Angin Menyerangku Lembut

me
me

first, kenapa kupajang foto ini? karena sudah lama aku kehilangan hal-hal seserius jas yang kupakai. Hidupku hanya bercanda saja. kata-kataku tidak analitik lagi, seperti layaknya mantan civitas akademika (Unsoed, plis deh, napa?)

sore kemarin, saat angin menyerangku dengan lembut diiringi deru hujan perlahan, mbak rey menelpon. kakak perempuan ku yang baik tapi suka menggosip dan mengadukan semua rengekanku pada ayah dan ibu bertanya, ADA YANG INGIN KAMU KELUHKAN?
tentu saja, aku hobi mengeluh tanpa disuruh. tapi ketika ditantang untuk mengeluh aku malah terdiam, terlalu banyak yang ingin aku hamburkan di depannya tapi tidak bisa.bodoh.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
mbak rey mengajukan pertanyaan kedua, APA LAKI_LAKI ITU MASIH TERUS MENGGANGGUMU?
oh otakku langsung menangkap nama I*** yang sudah empat bulan ini tiba-tiba muncul dan bersikap, u know, pengganggu yang tak punya rasa bersalah. Ehm ini yang sedang aku butuhkan, simpati dari orang lain. ternyata aku membutuhkan mbak rey untuk merasa lebih baik. pantas hari-hari terakhir ini aku merasa buruk, mungkin ganjalan itu sudah sedemikian besarnya.
tidak sesering dulu, jawabku. terakhir mungkin seminggu yang lalu. dia menelpon dengan nomor yang sudah kuhapus berkali-kali sehingga aku tidak mengenalinya lagi meski perasaanku mengatakan, ITU DIA. Aku sedikit membuat suaraku terdengar merasa diganggu, yeh, aku tidak melakukannya sungguh2, hanya untuk membuatnya pergi, itu srategi yang baik. I think. He’s gone.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
kulanjutkan, mbak rey tertawa. dia sepertinya kasihan terhadap adik bungsunya yang belum pernah serius dengan laki-laki ini. Itulah takdirmu, selalu tidak ada timbal balik. saat kau suka dia tidak, saat dia suka kau tidak. Tapi aku yakin, itu karena kamu belum benar-benar siap. oh yeah, aku setuju. mulutku saja yang sesumbar aku siap menjadi ibu dan istri yang baik, tapi mentalku belum. aku masih menangis saat ayah bersikukuh tidak mau berbagi remot denganku, bukankah itu masih kekanak-kanakan?
……………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Iklan

dias

rekaan atau nyata?

nama itu membekas bertahun-tahun

berselumur dari putih bercak tak karuan hingga putih lagi

aku mendekapnya dalam maya

bila kupanggil tak kudapatkan gaungnya

bila kujamah tak kudapatkan bentuknya

seperti membentur ketiadaan

namun mewujud di hati

siapa yang sedang kubicarakan ini?

yang dalam serpihan debupun tak terangkut lagi

dia telah mengkerut, mengecil, dan nyaris tiada

tapi aku masih mengejarnya

aku merindukannya

meski rekaan atau nyata……..??????

hari ini gw………

irsa resiawati
irsa resiawati

Wanted!!! dia gak balik2 ke kost, napa ya? gw cuma takut skripsinya molor lagi, irsa mau luluz cepet gak seeh.

yup gw merasa abnormal karena merindukan irsa sangat sangat. gw mulai butuh dia sejak kemarin, mungkin karena gw lagi ditimpe banyak masalah. apalagi zee gak pernah sms lagi, email jg gak, katanya comment di wordpress aja gagal, whadup? gw bener2 miss anybody………kosong…..hampa……meski gw gak sampe nangis.
cha sampe kapan gw mesti mempertahankan kacang mete yang tinggal setengah bungkus plastik ukuran seperempat ons itu? gw gak tahan nyisain buat elu. tiap pagi klo gw laper gue makanin sampe 10 butir. lama-lama tandas dan gw takut gw gak bisa adil sama janji gw yang mau berbagi sama elu. gw yakin lu gak bakalan baca ini but SHC gw semoga gak cuma berlaku buat zee dan bang hargie. telepati cha, use it!!!

anak-anak sinetron

anak-anak tumbuh bersama lingkungan.jika arai, ikal, jimbron, lintang,  a ling begitu dewasa soal kerasnya hidup namun tetap peka pada sesama dan berlaku polos sepolos anak-anak. entah dengan anak-anak jaman sekarang yang diserbu tayangan sinetron dari segala penjuru. contohnya sabtu kemarin, saat aku liputan buat profil wanita. aku seperti dijatuhi kotoran malu setumpuk yang berat kutanggung dipunggung. malu dan miris sendiri.

setelah selesai liputan, aku pamit dan diantar oleh sang empunya rumah yang laki-laki yang kebetulan dokter. istrinya yang juga dokter mungkin masih sibuk membereskan ruangan sepeninggalku. dan anak laki-laki pak dokter yang kembar itu, mengejar ayahnya.

Mereka: Pah, mau kemana,  mau pergi sama cewek itu ya? (gw)

pak dokter: salah tingkah, menggumam tak jelas, berusaha menghentikan ucapan anaknya

mereka: kenapa mau pergi sama cewek itu. papah kan cuma miliknya mamah?( merengek-rengek…)

gw: (*^$$*(&_*(&6

meski aku tidak melakukan apa-apa tapi aku merasa jadi melakukan apa-apa. meski itu ucapan anak kecil 4,5 tahun yang asal omong tapi bikin nyesek tau nggak. ih kesannya gue rendahan gitu eeeeeeek.

Sungkem

mom and dad, forgive me dear!

mom and dad, forgive me dear!

yeah, as tears go bye. air mata begitu mudah mengalir saat sungkeman. meski sesaat kemudian hubungan suami istri akan back to normal alias biasa lagi. secara, bokap gue juga orang yang gak sabaran, cepet ngambek meskipun cepet baik kembali
bokap: bu, entok kita kok tinggal dua, yang dua lagi manna?!!
nyokap: labaran geto loh, jadi opor kalee
mom & bang hargie, son..bring a daughter in law to here

mom & bang hargie, son..bring a daughter in law to here

yeah, bang hargie sudah sangat cukup umur dan mapan untuk menikah. tapi cinta memang belum berpihak padanya. bang hargie orang yang sulit sekali jatuh cinta. tapi sekalinya terjatuh dia enggan bangkit, untuk mengerjappun sulit. mungkin tangisannya adalah tangisan sesal karena tak kunjung memastikan kapan seharusnya mom d dad melamar pujaan hatinya.
Nyokap: kapan?
b hargie : udeh biar ade duluan, bu. saya mah gampang.
gw: asyik, hore! cihuyyy, tapi sama sapa bang?
b hargie: ????
dad & bang hargie, hold me now touch me now

dad & bang hargie, hold me now touch me now

yeah, aku jarang melihat kedekatan anak laki-laki dengan ayahnya. sebaliknya aku sering melihat kebanyakan ayah menggandeng tangan mungil putri kecilnya. bang hargie dan ayahku juga tidak dekat sedari kecil. tapi saat dewasa, mereka punya kedekatan yang lain yang tidak bisa kuterjemahkan. seperti kepedulian….mereka berdua sebenarnya sama-sama cengeng. beda dengan ibuku yang sangat tegar dan aku yang kokoh.
Bokap: kita pelukan begini semata-mata untuk menyenangkan adikmu, ingat itu!
b hargie: tapi gak papa, tadi habis tangis-tangisan sama ibu, ingusku meler gak ada serbet, meper ya pak…
bokap:kamu lupa, ini kan baju kamu yang tempo hari ketinggalan…weeekkk
mom and me, still crying

mom and me, still crying

yeah, bagaimana aku tidak menangis. aku merasa belum pernah membahagiakan ibu. rasanya, aku hanya memberinya timbunan masalah dan kesedihan. untung, hati ibuku sangat lapang.
nyokap: gelap begini ya neng? abangmu gimana sih motonya?
gw: kebanyakan makan ubi, moto sambil ngentut. ruangan isinya gas semua…
SUNGKEM ITU PENTING. TRADISI YANG ADILUHUNG. KEREN POKOKNYA. MESKI SEBENARNYA AKU LEBIH SENANG MEMELUK. MENDAPTKAN KEHANGATAN SEJATI.