Fasting, special edition

mengawali malam 1 agustus 2011

besok, ramadhan sudah dimulai. perjuangan ku sebagai repoter kuliner, agak berat, karena harus tetap mencari warung/rumah makan yang bisa dijadikan referansi wisata kuliner. semoga bisa diatasi, semangattt!

ramadhan kali ini cukup spesial, karena bertepatan dengan hari kemerdekaan RI dan ulangtahunku.

 

 

Jenkna Wake Up 2

April setahun yang lalu, tanggal 9, ternyata aku pernah terpuruk. entahlah aku lupa persoalannya. mungkin saat itu aku sedang sangat jenuh dengan pekerjaan. dan aku menuliskan sebuah keluh kesah beserta imunisasinya, yaitu wejangan2 dari kakak perempuanku, mbak rey. aku ingin mereviewnya lagi untuk meneguhkan hati bahwa bolehlah kita sakit hati pada takdir, tapi pada detik itu pula temukan penawarnya. jangan sengaja berlarut-larut. jangan mendramatisasi keadaan,jika memang rasa sakit itu terasa tidak menyenangkan. karena untuk beberapa orang rasa sakit itu menyenangkan….

JENKNA WAKE UP….
Putus Asa sedang menerjangku Rabbi….
Awal april yang muram, sungguh, tapi aku selalu membiarkannya tak menguap di udara terbuka, agar hanya aku dan Engkau yang tahu. Dan aku sering berbisik, Tuhan…ambil saja dari hatiku….karena ia tak bisa disembunyikan dari pengawasan-MU.

Tapi beberapa hari lalu, aku sedikit membaginya dengan mbak rey, kakak perempuan tersayangku. Karena dia seperti jiwaku yang lain yang tahu harus mencomot kata2 yang tepat untuk menegakkan kepalaku.
“Kamu minta ketabahan? minta kekuatan? mungkin justru bukan ketabahan dan kekuatan yang langsung diturunkan dari langit buat kamu. Tapi ujian yang lebih besar, dari situ kamu tidak sadar sedang mengalami ketabahan yang kamu mau.”
Lain hari, 7 April, aku didera putus asa lagi, mbak Rey malah membuatku menangis kata-kata sederhananya masih aku simpan di inbox SMS.
“Jangan putus asa. kita jangan fokus hasil akhir tapi pada proses. Kita mau jadi apa, mau mengalami apa sudah ada tulisannya. Allah gak akan tanya hasil akhir amal kita, tapi bagaimana proses kita beramal,”

dan bertahun-tahun yang lalu saat televisi banyak menyajikan program religi.disela2 tayangannya ada kata-kata mutiara yang sangat cepat tercatat diotakku.tanpa sempat aku menuliskannya di selembar kertas.
isinya:
1.Jika kamu sudah melakukan segala sesuatu hingga kamu merasa hampir putusa asa, sesunguhnya Allah SWT mengetahui betapa keras kamu telah mencoba.
2.Jika kamu merasa sedih karena sesuatu hingga harus menangis, sesungguhnya Allah SWT menghitung tiap tetesannya.
3.Jika kamu sudah melakukan semuanya hingga tak tahu harus berbuat apalagi, sesungguhnya Allah SWT mengetahui jawabannya.

yah…semoga bisa menjadi penyejuk bagi hati yang resah. Amin