apa lagi seeh!

soft tissue rheumatism

soft tissue rheumatism

yang terjadi sama aku sekarang adalah gelisah. Betapa tidak? divonis berbakat punya soft tissue rheumatism khususnya trigger thumbs, apa gak shock. namanya aja keren tapi gak buat rasa sakit yang menyertai gejala ini. cidera otot yang aku alami kemungkinan karena grakan yang repetitive, misalnya ngetik dikomputer saban hari. tapi lebih2 karena jempol kirinya sering pijit2 tombol lampu sen motor. kata dokter gerakannya tanggung jadi malah bikin cedera, di polin aja.
sejak vonis itu, anehnya bagian tubuh aku yang lain yang biasanya normal2 aja jadi banyak yang sakit misalnya kaki yang buat nginjek rem, atau telunjuk tangan kanan yang jadi tumpuan mencet tuts keyboard. duh, gusti, apalagi ini?
akhirnya, senin (25/8), aku memenuhi janji datang ke RSOP, untuk suntik jempol. kata dr Iman, mengingat aktifitasku sebagai wartwan yang padet, sebaiknya disuntik supaya cepet sembuh dan gak pake lama. aku sebenarnya sudah biasa disuntik, tapi kalau bagian tangan kayaknya baru kali ini, agak di pinggir telapak lagi. itu kan daerah senditive. ngeri juga. tapi karena ‘pelakunya’ dr iman, I trust him. dan memang sakit, cuma sakitku ini harus di obati, secara saban hari kan naik motor trus kalo gak ngasih lampu sen, bisa kacau perlalulintasan kita ini.
anehnya belum ada perubahan yung berarti, jempolnya masih tetep sakit, agak bengkak setelah disuntik. sembuh trigger thumbsnya tapi sakit karena bekas suntik, hiks. tapi wait n see ajalah, moga2 aku sembuh. lagian kata dokter, bakat itu gak bisa dicegah, ada juga menghindari pencetus. berarti gak naik mo tor dan gak ngetik dikomputer. wah berenti dong kerjanya.
yah aku akan menerima ini dengan lapang dada……..
Iklan

Namaku Bulan

ini peringatan bwt otaknya jenkna yang gak bisa kreatif. sebuah lagu tentang protes kepada pengedar polutan di bumi, dah hampir setahun gak kelar2. cuma beberapa bait aja. come on gals, hurry up.

…………………………………………….

Perkenalkan namaku bulan, sedari dulu ku kesepian, sementara ku lihat di dekat sana manusia berpeluk mesra. akulah bulan, kadang sabit, gerhana dan purnama. Perkenalkan namaku bulan, tak lama lagi ku kan berteman. Manusia berlomba ke arahku, berlari-lari darilah bumi.

dan selanjutnya, lagu ini mati. jenkna bener2 buntu!!!

bulan, meski manusia belum bisa idup di sana tanpa tabung oksigen, tapi jenkna kok yakin, bulan akan menjadi rumah kedua setelah bumi, jika tak ada lagi tempat berpijak. masalahnya, penduduk bertambah, tanah tidak. satu2nya tempat yang lumayan bergengsi untuk mengungsi ya bulan. menyedihkan….

lagu ini dah pernah jenkna rekam pake hape tapi hilang berikut hapenya. hiks2

Happy Bday Jenkna

weits….make a wish

weswhowsweswoswes….what are you thinking about in early mornin’ tomorrow honey? husband, love or job.? oh gosh, time like a bomb, duar duar, n then you very old likely.

hi jenk, udah berapa tahun menghirup oksigen ke paru2 mu?

adakah kamu bersyukur jenk?

bernapas bukan hal kecil, thats a big thing.

………………………………………………………………………………………………

setahun yang lalu, jenkna di rengasdengklok, deket banget sama tempat pembuangan bung karno. tapi jenkna cuma diem di rumah mas her aja (yang penuh masalah). hari itu jenkna masih nganggur. hanya mengandalkan angan2 ingin menjadi ini dan itu. hari itu juga zee belum sesukses sekarang dan masih bisa memberi jenkna surat berisi komik buatannya. jenkna dan zee sama2 tidak tahu cara menghabiskan waktu karena non job. hanya mencoba free talk pake mentari hingga pagi.  isinya juga omong kosong dua insan lontang-lantung. tapi jenkna bahagia, hari itu mendapat kayu cendana yang beraroma wangi. kata zee dari NTT. seumur2 jenkna belum pernah liat atau menyentuh cendana.

Tahun ini, jenkna justru tak punya waktu memikirkan ulangtahun. bertambah usia ternyata masalah juga semakin tidak sederhana. bahkan ingin tertawapun,jenkna takut. takut besok ketinggalan berita. lucu ya? tapi ini serius. setiap hari deg2an ketinggalan berita. ini penyakit jiwa yang perlu diobati.

ohya, lucunya, abang hargie lupa hari ulangtahunku. dua hari yang lalu, tiba2 dia menelepon dengan riang. “hepi bday ya dhe…!” owww, waktu itu aku sednag meliput ujian advocat. “Bang masih dua hari lagi,” aku cekikikan. kasihan, dia sangat malu. apakah dia akan menelon jenkna lagi ya???

harapan terbesar jenkna saat ini, ingin bahagia. kebahagiaan jenkna terenggut oleh waktu. jenkna tidak pernah bisa pulang ke rumah menemui, nenek, teman, saudara, bahkan ayah dan ibu.

ohya lagi, sudah saatnya memikirkan pernikahan jenk, yang serius gak guyon lagi. selama ini jenkna mengaku siap tapi sebenarnya hanya didorong rasa iri sama teman2 yang sdah menuju jenjang itu. padahal jenkna masih kanak2 sekali. dengan siapa? good question. shalat istikharah dulu ya…….jawaban menyusul.

tanpa telur, air, tepung, kopi dan tetek bengek yang bisa dibombardirkan ke badan jenkna oleh oknum2 yang sudah mempersiapkan itu (???), jenkna ingin mengucapkan

 

HAPPY BIRTHDAY JENKNAAAAAAAAAAAAAAA

NB: inget, kamu dah janji bantuin aglonema band bikin sampel lagu ke sony BMG. kamu harus bertanggungjawab atas anggukan kepalamu itu. hayooo, baru ultah langsung puyeng.

Eksekusi ini Membunuhku…

Kau membuat ku berantakan, kau membuat ku tak karuan, kau membuat ku tak berdaya
tiga kalimat d massive itu lagi ngalir banget ke aliran darah jenkna saat ini. Udah sebulan pikiran jenkna terkuras oleh sebuah nama Rio Alek bulo. gak nyangka kalo akhirnya berkenalan dnegan nama itu.

Dulu waktu jamannya jadi mahasiswa baik2 yang cuma tahu kuliah doank, jenkna gak pernah ngikutin berita kalo di Purwokerto pernah terjadi pembunuhan sadis terhadap seorang pengacara ternama Jeje Suraji di hotel rosenda baturraden, sekitar januari 2001. Kemana saja jenkna waktu itu??
yang khas pembunuhan dilakukan dengan cara memecahkan kepala korban pakai martil. so dijulukilah dia si martil maut.

Mana jenkna tahu setelah jadi wartawan kriminal malah harus menguntit perkembangan eksekusi mati dia. senang sih senang berasa wartawan beneran, kaya wartawan perang yang mesti licik ngatur strategi. main hide and seek sama pengacara dan kejaksaan. Berapa kali coba pengacaranya jenkna akalin biar dia mau sedikit memberi titik terang. yang susah mah kejaksaan, silence, great…

Waktu kayaknya cepet banget, baru kemaren kejaksaan ngasih tahu soal PK Rio yang ditolak MA, dan tidak adanya upaya hukum lagi yang berarti bahwa Rio sudah pasrah dieksekusi. eh tau2 abis ultah Kejari, perintah eksekusi dah turun dari Kejagung. Ancer2nya cuma agustus awal, sebelum tanggal 17 dengan tempat yang sangat rahasia di Purwokerto.

Waduh jenkna udah ngebatin aja nih bakal kerja rodi dan gagal pulang kampung. setiap hari mesti mantau kabar di nusakambangan plus purwokerto. tadinya berharap supaya dieksekusi di Nk aja biar gak ribet. tapi ya sudahlah, sudah wewenang kejari mau dimana. locus delictinya juga disni, kita ngikut aja man!

jadilah aku berkenalan sama banyak orang dan wartawan yang tadinya gak kebayang sama sekali. ada Pranoto Sh, pengacara Rio, ada Rina Wardani SH, istri Jeje Suraji, KAsi PIdum Sunarwan SH Mh juga ketemu bu kajari yang gak pernah ketemu sebelumnya (selama 8 bulan jadi wartawan), Diah Srikanti SH. Bahkan kenal sama orang yang belum ketemu muka sampai sekarang yaitu kepala divisi kanwil departemen hukum dan HAM jateng, Bambang Winahyo. ehm……seneng juga sih.

sedihnya aku mesti nongkrongin mereka kaya paparazi, mereka yang tadinya seneng ketemu akau mulai menghindar, bukan karena benci, tapi eksekusi mati emang sifatnya rahasia, jangan sampai keceplosan sama wartawan. Istri korban juga malah ngungsi ke jakarta, masih trauma sama Rio katanya. denger namanya aja gak siap, kasihan.

tapi kalo denger cerita pak pranoto, rio itu tetep punya sisi manusiawi juga yang akhirnya bisa nangis klo disebutin nama Tuhan dan disuruh ibadah. Dia juga punya istri dan tiga anak dalam usia relatif muda. dia berperan sebagai ayah dan bapak yang baik, tanpa istrinya tahu kalau Rio itu pembunuh berantai di bandung, surabaya, semarang, purwokerto dan selalu membawa kabur mobil korban untuk dimiliki.

aku mulai melihat file-filenya yang dulu, kumpulan kisah Rio yang ditulis mas Ari Adji, mantan wartawan radar banyumas. Ternyata, dia sangat kompleks, mudah tersinggung namun juga punya sisi lembut. Melihat tampangnya yang dingin itu kenapa jadi inget banag-abangku yang ada di jakarta ya.
ada kemiripin bentuk wajah dan badan. meski lihat foto, aku sudah membayangkan bagian mana yang akan ditempeli dokter bulatan sebagai tempat peluru.

aku merasa sesak saat membayangkan, dia dinaikkan mobil brimop dalam pekat malam ini. dan menikmati perjalanan beberapa jam ke purwokerto untuk satu tujuan, mati. seperti menunggu detik demi detik hilang dari dirinya, detik itu bukan milikku lagi………

hanan dan feldi dah di lapangan siap2 nyambut kedatangan Rio dan rombongan di LP purwokerto. jenkna? suruh jaga kantor. ngetik berita yang dikirim mereka. uuuuuh padahal pengen liat juga, kayak apa aslinya si rio itu. bagaimana tatapannya? jenkna ngeri juga kalau harus ke RSU, kebagian ngeliat jenazahnya doank.

kalo ngeliat fotonya yang terakhir yang menghadap kamera. jenkna jadi berpikir, kita mendapat banyak berita darinya. Dianggap hebat karena berhasil memuat kisahnya. tapi dia? dia tidak mendapatkan apa-apa dari publikasi ini, kecuali menjadi lebih terkenal dibanding sebelumnya. dan itu gak dibawa ke akhirat jenk…..

tapi bila eksekusi ini tak segera dilaksanakan, jenkna tidak akan tenang dan masih harus bergadang tiap malam. padahal kerjaan yang menungu masih banyak, bikin feauture, wanita, mesti nyicil nyari. gak cuma nongkrong di kejaksaan atau LP sampai bisulan.

okey keep fight, jenkna