siapa yang terluka?

mulutmu harimaumu..

istilah yang familiar tapi kerap masuk ke tong sampah. karena sulit diaplikasikan ketika hormon ditubuhmu sedang tidak seimbang atau pikiran sehatmu sedang tumpul atau otakmu memang punya pembawaan kasar. ketika seseorang sulit mengendalikan mulutnya dan melukai orang lain–meski diklaim tak sengaja-judulnya tetap melukai. dan..itu terjadi padaku.

mendapatkan maaf memang mudah. tapi melupakan bahwa kita pernah menorehkan borok, bopeng, sayatan di hatinya tak sesederhana itu. jadi sebelum, ceroboh mengeluarkan kalimat yang tak perlu, kendalikanlah diri. karena bukan dia saja yang terluka tapi kita yang mengucapkannya jauh lebih terluka dalam kubang penyesalan. apalagi orang tersebut adalah cinta dalam hidup kita. bahkan kehidupan itu sendiri.

hingga saat ini, aku bahkan tidak punya cara paling tepat untuk menyembuhkan lukannya. mungkin aku tiup, aku beri obat merah aku elus atau apa? luka pada tubuh kanak-kanak saja bisa jadi bekas yang tak bisa hilang meski kulit mereka masih ranum. apalagi ini terjadi pada orang dewasa…

sayang…

aku tidak bisa berdiri tegak, selama senyummu tertahan oleh amarahmu…i love u :*