Orang Jepang Itu….

poto abis wawancara

poto-poto abis wawancara

Dipo Star Finance Hadir di Purwokerto

PURWOKERTO-PT Dipo Star Finance (DSF), sebuah perusahaan pembiayaan di bidang otomotif kini hadir di Purwokerto. Peresmian DSF sebagai cabang Ke-26 di seluruh Indonesia dan Ke-3 di Jawa Tengah, digelar Selasa (25/1). Hadir dalam peresmian tersebut Mr Takeshi Suzuki, Pres Dir PT DSF dan Mr Masanori Uchimura, Direktur PT DSF.
Takeshi Suzuki menjelaskan, pihaknya percaya jika kota Purwokerto merupakan pasar yang potensial di wilayah selatan Jawa. Apalagi cakupan areanya meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen. PT DSF hadir menjadi bagian dari bisnis warga Purwokerto dan mendukung bisnis mereka. Sebelum membuka cabang di Purwokerto, PT DSF sudah beroperasi lebih dulu di Semarang dan Solo.
“PT DSF diharapkan bisa memfasilitasi pembiayaan otomotif masyarakat di Purwokerto. Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar kota seperti Semarang, Solo, atau Jakarta,”terang Takeshi Suzuki.
Segmen pasar PT DSF sangat luas. Meliputi perorangan atau pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan angkut (commercial car) dan perorangan maupun perusahaan yang membutuhkan alat berat (heavy equiptment).
“Sejak bulan September 1992 PT DSF berubah menjadi perusahaan Joint Venture seiring bergabungnya Mitsubishi Corporation sebagai shareholder. Hingga hari ini, kami telah menjalankan bisnis pembiayaan selama 27 tahun,”jelasnya.
Dalam Opening Ceremony, dilakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan pada Head Office Branch DSF Purwokerto, Joko Purnomo. Dilanjutkan dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Takeshi Suzuki disaksikan, Masanori Uchimura, Grandiadi Taufik, Regional Manager Surabaya Area, serta tamu undangan. Setelah itu, undangan  berkeliling melihat kantor DSF Purwokerto.(ina)

Kangen liputaaannnnn…:) jadi pengen mengenang masa lalu. Emang dasar manusia, pas jadi wartawan, suka mikir capek ah di lapangan pengen naik jabatan jadi redaktur, biar nggak berpanas-panas ria. Giliran jadi redaktur, bosen di kantor mulu, ngadepin komputer pengen turun liputan lagi. hehe

Berita DSF di atas kebetulan aku yang liputan. Sebagai wartawan desk ekonomi bisnis, aku biasa meliput acara launching. Seneng sih, fun gitu liputannya. beda waktu ditempatin desk di kriminal. waduh tiap hari liatnya terdakwa, tersangka, hakim, jaksa, pengacara, belum lagi mayat korban tabrakan, korban kesetrum listrik dan yang berdaarah-darah, too serious, tegang mulu…

Kalau Eksbis (singkatanya ekonomi bisnis) kan lebih ke peluncuran produk, kuliner, peresmian apa lah dan berbau seremonial. Apalagi kalau si narasumber pesen koran sekian eksemplar, atau pasang iklan atau pasang berita iklan waaaahh senangnyaa xixixixi…Beda kan kalau di kriminal atau desk floating, masa ada terdakwa yang pesen koran hahaaha…kecuali pengacara yang pengen nampang sih masih mungkin…jaksa atau hakim juga males dipublikasi..

Oke soal berita tadi, berita sependek itu, baca dua menit juga selesai. tapi prosesnya agan sista, ampuuun….nyaris seminggu. Apa pasal? karena narasumbernya adalah orang Jepang. Jauh-jauh hari sebelum Mr Suzuki dateng, Head Office Branch DSF Purwokerto, Joko Purnomo udah ngontak redaksi buat persiapan. Pokoknya harus kirim wartawan yang minimal bahasa inggrisnya lumayan, terus ada briefing dulu soal susuan acara.

Diwanti-wanti banget harus on time. jangan telat satu menitpun..jadi sebelum Mr Suzuki dateng, wartawan kudu stand by duluan. aku bolak balik di kontak sama EOnya yang cerewetnya ngelebihin ibu-ibu di pasar, ampuuunnnn. padahal pak Joko nya sendiri sante, kalem dan percaya penuh lah sama aku. tapi malah salah satu oknum EOnya yang berisik banget nyuruh ini itu. dikira ini koran mbahnya apa?  sikapnya seolah-olah dia yang jadi pimpinan di situ..(kalau inget jadi gondok lagi)

Berdisiplin tinggi dan menjunjung tinggi kode etik dan tata krama dalam kehidupan. Mendetil memperhatikan hal yang kecil-kecil. Menghargai waktu sudah jadi bagian akidah dasar orang Jepang. Di Jepang, waktu tidak lagi diukur dengan ukuran bulan, minggu atau hari, tapi berdasarkan ukuran jam dan menit. oke aku sudah mempelajari betul dan itu memang terjadi ketika aku bertemu langsung dengan Mr Suzuki dan Mr Uchimura. Mereka berdua ontime bangetttt..jam wawancara juga sesuai jadawal, jadwal gunting pita, jadwal ngasih sambutan, nyaris gak meleset dari susunan acara, gile bener..

Tapi bagaimanapun, kita tidak bisa menggenalisir orang sama. Bahwa semua orang jepang pasti seperti itu, karena kebanyakan begitu. Menurutku, semua pribadi unik. jadi sesama orang jepang pun, Mr Suzuki tetap berbeda dengan Mr Uchimura, setidaknya dalam menunjukkan ekspresi dan sikap.

Waktu ketemu mereka, kisi-kisi pertanyaan wawancara sebenarnya sudah ditangan. jawabannya juga sudah dipersiapkan. istilahnya ini cuma wawancara formalitas. tapi begitu ngobrol, banyak yang meleset karena Mr Uchimura yang masih muda dan ganteng itu, bolak-balik “protes”. Dia curiga kalau aku nggak menguasai betul soal pembiyaan otomotif, dan dia khawatir pemberitaanku nanti salah. Ekspresinya yang nggak mungkin aku lupa adalah dahinya yang mengernyit memandangku, berkali-kali. matanya menunjukkan keraguan kalau aku akan menulis hasil wawancara dengan benar. hehehe.serius, aku merasa tersinggung waktu itu sebenarnya…kredibilitasku dipertaruhkan. Kalau Mr Suzuki, aku nanya apa aja dijawab dengan suka cita, sambil senyum, aku pakai bahas inggris, dia malah pakai bahasa indonesia meskipun terbata-bata.

Kalau nggak ditemenin pak Joko dan mas Imam (divisi Iklan kantorku), aku dah mati kutu kali didownkan Mr Uchimura. haha

Waktu aku minta poto bareng, Mr Suzuki tampak hangat menyambut. Dia tuh kebapakan banget…sebaliknya mr Uchimura cooooollll sekali. haha, tapi suka dengan coolnya, makin ganteng..

Lucunya, saat acara maka siang, Mr Uchimura yang ternyata hobi fotografi dan lagi asyik mengabadikan acara, sempet-sempetnya mendekati aku yang lagi searching di google soal DSF. aku cuma mau nambah wawasan aja. sialll, dia mengira aku mau menjadikan bahan di google sebagai bahan tulisan.

“Kalau kurang jelas, langsung tanya saya saja ya, kamu mengerti kan,?”‘ kata Mr Uchimura…aku cuma ngangguk-ngangguk serba salah. Sebelumnya, dia juga asyik mencoret beberapa hasil wawancara yang nggak perlu ditulis karena udah nggak up to date.

Tapi pandanganku berubah, ketika melihat Mr Uchimura tampak bergaul ramah dengan cewek-cewek karyawan DSF yang berkebaya yang jadi penerima tamu diacara itu, dia asyik membidikkan lensanya, disambut cekikikan cewek-cewek cantik itu karena malu sekaligus senang. Mr Uchimura lalu asyik bercengkerama dengan mereka. I see, soal pekerjaan, terutama berhubungan dengan publikasi, dia sangat serius dan ingin sempurna. Tapi di luar itu, dia friendly.

Peraturan nomor dua delapan: nggak usah capek-capek belajar bahasa inggris kalau ujung-ujungnya dijawab dengan bahasa indonesia wkwkwkwkwk….

lihat deh Mr Uchimura, ekspresinya meragukanku banget ya wkwkw

Mr Uchimura mukanya ngernyit xixixi

Salam Hangat ^^

Jenkna

Iklan

13 thoughts on “Orang Jepang Itu….

  1. Pasti masyarakat Purwokerto sangat senang atas kehadiran DSF begitupun kak jenkna yang foto bareng ama orang jepang. nanti tra juga akan foto bareng sama doraemon dan naruto biar gak kalah ama kak jenkna.

  2. Ping-balik: Mitos Berfoto « Jayputra's Blog

  3. Sip sip tulisannya….Mr. Uchimura dan Mr. Suzuki sudah kembali ke Jepang. Mr. Joko Purnomo sekarang jadi Kepala Cabang di Solo…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s