Mitas Mitos

what is the myth? Mitos (bahasa Yunani: μῦθος– mythos) adalah cerita prosa rakyat yang menceritakan kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta dan keberadaan makhluk di dalamnya, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang empunya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional.Pada umumnya mitos menceritakan terjadinya alam semesta, dunia dan para makhluk penghuninya, bentuk topografi, kisah para makhluk supranatural, dan sebagainya. Mitos dapat timbul sebagai catatan peristiwa sejarah yang terlalu dilebih-lebihkan, sebagai alegori atau personifikasi bagi fenomena alam, atau sebagai suatu penjelasan tentang ritual. Mereka disebarkan untuk menyampaikan pengalaman religius atau ideal, untuk membentuk model sifat-sifat tertentu, dan sebagai bahan ajaran dalam suatu komunitas.

Itu kata mbah wikipedia lho yaaa..

Kalau menurut gue sih, mitos itu berhubungan dengan keyakinan seseorang terhadap sebuah peristiwa, yang bisa separuhnya atau bahkan seluruhnya dianggap sebuah kebenaran mutlak. Pasti dikait-kaitkan atau dihubung-hubungkan dengan kebetulan-kebetulan yang terjadi. Kalau ada yang menikah dengan weton tertentu trus ada mitos bakal bercerai dan beneran bercerai, pasti mitos tersebut semakin suburlah…padahal perceraian itu kan bukan karena weton tapi karena mungkin dipukul beton sama suaminya (KDRT maksudnya hehe)

Orangtua membohongi membudayakan mitos tertentu pada generasi muda setelahnya biasanya karena orangtua mereka dulu juga begitu. Turun temurun lah jadinya. alih-alih dimaksudkan untuk kebaikan sang anak, bisa jadi menjerumuskan anak pada kesesatan yang nyata hehe. Ya sesatlah, kalo nunjuk kuburan, jarinya disuruh dijilat supaya nggak busuk misalnya, lama-lama karena keseringan nunjuk, jarinya gepeng kebanyakan disedot dan kena air liur, sesat kan xixixxi

satu mitos yang familiar banget dikalangan orang berpacaran atau relationship apapun itu namanya adalah, jika memberi hadiah baju, maka nggak lama hubungan itu akan putus. kalo benda lain misalnya parfum, juga bernasib sama. wedewww…ada yang pernah ngalamin gak hehe…

Mungkin pernah dengar mitos begini ?

–  Makan sebaiknya dihabiskan jika gak ayam/ hewan peliharaan bakal mati.

–  Jangan makan terlalu banyak telur kalau gak mau bisulan

–  Jangan banyak makan tempe, ntar jadi tuli.

–  Jangan ngintip orang lagi mandi,  ntar bintitan.

–  Jangan kencing di kuburan kalo gak mau kenapa-kenapa dengan alat kelamin (entah itu sakit atau bengkak dsb).

– Jangan duduk di atas bantal ntar banyak utang.

– Bagi Perempuan jangan tidur tengkurap ntar susah dapet jodoh.

– Jangan duduk di lawang depan pintu, karena bisa susah dpt jodoh.

– Jangan duduk di pintu, Karena entar balik lamarannya.

– Jangan tidur sehabis sholat subur, ntar jadi bodoh.

–  Kalo nyapu yang bersih, biar dapet istri cakep.
– Kalau ada ayam jantang berkokok sore hari atau sebelum tengah malam, akan ada “pagebluk”(wabah penyakit) atau gangguan dari makhluk halus.

– Ada burung gagak terbang berputar-putar di atas rumah berarti akan ada penghuni rumah yang segera meninggal.

Gue sendiri bukan termasuk orang yang terlalu mikirin mitos. karena bayangin aja kalo hidup cuma buat melaksanakan mitos-mitos itu yang ada stres lah dunia..cuma yang perlu digaris bawahi kadang kalau nyokap ngomong apa, memberi peringatan dengan ilmu -titen-nya gue tidak pernah membantah dengan keras, karena biasanya omongan nyokap seringkali terbukti kebenarannya. misalnya kalo nyokap bilang gue mesti bawa mantel ya gue bakal bawa mantel, soalnya pas gue ngeyel eh ujung2nya gue basah kuyup kejebak ujan. emang lagi musim ujan sih, tapi gue suka ogah bwa mantel, ribet makenya, ribet bawanya.trus nggak keren kalo pas pake motor hehe…kaya batman gitu modelnya..

takzimnya gue sama semua perintah nyokap didasari pengalaman waktu kecil. dulu, nyokap gue pernah bilang, gue bawa gelas isi bubur kacang ijo tuh kudu ati-ati, apalagi masih panas. baru lima detik ngomong eh tu gelas meluncur dengan sukses ke lantai.pecahlah kena kaki gue. nangis2 bombay deh…

nyokap juga pernah ngelarang dua kakak perempuan gue, supaya nggak ikut waktu  bokap naik motor vespa. tapi mereka ngeyel. nggak tahunya, mereka mengalami kecelakaan agak parah. kakak gue yang satu malah sampe patah tulang dan giginya tanggal.

ya hal-hal kaya gitu, emang mungkin dah takdir. cuma gue ngejaga aja. feeling seorang ibu itu, dahsyat men…

Tapi soal mitos nyokap gue untungnya udah open minded banget, kalau mitos yang nggak ilmiah nggak perlu dituruti. kata nyokap gue, orangtua jaman dulu nakut2in anaknya pake acara ngelarang ini itu cuma buat ngejaga kelestarian alam dan sopan santun. caranya aja yang salah.

Nah…sebenernya dari tadi gue cuma pengen pamer kalo, gue baru dapet oleh-oleh kaos cakep dari si dia. trus gw takut ntar jadi ‘break’ gitu? nggak lah ya..bersatu atau bercerai itu harus karena alasan-alasan logis bukan karena mitos…apalagi trus dihubung-hubungkan supaya nilainya menjadi benar…oh menggelikan sekali..

i just wanna say..Makasih ya sayang kaosnya..love youuuuu

aku suka kaosnyaaaa

Iklan

Damai Please

Dalam sebuah hubungan, pertengkaran memang tidak bisa dihindari. Jika tidak hati-hati, masalah kecil akan menjadi besar. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, simak tips mendinginkan suasana ini.

1. Tenang. Ambil jeda waktu beberapa menit ketika muncul perasaan ingin ‘meledak’. Anda bisa pergi ke ruangan lain dan lepaskan ‘ledakan’ itu di sana. Bila perlu, ambil waktu lebih panjang. Setelah tenang, temui kembali pasangan dan selesaikan masalah dengan kepala dingin.

2. Hindari Kata ‘Selalu’ Dan ‘Tidak Pernah’. “Kamu selalu begitu” atau “Kamu tidak pernah mengerti perasaanku”. Ucapan ini sering terlontar ketika kita marah pada pasangan. Padahal, penggunaan kata-kata ini akan semakin memperuncing pertengkaran. Hindari ucapan tersebut atau coba katakan lebih spesifik dan jelas.

3. Stop Berultimatum. Apa pun masalahnya, pertengkaran bukan akhir sebuah hubungan. Jadi, jangan mengeluarkan ultimatum atau mendeklarasikan hubungan Anda telah berakhir. Fokuskan perhatian pada inti masalah. Jangan biarkan diri Anda terbawa suasana.

4. Jangan Katakan “Aku benci Kamu”. Apa pun yang Anda rasakan saat bertengkar, jangan pernah sekali pun mengeluarkan ungkapan benci. Apalagi jika sebenarnya Anda tidak bermaksud seperti yang Anda katakan. Ungkapan seperti, “Aku benci kalau kamu bersikap seperti itu”, akan lebih enak didengar dibandingkan “Aku benci padamu”.

5. Toleran. Taktik bagus untuk menenangkan dan mendinginkan suasana adalah dengan berkata lembut dan halus pada pasangan yang sedang ‘panas’ hati. Bersikaplah lebih toleran, sabar dan tempatkan diri Anda di posisinya. Jika Anda tak pernah melakukan hal ini pada pasangan, jangan harap dia akan berbuat sama pada Anda.

6. Jangan Akhiri Pertengkaran Dengan Pertengkaran. Maksudnya, jangan mengomentari pertengkaran yang telah lewat secara berlebihan. Tidak penting siapa yang mulai menyela atau berteriak, jika Anda dan dia telah setuju dan berdamai. Hentikan tindakan atau ucapan yang dapat menyulut pertengkaran baru.

7. “Maaf”. Kata ini memang memiliki kekuatan magis yang besar dan bekerja sangat baik dalam menyelesaikan pertengkaran. Mintalah maaf kalau pernah berlaku tidak baik selama pertengkaran, meski Anda merasa tidak bersalah dalam pertengkaran tersebut.

***********

Selama ini, itulah yang aku praktekan. tapi tetap saja kadang tidak berjalan dengan baik. apalagi untuk hubungan jarak jauh yang tidak memungkinkan kita menatap langsung wajah maupun matanya. sehingga tidak begitu jelas binar matanya sedang kecewa, sedih atau apa.

yang paling sulit adalah poin DUA. pertengkaran acapkali karena perilaku yang berulang. jadi otomatis mulut akan bilang, kamu selalu begitu, tidak pernah mau tahu bla bla bla…ternyata kata-kata ini terbukti menambah runyam keadaan. Yang timbul adalah egoisme, merasa PALING..dicari siapa yang paling sering mengalah atau menderita. muncullah sifat membandingkan…padahal di hati mah udah kepengen banget baean, tapi mulut nyerocos kaya cabe rawit 🙂

selama =bersitegang= alhamdulillah belum pernah keluar kata-kata seperti aku benci kamu.  aku memakai logika yang dibalik, seperti aku begitu karena aku sayang kamu lho…aku seperti ini karena ekspresi rindu yang besar buat kamu, misalnya seperti itu. seseorang pernah berkata, rindu membuat hubungan menjadi rentan. maksudnya sih kangen tapi munculnya jadi merasa kurang diperhatikan, terjadilah ngambek. padahal kan awalnya positif ya, rindu yang lahir dari perasaan cinta eh malah jadi jengkel.  aku boleh dikatakan nyaris tidak pernah bertengkar lalu mengeluarkan kata benci  soalnya, memang tidak ada yang layak dibenci dari dia. sekalipun ada, bukan prinsip…apalagi jika punya pasangan yang juga sangat menghargai kekurangan. pasti mulut akan lebih hati-hati soal kata benci membenci

Kesulitan yang sampai sekarang masih kerap belum teratasi adalah…bersikap toleran. minta maaf udah, tapi si dia masih ngambek, moodnya belum kembali seperti semula. padahal pilihan katanya udah lembut banget. berasa ngobrol sama dinding yang dingin dan angkuh. ujung-ujungnya paling cuma bisa nangis…bingung soalnya mau digimanain lagi, diajak ngobrol jawabannya masih seputar “hem”, “iya”,” nggak”, “nggak tahu”, “begitulah”, pendek-pendek banget, sedangkan hati udah pengen cepet-cepet adem…kalau nggak sabar dan nggak tahan sih pengen teriak…mau lo apaaaa hehe…tapi nggak lah…harus tetap bisa menahan sekuat hati…karena dia sebenarnya sudah tidak marah, cuma sulit bersikap biasa lagi aja. percaya saja bahwa perasaanya tidak berubah, si dia tetap mencintai kita, hanya sedang tidak suka dengan salah satu sikap kita. dengan begitu, kata putus, cerai, bubar, bisa dihindari. kalau kata salah seorang teman ketika melihat ada pertengkaran adalah “Lha wong cinta ya begitu” orang yang mencintai kadang cenderung bersikap menyakiti…meski ada yang bilang juga, mencintai tidak akan menyakiti….tapi dalam hidup itu tidak mungkin mulus terus, realistis lah…toh memang ada batas-batas yang nggak boleh dilanggar…kalau sudah main fisik, memang ada baiknya dipikirkan untuk bubaran saja hehe…

Setuju banget kalau bagian terbaik dari sebuah pertengkaran adalah saat berbaikkan. Jadi, berbaikanlah. Nyatakan perasaan cinta Anda dan peluk dia!

SUMBER : ini

And i love you so

Biasanya laki-laki selalu berkata, tak perlulah selalu dikatakan, toh kau sudah tahu apa yang tertanam dalam hatiku. Tapi perempuan sering punya jalan berpikir yang berbeda, dia dengan sifat “venus”nya selalu membuat penegasan-penegasan. Memang, jika berlebihan akan sangat membosankan, tapi jika tidak diungkapkan juga terasa sakit sendiri di hati….

Dan cinta….lebih seperti kerupuk yang pasti hancur jika digenggam terlalu erat. dia tidak seperti bola karet yang lentur, hingga mudah kau apakan saja. Renggangkan sedikit genggamanmu supaya tidak menyesakkan dadanya…

sebenarnya…aku ingin mengatakan, betapa cintanya sudah sangat menyentuhku….hingga aku sulit memunggunginya. aku ingin selalu menatap ke arahnya dan membenturkan segala apa adaku hanya pada dekapannya….

Tapi kadang sulit mengungkapkannya….jika hatimu sedang terluka…

And I love you so,
The people ask me how,
How I’ve lived till now
I tell them I don’t know

I guess they understand
How lonely life has been
But life began again
The day you took my hand

And yes I know how lonely life can be
Shadows follow me
The night won’t set me free
But I don’t let the evening get me down
Now that you’re around me

And you love me too
Your thoughts are just for me
You set my spirit free
I’m happy that you do

The book of life is brief
Once the page is read
All but love is dead
This is my believe

I don’t Like Konvoiii

first, selamat ya buat ade-ade SMA yang abis lulusan…ayo jadi generasi yang nggak malu-maluin diri sendiri dan bangsa.

Second, lagi gemes aja ngeliat aksi konvoi motor abis lulusan kemarin plus aksi corat caret pake pilok. Honestly, i dont like it.

Sabtu sore, aku nganter nyokap nyari socade (manisan dari pepaya) buat bikin kue sakura. Pas mau nyebrang jalan raya, sumpeh susah banget karena ada konvoi anak-anak sekolah (mayoritas cewek) yang baru acara lulusan. Padahal udah jam lima sore lebih. Mereka dari arah selatan, kayaknya sih abis dari pantai gitu.

Cewek-cewek pake motor yang berisik banget, nggak pake helm, udah gitu badan dipilok semua. Mereka sengaja klakson kenceng-kenceng pas ada orang yang mau lewat atau sekedar karena berada di jalan yang sama kaya mereka. Busyettt, penguasa jalan bangett…ehm…pengen banget deh bilang di depan mukanya, eh emang abis ini lo bisa apa cari  duit apa. tapi nggak berani, secara mereka banyakan, kalo mereka genk motor gimana. biar kata saya ini karateka, kan dikeroyok banyak  orang serem juga hahahahhaha…

Nggak tahu kenapa, mau dipaksa bagaimana, hati memang nggak cocok sama hal begituan. Dari SD udah jadi anak yang taat aturan, taat orangtua, taat guru banget. Yah, namanya sifat dasar emang pasti susah buat diilangin. Jadi pas SMA, juga nggak ada tuh acara corat caret apalagi konvoi nggak pakai helm keliling kota. Yang ada juga pulang lulusan, ngebakso sama temen-temen…xixixi, pakaian dijamin bersih sampai rumah. Dalam pikiran udah ngebayangin pakaiannya mau disumbang kesiapa gitu. Eh, bukannya sok alim, tapi emang sayang, baju sekolah kaya gitu laku banget sama petani buat ke sawah taukkk…kotor tapi lebih bermanfaat kan?

Waktu abis pengumuman, bahkan jauh sebelum itu, malah nggak kepikiran mau konvoi. Padahal ada juga yang ngajakin. Tapi udah sibuk mikirin gimana caranya bisa lolos UMPTN di universitas negeri. soalnya itu syarat bokap mau nguliahin. Bokap kan cuma PNS, nggak sanggup biayain kuliah di swasta. Karena gagal masuk Univ lewat jalur khusus (dulu namanya PMDK) yang tanpa tes gitu, mau nggak mau harus lewat UMPTN.

Abis kuliah juga, nggak ada pikiran ngerayain secara macem-macem karena udah terlanjur malu udah gede tapi masih nodong duit sama ortu. Jadi harus cari kerja secepatnya.di luar negeri anak 18 tahun juga udah pinter nyari duit sendiri, apalagi 22 tahun kaya aku pas lulus kuliah.

Selama masih dalam batas wajar, corat-caret sebenarnya nggak masalah. ekspresi kan bentuknya macam-macam, aku juga kalo mau berekspresi dicegah, rasanya bakal gondok bukan main. tapi kalo udah konvoi trus anarkis, mengganggu pengguna jalan, ngelanggar peraturan, nah itu yang njengkelin banget. Ada yang beralasan, polisi aja nggak bisa mencegah tradisi itu, apalagi pihak sekolah. jadi, karena dirayain cuma sehari ini, nggak masalah mereka mau konvoi dengan cara aapapun. ternginang-ngiang lagi ; CUMA SEHARI INIIII

Tadi baru dapet informasi dari wartawanku, kalau ternyata beberapa diantara mereka juga minum-minuman keras. ngakunya sih sedikit, nggak sampe mabok ah namanya juga pengakuan. Padahal ya, pas mau ujian, pada sujud-sujud di depan orang tua, nangis-nangis, muhasabah, ngaji,  dan sejenisnya, tapi abis lulusan kayanya menguap semua rasa syukur itu…kontras banget yak…

Oke, aku sih nggak mau mengeneralisir. tapi setidaknya hidup itu harus benar-benar digunakan secara bijak. Aku aja yang sekolahnya telaten, nggak macem-macem, nganggur lama banget nggak dapet-dapet kerjaan. jadi nggak semua yang mengambil jalan hidup seperti aku juga sukses, sedangkan temanku yang pas SMAnya doyan ngobat, mabok, main cewek, main judi, ternyata bisa masuk universitas bergengsi, dan sekarang jadi orang sukses. kita emang nggak bisa tahu persis masa depan akan seperti apa. tapi kita dikasih jalan membuat sketsanya, paling tidak kerangkanya. badung boleh, tapi jangan lama-lama. karena ada yang bilang, orang nggak bakal tahu itu bener kalau belum melakukan kesalahan (hehe yang bilang itu…pacar saya yang ganteng…xixixi). jadi orang yang lurus, juga jangan lurus-lurus tapi nggak terarah, aku contohnya. kuliah doang tapi nggak berpikir kreatif gimana biar bisa hidup mandiri, cepet dapat kerja atau bikin usaha,  jadi lama deh nganggurnya…

hanya orang-orang yang bekerja keraslah yang menuai hasil sesuai dengan kerja kerasnya itu. mungkin dia pernah salah jalan, tapi ketika segera bertekad memperbaiki diri, nyatanya jadi hebat dan sukses..Remember, nggak ada kesuksesan buat orang yang cuma ongkang-ongkang kaki…

yah, once more…ekspresikan kesenangan sewajarnya, letupkan sampai batas yang sekiranya tidak sampai melupakan Zat yang menghembuskan nafas ke tubuh kita. nafas itu cuma dititipin bentaran doang…dan nggak dijual di toko manapun serepnya.

Nite, salam cinta ^^

Sakitnya Jatuh Cinta

Dulu, saat aku “katanya” jatuh cinta…aku tidak pernah mampir ke artikel ini. seandainya aku tahu, aku tidak perlu panik dan mendatangkan sahabatku Avis yang seorang dokter untuk memeriksaku. Karena, sungguh, saat itu, dadaku terasa nyeri..aku tidak yakin, cinta membuatku begitu sakit. olala, rupanya tubuh bisa bereaksi kimia begitu rupa…

Bisa dilihat Disini

Aku hanya mengenal cokelat yang katanya bisa menimbulkan perasaan senang setelah memakannya. Makanya, cokelat identik dengan cinta yang menyumbangkan perasaan yang sama, membuat otak bekerja begitu riang.

Mana aku tahu kalau reaksi kimia tubuh ketika seseorang sedang jatuh cinta itu macam-macam. Dopamin, oksitosin, norepinephrin dan phenetylamine, bekerja aktif membuncahkan berjuta rasa.

Seperti yang ditulis di kompas.com, aku mengalami hal yang kalau boleh aku bermohon tak ingin ku alami lagi. Lebih baik, jatuh cinta membangkitkan semangat bekerja dan memotivasi hidup, bukan membuat hidup terganggu seperti yang pernah aku alami.

Sulit tidur
pekerjaanku sebagai wartawan nyaris 24 jam, tapi rasa lelah tidak serta merta membuatku mengantuk. aku justru sulit terpejam, apalagi jika belum mendengar suaranya. otakku terus berputar soal dia dia dan dia. itu sangat menguras energiku..moodku pun jadi gampang jungkir balik. Bisa manyuuuunnnn seharian, tapi bisa senyum tiada habisnya…

Tak nafsu makan

Yah, perutku terasa mual. sangat sulit menelan makanan. bahkan makanan favoritku, bakso, yang sedang ngebul2 panas dan beraroma sedap, hanya aku lihat tanpa aku sentuh. aku mendadak sulit menelan. perut sebenarnya perih tapi seolah kenyang dan sebah. Saat itu Avis langsung memvonisku, sayang kamu memang benar-benar jatuh cinta. Hah…aku menolak perasaan itu. Vis, sepertinya bukan cinta tapi obsesi…kataku..

aku terobsesi ingin lebih dekat dengan orang itu apapun caranya, ingin bertemu bagaimanapun keadaannya, yah pikiran-pikiran yang sepertinya harus terpenuhi saat itu juga..

Sulit konsentrasi

Pekerjaanku kacau. Padahal, tugasku adalah wawancara, menulis berita dan mengeditnya. Aku merasa komplain pembaca makin meningkat saat itu. Ada saja yang salah, baik focus maupun locus delictinya. Pikiranku didominasi dia, segalanya dia. Buatku, satu tanda seru darinya saja menjadi begitu penting, harus dipikirkan. badanku di depan komputer, tapi jiwaku sedang berkencan dengannya…

Dada terasa nyeri

Setiap mengingat wajahnya, suaranya bahkan namanya, tiba-tiba ada rasa nyeri di dada. Semakin hari aku semakin takut kena serangan jantung. Sungguh! Hidupku yang dinamis tiba-tiba berubah menjengkelkan, karena mengalami dua hal secara bersamaan, tak doyan makan dan nyeri di dada…itu membuatku menjalani hari-hari seperti pesakitan yang gairahnya hanya berpikir soal mengejar cinta..di luar itu rasanya tidak selera…

Ketika seseorang merasakan dada terasa seperti tertekan dan nyeri, bisa jadi itu merupakan serangan panik. “Saat sedang jatuh cinta, sirkuit otak yang aktif adalah yang berkaitan dengan kecemasan dan panik,” kata Fisher.  (begitu tulis kompas.com)

Ah tapi akhirnya aku terbebas juga dengan bentuk jatuh cinta menyiksa seperti itu. Aku mampu melewatinya. Kurang lebih dua bulan. Sebenarnya cukup lama…buang-buang energi…

Aku mengklaimnya lagi-lagi sebagai obsesi bukan cinta. Jadi aku menepikannya cepat-cepat. Beruntung, tak lama kemudian, aku menemukan cinta dalam kemasan yang berbeda, tanpa disertai rasa sakit. Yah kadang-kadang memang terasa nyeri ketika merindukannya. Tapi hari-hariku sama sekali tidak terenggut untuk terlampau memikirkannya. Aku masih bisa berkarya, semakin termotivasi malah, karena dia selalu memberiku inspirasi menulis..

Kalau boleh, cukup sekali reaksi kimia seperti itu…jatuh cinta, meski namanya jatuh, tidak haruslah menjadi sakit….segala sesuatu yang berlebihan tidak sehat untuk jiwa dan raga.

Cerita Saat Sakit

Lama tak bersentuhan dengan blog….baru keserang gejala tipes lagii 🙂

And The Story Goes…
Sejak Sabtu (12/5), emang udah ada yang aneh sama badan gw. Kaya gejala masuk angin. Habis dikerok, bukannya membaik eh malah menggigil. Padahal klo masuk angin biasa, diminumin cairan obat herbal yang katanya cuma orang-orang pinter yang minum itu, udah beres.

malam merambat, semakin malam, badan semakin panas. pas gw ngaca omigot, muka dah pucet tapi rasanya membara di dalem tubuh, bibir pecah-pecah, ditambah batuknya nggak berhenti-berhenti. hasilnya, dari jam 2 pagi ampe subuh gw gak tidur sama sekali, begadang nemenin batuk eh ditemeni batuk.

paginya, nyokap udah ribut nyuruh gw periksa ke dokter. Padahal dua hal menakutkan dalam hidup gw adalah periksa ke dokter dan minum obat. gw bisa stres berat kalo disuruh minum obat. traumaaaaaaaaaaaaa. hal ini bermula sejak, dahulu kala…waktu gw umur 16 tahun, lagi cantik-cantiknya tuh haha, kena cacar air. yang namanya cacar air kan lama banget sembuhnya. hampir sebulan minum obat. masalahnya dari kecil gak biasa nelen obat pake air. tapi digerus trus dikasih gula bru dikasih air dikit. minumnya pake sendok. kaya minum puyer gitu deh. dulu kan tenar banget tuh puyer bintang bintang sama cap kapal kapalan (diplesetin biar gak ngiklan). itu terbawa sampe pas gede, bisanya pake pisang. itupun dengn perjuangan super berat. kadang pisangnya masuk obatnya ketinggalan masih dilidah. kadang dua-duanya masuk tapi berasa masih ngeganjel ditenggorokan. kadang gw muntahin lagi karena keburu mual. dan yang lebih sering adalah obatnya ngga masuk, tapi gw muntahin…gw gak suka pisaaaangggg. jadi betapa menderitanya gw. harus menelan apa yang tidak gw sukai.

itulah sebabnya gw ngebantah yokap. berusaha tegar dan meyakinkannya bahwa gw cuma batuk biasa. paling radang tenggorokan. gw berusaha searching diinternet, obat alami yang nggak pahit, gw berusaha menjadi dokter buat diri gw sendiri. hahaha cita-cita waktu kecil yang gak kesampaian soalnya.

pertama, gue mikirnya gw pasti kena radang tenggorokan. karena selain demam, badan gue linuuuuuuuuuuuuuuuunya minta ampun. sendi-sendinya kaya dipelintir gitu.kalau radang tenggorokan bisa larinya ke demam rematik. nah, gue mesti nurunin demamnya dulu, sambil pelan-pelan ngatasin batuknya. trus gw minta nyokap, beliin buah pear sama pepaya.

pear menurut penelitian bisa menurunkan panas (mungkin karena dia mengandung banyak air ya), trus bisa mengatasi radang, juga infeksi. Sedangkan pepaya bisa mengatasi batuk berdahak juga. yah informasi mbah google itu gw yakini aja kebenarannya. Setelah itu, gw lahap itu pear kaya orang kesetanan. selang-seling ama pepaya. trus gw selimutan. emang iya sih..dalam waktu yang gak pake lama keringat sebutir-butir jagung keluar bersamaan dengan turunnya panas gue. tapi, setelah dirasa-rasa yang turun cuma panas dipermukaan kulit, panas dalamnya belum, hidung masih pengar. mata masih panas. tapi whatever sejauh ini usaha gw berhasil kan…

nyokap juga nyuruh gw minum sirup obat batuk langganan keluarga. jadi bersatulah antara pear pepaya dan obat batuk. selese? hoho belom. gw masih aja nggak enak body gitu. dan memanggil tukang urut langganan gue sekalian minta dilulur, udeh sehari kagak mandi haha. badan rasanya sakit semua pas dipencet2 pake tenaga dalam dia. setelah itu, gw bisa tidur dengan nyenyak..

berasa enteng sedikit, gw langsung sok sehat gitu. Jadi gw nekad ke kantor. lagian, kebiasaan gw eh maksud gw, didikan keluarga gw dari kecil adalah dilarang BOLOS kecuali dalam keadaan mendesak. makanya gw pas sekolah jarang banget bolos. pilek-pilek dikit masih harus masuk. klo udah ga bisa bangun dari tempat tidur baru boleh minta ijin. padahal ya temen-temen gw yang lain. klo nyokap bokapnya mau plesir kemana gitu, pasti dia diijinin sehari supaya bisa ikut. gw mah sekolah nomer wahid…hahaha. curcol..

Takut gw kenapa-kenapa di jalan, nyokap minta bokap nganter gw ke kantor. udeh persis kaya anak sekolaan.malu tp mo gimna lagi.emang pas kena angin rasanya dada gue langsung nyesek gitu. kulit juga terasa dingin.bener aja, baru masuk kantor bentar, gw demam. waduh pake acara kliyengann segala. akhirnya gw majuin jadwal makan malam gw jadi jam 6 abis itu cepetan minum sirup obat batuk. perlahan panasnya mulai turun. tapi keringetnya yang banjir malah bikin gw lemes kaya kehabisan cairan. mana wartawannya ada yang lemmoooooooooooot banget, nulis satu berita ampe setengah jam lebih. harusnya bisa kelar gedit jam 9, ujung-ujungnya kelar jam 10 juga. Nah, acara demam tapi ngotot masuk kantor berlangsung ampe dua hari. abis itu gw nyerah.

takut makin lama makin parah dan kasihan ngelihat nyokap capek ngerawat gw, akhirnya gw mau diperiksa hoho finally. tapi nggak ke dokter.cukup ke bidan. hellooo…padahal sahabat gw sendiri dokter. dan dia pernah mengkritisi praktik-praktik bidan yang sudah melampaui tugas dan fungsinya. sekrang, bidan tidak hanya mengatasi soal kehamilan, melahirkan dan seterusnya tapi mengobati penyakit lain. Dia praktek dengan cara yang tidak berbeda dengan dokter. kalau singkatnya sih agak “mengambil alih” peran dokter. pdahal dari segi keilmuan, dokter umum sama kebidanan tentu berbeda. hehe gw sih nggak mau mengkritisi, mendebat soal itu ya. gw cuma mo jujur aja, klo kesembuhan itu pokoknya murni dari Sang Pencipta sementara perantaranya bisa macam-macam. dan kita sendiri perlu sugesti buat sembuh.

dalam sugesti gw, klo kita nyaman sama orang ini, lalu berkeyakinan Alloh SWT akan segera memberi kesembuhan. Insya Allah sembuh.oraang jawa bilang kadung cocok. jadi emang bener lho ada istilah cocok-cocok-an. jadi panjang bin lebar lagi nih. dulu nggak jauh dari rumah gw ada seorang mantri –mungkin setingkat perawat– ya. udah almarhum sih. tapi udah kaya dokter keluarga gw. waktu nyokap kena liver dan harus bed rest sebulan. dia yang meriksa dan ngerawat nyokap. gw juga kalo sakit selalu berobat ke sana. pasiennya juga lumayan banyak. karena selain ramah, ringan tangan, orangnya humble bisa diajak ngobrol konsultasi gitu. ya wajarlah pasiennya ngerasa di’orangkan” kadang dalam perasaan gw pas lagi sakit, baru sampai depan rumahnya aja gw merasa udah sembuh karena bakal ngelihat senyumm lebarnya, sambutannya yang ramah dan sebagainya. hati gw adem duluan.

nah, nggak ada bedanya ama bidan yang satu ini. kebetulan sih masih ada hubungan sodara dari bokap. jadi kalo periksa kayanya agak dimurahin gitu hahaha.gw itu kan udah trauma duluan sama obat. jadi gmana caranya, dapet obat yang kira-kira nggak begitu menyiksa gw. pas di rumah sakit gw inget banget obatnya banyak gede-gede lagi. pake antibiotik segala yang kudu abis kan..jadi gw harus dapat orang yang mau mengerti kesulitan gw ini..

Bu Bidan (BB) : gejala tipes lagi nih mba
gw : masa lagi, bukan ah, cuma batuk kali (ngeyel biar dikasih sirup doang)
BB : Katanya kalau malam panas, lidahnya juga udah putih gitu
gw : (pasrah) bu bisa disuntik aja nggak, tapi nggak usah minum obat.
BB : geleng-geleng.
Bu bidan mulai menggunting bungkus obat. memasuk-masukkan tablet obat berwarna kuning berbentuk besar yang bikin dada gw berdebar keras.
gw : (memasang muka mau nangis) nggak mau tablettttttt
BB : kapsul bisa?
Gw : ya deh kalau kapsul.(sambil nelen ludah)
BB : ya udah buat penurun panasnya, yang tadi tablet diganti paracetamol sirup buat anak. kalau nggak mempan satu sendok, makan dua sendok. kalau udah nggak panas.. stop aja minumnya. ini obat batuknya juga sirup. pil ctm udah kecil banget nih pasti bisa lah nelennya, katanya nggak bisa tidur.
DEAL. dua obat yang harus ditelan dan dua sirup. masih bisa dikompromilah.

Nah, kira-kira ada nggak dokter bisa diajak kompromi begitu hehhehe. yang penting pasien senang bahagia kan bisa cepet sembuh. gw jadi nggak berat-berat amat minumnya. cuma kapsul satu, ctm distop karena dah bisa tidur, paracetamol juga distop karena dah ga panas, trus sirup obat batuk deh.

Alhamdulillah gw berangsur membaik…emang gw bandel sih nggak dengerin kata nyokap suruh periksa waktu awal-awal kerasa nggak enak. ya abisnya masa dikit-dikit obat. ntar badan gw kaya pabrik kimia berjalan dong ya haha..

eits tunggu..penderitaan gw belom berakhir…karena tiba-tiba…

bokap : nih cacingnya (katanya kalau tipes obatnya cacing yang udah dibikin serbuk dan dimasukkin ke kapsul). yang itu herbal sebelum makan. yang cacingnya sesudah. sekali makan dua.
Gw : tapi…
bokap : harus dimakan, mahaaaaallllllllllll tauuu
gw : (dalam hati) gw gantiin duit aja kalo gitu hahhaha suer tekewer-kewer relaaaa.

obatnya bener-bener segepokkkk aaaaaaaaaaaaaaa!!!

Semoga udahan ya sakitnya….:)

Sumpit = Harga Diri

Mari dengarkan kisah saya tentang sumpit yang sumpritttt penuh aroma dendam di masa lalu hahaha..tapi saya sangat berterimakasih pada orang ini, berkat dia, saya dan sumpit kini bagaikan sahabat sejati…

Banyak orang yang tertampar harga dirinya setelah diejek karena bentuk fisik, karena kapasitas otaknya dan karena isi dompetnya. Berjuta alasan lainpun ada. Tapi tiga sajalah…yang paling global. Tapi yang saya alami ini, agak sedikit “unik”.

Jaman kuliah adalah jaman-jamannya hal baru. Style, habit, bahasa semua bisa berubah karena lingkungan. Saya yang di rumah tenggorokannya langsung agak-agak gatel makan mie ayam, jadi mulai doyan makanan pinggir jalan ini. Saya yang selalu tertib makan pake sendok, agak iri ngelihat temen yang makan harus berpasangan pake sendok dan garpu (CATAT : harus ada garpunya biar afdol). Dan….tentu saja, saya yang gak pernah makan pake sumpit, mulai penasaran gimana make sumpit yang benar.

Suatu hari, temen kosan saya sedang makan mie, saya juga. Nah, celetukan dia ini yang bikin saya emosi tingkat naga, meskipun hanya saya pendem dalam hati. Secara personality, saya memang dari awal agak kurang sreg ama nih orang. Ya namanya, like n dislike emang alami mengalir begitu saja.

Jenkna : (lagi makan mie pake garpu sama sendok) ah, pengen nyoba pake sumpit (terseok2 pake sumpit, kaku aneh dan gagal)

Dia : Kamu orang KEBUMEN, mana bisa pake sumpit. (muka datar serius sambil nerusin makan dengan lahap)

Jenkna: (bengong nggak bales ngomong apa-apa) tapi dalam hati saya berjanji akan menaklukan itu sumpit dan nunjukkin ke dia kalo its very easy!

Hem,,,,,buat sebagian orang, itu mungkin kata-kata sampah. not important at all. Nggak ngusik harga diri sama sekali. Tapi pada keadaan itu, entah kenapa, saya terusik. Mungkin, karena dia bawa-bawa nama kota tempat tinggal saya. Dia adalah orang Cilacap, saya merasa dia menilai dirinya lebih tinggi. dia seperti menyamakan Kebumen dengan Ndeso..hohoho..pikiran anak kuliahan yang sempit, isn’t it? jadi ini perang antar kota, suku, derakat, kasta, kelas ato apa sih… hahahha.

Whatever, So, sejak hari itu juga saya belajar begitu giat memakai sumpit siang malam.Nggak sampe seminggulah lancarnya.Setelah bisa, saya malah melupakan semuanya. Saya sudah lupa dengan dendam tadi. Serba biasa saja, tidak exciting lagi. Saya juga tidak berusaha menunjukkan kalau saya sudah bisa bersumpit ria di depannya. Semua seperti selesai tanpa ada yang perlu dijelaskan dan tunjukkan.

Bisa menggunakan sumpit, adalah manfaat bagi saya. itu cukup. Ada yang jauh lebih penting dari soal show off yaitu proses belajar. Jadikan ejekan sebagai motivasi untuk meraih sesuatu. Tapi jangan menjadi orang yang selalu mengikuti n harapan orang lain, karena itu tidak mungkin. Orang lain hanya bisa bersimpati, tapi tidak benar-benar berubah menjadi diri kita saat bahagia atau sedih…semua bakal kita hadapi sendiri..

Salam cinta ^^

Jenkna