merasa tidak pantas

keterlaluan memang meninggalkan blog tercinta dengan cara seperti ini dan lebih setia pada facebook.keliatan banget, lebih enjoy nulis pendek2, sebua stastus sederhana yang diupdae tiap hari, dibanding nulis sesuatu yang bisa menginspirasi orang lain, seperti tujuan semula. yeah, tapi begitulah manusia, seperti anyaman tikar, tambal sulam, dan hatinya (gampang) bolak-balik banget.

What i’ve to say???

judulnya bukan ngerendahin diri atau pura-pura munafik ngerendahin diri supaya dipuji orang. tapi ini berupa ketidakberdayaan hati menerima sesuatu disaat qta merasa nggak pantas menerima atau mendapatkannya. misalnya kuliah sering absen,tugas jarang dikerjain, nggak pernah aktif waktu diskusi panel, tiba-tiba didaulat jadi mahasiswa berprestasi. gimana? pasti ada sesuatu yang menghentak dan melintasi pikiran bahwa meskipun gue seneng tapi sebaiknya jangan gue. banyak kok sosok2 lain yang kredibel dibanding gue.Why me?

kalo buat orang lain,perasaan itu bisa masuk tong sampah.nggak buat gue.bukannya jadi terpacu buat membuktikan kalau gue memang berhak, yang ada gue malah asyik mencari kelemahan-kelemahan untuk meyakinkan diri sendiri bahwa gue nggak sehebat itu. oke ini emang ganjil dan rada aneh.gue sendiri heran. tapi perasaan itu kudu gue nikmati, soalnya nggak bisa diusir, dateng dan menghantui terus.

what happen to me?