixi¬† ngakak dia.

Photo1384

Sebenarnya tema angry birdnya kurang pas, karena beliau meminta warna dasar pink. Sedangkan angry bird itu identik dengan hijau, biru plus sangkar dan ketapelnya yang coki-coki (coklat maksudnya) juga babi2 ijonya. Tapi ya sudahlah namanya pesanan harus disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Begitu semalam saya unggah di FB meskipun baru separo jadi, eh temen-temen banyak yang naksir dan ada yang langsung pesan dua biji. Saya lupa janji saya yang mau stop order karena sudah kewalahan menghadapi pesanan. Ahhhh kenapa duit membuat mata saya ijo. Oke kalian boleh adiktif sama angry bird, tapi saya lebih adiktif sama duittttttttttt hahahaha

Oke begitu saja, cerita sekedarnya saya. Bagi pecinta angry bird…coba kalahkan 200 tingkat itu, saya nonton aja.

 

SALAM CINTA

JENKNA ^^

 

 

 

Kebahagiaan Pedagang

69626_488934821170315_1316110202_n 556097_483773525019778_131167916_n 644540_490594674337663_1563763790_n

Alih profesi?

Sudah berapa teman yang menanyakan hal itu? Dan, Saya tidak pernah lelah menjawab. Padahal ada yang menyarankan agar saya menggelar konferensi pers, supaya tidak terus mengulangi jawaban. Cukup satu tempo dan dezzzz! publikasinya sampe ke semua orang (tolong ya, saya bukan artezz..).

Terjun ke sebuah pekerjaan baru, bukan berarti melepas profesi lama. Kalau keduanya bsa berjalan seiring, kenapa tidak? Insya Allah, semakin produktif kita, semakin minim kita berandai-andai dan panjang angan-angan yang bisa merusak hati. Hidup jadi bergairah, penuh dinamika dan optimis.

Profesi saya yang baru itu adalah jualan flanel. Apa saya udah pantes disebut pedagang? Ehm suka-suka yang nyebut lah ya. Cuma saya lebih suka disebut sedang berkreasi, menyalurkan imajinasi (panjangan yak).

Di luar semua itu, belakangan ini, saya mendapatkan kebahagiaan baru, yaitu respon pelanggan. Dulu waktu awal-awal, saya sedih karena tas flanel buatan saya, kalau secara bentuk memang bagus, tapi soal kualitas jahitan dan daya tempel lemnya kurang. Jadi, mengecewakan pelanggan. oohh sedihnyaaa…

Nah, mulai dapat kripik pedas dari istrinya pak bos yang menjadi pelanggan pertama saya itu, saya bertekad menjadi lebih baik. Sekarang, Alhamdulillah mulai menuai hasilnya. Seneng banget dapat testimoni yang positif. Itulah kebahagian saya, memuaskan pelanggan. Mereka berani bayar mahal buat sebuah handmade yang sebenarnya bukan kebutuhan primer. Cuma buat keindahan mata aja…masa saya mengerjakan asal jadi. no no…saya akan merasa sangat tidak profesional..

SALAM HANGAT

JENKNA^^