Dimalahin Doktel

0654127p

Assalamualaikum

Semangat Pagii,

Kok judulnya kaya olang cadel, iya sengaja dicadelin, soalnya kebanyakan yang suka dimarahin itu biasanya anak kecil. Ini saya udah gede bangkotan, ternyata masih di marahin juga. hehe.. Sama siapa? Sama doktel puskesmas uuhuhuhuhuhu

Salah satu syarat yang diminta KUA untuk melengkapi dokumen pernikahan adalah surat keterangan imunisasi TT. Saya bela-belain bolos (ijin) kerja sehari demi suntik doang hah! Imunisasi TT (Tetanus Toksoid) atau disebut juga vaksin TT, adalah memasukkan racun tetanus yang telah di nonaktifkan. Nantinya, tubuh akan menjadi lebih kebal terhadap tetanus karena sudah belajar membuat antibodi. Kenapa penting buat yang mau menikah? Pertama, saat melakukan hubungan suami istri, umumnya alat kelamin wanita luka karena selaput dara robek. Luka tersebut bisa menjadi jalan masuknya bakteri tetanus. Kedua,kalau melahirkan, misalnya terpaksa (darurat) menggunakan dukun bayi, akan melindungi ibu dan bayi dari peralatan si dukun yang kurang steril.

Nah, meskipun penting, akan bahaya bakteri Clostridium Tetani yang bisa menyebabkan rusaknya sistem syaraf dan sumsum tulang belakang, tapi kadang yang namanya orang kaya saya suka cuek bebek. Malah nggak inget sama sekali kapan terakhir di suntik TT.

“Terakhir suntik TT kapan mbak?”

“SD bu,”

“Apppaaaaa?”

“Selama ini mbak kemana ajaaa?”

Oke ini terlalu sinetron

Yang jelas bu doktelnya kaget. Trus nyerocos panjang lebar tentang pentingnya suntik TT dan kenapa saya nggak aware soal itu. Harusnya di usia saya yang sudah sangat dewasa ini, saya sudah diwisuda TT-5. Tapi berhubung saya nggak pernah suntik lagi setelah SD, sayapun baru dapat TT-3, masih utang dua kali lagi.

“Ini suntik bukan buat KB ya mba, karena banyak orang yang salah paham, dikira untuk mencegah kehamilan. Ini untuk menjaga mbak dari tetanus,” lama-lama suara bu doktel melembut. Dan, ketika menyuntikpun, gerakannya lembut sekali. Nggak terasa sakit. Lebih sakit digigit semut pohon jambuuuu.

Ohya, di puskesmas saya dikenai biaya Rp 6000 untuk administrasi/pendaftaran, dan Rp 22 ribu untuk tes urin dan suntik. terjangkau lah yaaa.. hihihi

Dan sehari setelah itu, barulah terasa… PEGALNYAAA….

Salam Cinta

JENKNA^^

Terimakasih Teman :)

Assalamualaikum, semangat pagii 🙂

Langsung aja ya,

Bulan lalu, saya mengadakan  kuiz pemilihan souvenir.Ini linknya

Secara kakak perempuan saya binguuung karena terlalu banyak pilihan. Saran teman-teman juga sudah saya sampaikan ke beliau. Tapiiiii, hak mutlak keputusan ada di tangan mbakku yang satu itu :D.

Ternyataaaa, dia keukeuh milih DOMPET PESTA BATIK. Ya udin deh, seperti prinsip awal saya cuma manut aja hehehe. Pertimbangannya sih simpel, dia suka sama bentuk dompetnya yang eksklusif. Pada saat saya menulis ini souvenir masih dalam proses finishing, belum bisa ambil foto. Apalagi dompet itu dikerjakan secara detail oleh perajin yang merupakan pasangan suami istri itu. Jadi jahitan sama tekstur bahan gitu beda banget sama yang dijual grosir dan murah di beberapa pasar di Jogja. Pesanan juga harus pake daftar tunggu, karena perajin tersebut memang sering kebanjiran order ke Bali. Mungkin kakak saya terkagum-kagum, karena mereka cuma ngerjain berdua aja. So Romantic yaaa..

dompet batik souvenir pernikahan

Wah teman-teman nggak ada yang jawab dompet ya xixixixi.. Maaf ya 🙂

Saya cuma bisa mengucapkan banyak terimakasih buat teman-teman yang sudah berpartisipasi. Hadiah tetap dibagikan buat  saran yang menurut saya dan keluarga kami paling bagus. Nanti saya kunjungi blognya untuk minta alamat rumahnya. Terimakasih ya teman-temann, love u muuahhh

SALAM CINTA

-Jenkna-