choose one chair

Jabat tanganku mungkin untuk yang terakhir kali
kita berbincang tentang memori dimasa itu
peluk tubuhku usapkan juga airmataku
kita terharu seakan tiada bertemu lagi

bersenang-senanglah karna hari ini yang kan kita rindukan
di hari nanti sebuah kisah lasik untuk masa depan
bersenang-senanglah karna waktu ini yang kita banggakan di hari tua

sampai jumpa kawanku
smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan
sampai jumpa kawanku
smoga kita selalu menjadi sebuah kisah klasik untuk masa depan

mugkin diriku masih ingin bersama kalian
mungkin jiwaku masih haus sanjungan kalian
by:Sheila On 7

Meski tidak persis, tapi inilah yang sedang terjadi pada kami terlebih aku, kehilangan salah satu anggota keluarga sekaligus teman. aku dicegah mengatakan ini sebagai perpisahan, sebab perpisahan hanya dari yang hidup untuk si mati. bagi sesama mahluk bernyawa yang ada hanya sebuah perbedaan ruang dan waktu….

hari ini, nyaris diluar dugaanku, partner kerjaku sesama wartawan desk kriminal resign dari kantor. awal Januari 2009, letupan keresahannya sudah terlihat. seperti meminang dua calon pengantin yang sama-sama dicintai. mr Han bilang, jika bagian tubuhnya disilet, darah yang keluar dari sana pasti bertuliskan jurnalistik. sebuah ungkapan yang menggambarkan betapa mendarah dagingnya jurnalistik di jiwanya. rela mati sekali tampaknya. tapi di sisi yang lain, cita-cita menjadi sarjana ilmu politik yang sudah digadang-gadang orangtuanya juga memanggil.
“Kebahagiaan orangtuaku adalah melihatku diwisuda….” katanya di sebuah pertemuan bisik-bisik yang sering kami lakukan di balik bilik komputernya.

aku kadang menyesal harus memberikan pandangan seperti ini di tengah keluhnya. saat mengambil air wudhu di mushala belakang kantor (seingatku), aku membeberkan filosofi yang aku anut setelah mengenal luciano pavarotti. lelaki bersuara indah ini pun dulu bingung, mau jadi penyanyi atau tukang roti seperti ayahnya. ayahnya lalu memberi nasehat, choose one chair luciano! karena kita nggak bisa duduk diantara dua kursi. mau tidak mau harus memilih salah satu kalau mau proporsional dan profesional.

filosofi ini ternyata diresapi mr Han juga, dan itu pula yang membawanya pergi menjauh…..

semoga kesedihan ini tak berlarut-larut. sebab, mr Han berpesan bahwa akulah tongkat estafetnya (sepihak sekali) sekarang.semangatku harus terus dinyalakan karena aku perempuan tangguh. sebuah kalimat yang diriku sendiri saja tidak mampu mempercayainya. aku tangguh? padahal ada sudut mata yang memandangku seperti pecundang….

“setiap melewati jalan ini, melihat setiap sudut ruangan ini, ada yang tertinggal disana, bahwa aku pernah menjadi bagian dari itu semua, ini pasti akan jadi kenangan,” ucap mr Han sebelum berpamitan pulang (setelah mengetik berita liputan terakhirnya tentu saja).

suaranya datar, tapi dalam dan sarat kesedihan. bahkan mungkin hampir menangis. 🙂 aku tahu ia enggan. tapi eksistensi hidup adalah ketika berani memilih jalan.

aku mengantarnya sampai ke pintu usai berjabat tangan. saat dia pergi tanpa sapa lagi, aku hanya bisa membatin…
Kehilangan seperti beranjak dari tempat duduk. hangatnya tertinggal, bentuknya telah mengabur. lalu lenyap di telan waktu……digantikan pertemuan baru….juga kehilangan yang baru…waktu hanya sebuah persepsi yang berulang….terus begitu

end note
buat mr Han, harus semangat menyelesaikan skripsi! jika hidupmu memang disini pasti masih bisa menempuh jalur pulang yang sama…semoga.

Iklan

Tiga Award

Thanks banget buat humorbendol yang bersedia memberi si mungil ini tiga award. dengan senang hati award ini aku pajang.

award 2

ada yang bilang orang bershio anjing sekaligus berzodiak leo sangat supel dan mudah bersahabat. tapi seringkali pula dia dibohongi tanpa sadar dalam persahabatan itu.kasarnya sih dipecundangi….meski aku bukan orang yang percaya ramalan shio atau zodiak. tapi aku menampung pendapat-pendapat personality observer atau apapun istilah kerennya untuk mengamati karakterku.
aku menyukai persahabatan, dalam keadaan ia hanya sekedar benih atau telah merimbun.aku siap tersakiti berkali-kali…sebab disitulah dewasaku…

awardku

blog merupakan diary elektronik yang membuatku kepincut.tapi setelah mengenal FB, waktu untuk memposting blog jauh berkurang.bahkan seperti sengaja diabaikan. pasalnya, aku menulis berdasarkan keinginan saja.itu yang seharusnya sedikit digeser paradigmanya.menulis adalah berlatih seumur hidup, berhenti berarti mati kreasi…

logo W

W…aku tidak paham betul makna W ini sebenarnya. aku juga bukan penyuka huruf W.tapi jujur aku memang menyukai wednesday alias hari rabu sejak kecil. entah kenapa. dulu, aku bersemangat bersekolah kalau hari rabu, pelajaran favorit ada di hari rabu.semua hari baik, aku tahu itu, tapi rabu membuatku lebih berenergi menghadapi hidup.mungkin suatu saat akan kucari alasan pembenarnya yang lebih valid….seperti saat aku membuat teori-teori nyleneh sebelumnya…

Ups udah selesai kan tugasku? but, sorry award ini aku keep buat diri sendiri.tidak untuk diperjualbelikan atau diperdagangkan…………

mungil

IMG_0963

disebut mungil bukanlah perkara yang mengganggu, jika suasana hati sedang baik.tapi jika terlalu sering diutarakan, adakalanya mengusik dan membuat otak memerintahkan mata untuk memandang cermin….lalu menjalari hati agar membatin bahwa ada yang perlu dirubah untuk mengatasi kemungilan ini.

tapi sudahlah, mungil juga anugerah.paling tidak untuk urusan lompat jauh, lari sprinter atau karate.mungil juga menyembunyikan usia yang sebenarnya. apalagi seluruh keluargaku, terutama yang perempuan, semuanya mungil.banyak yang tidak menyangka kalau kakak tertuaku sudah hampir kepala empat karena fisiknya terlihat seperti di awal tiga puluhan.kalau tampang bisa dimanfaatkan untuk mengelabui, kenapa tak digunakan saja?selama positif.

kadang agar lebih dekat narasumber, sehingga harus menutupi identitas sebagai reporter, aku membiarkan mereka menganggapku anak SMA atau kuliahan yang sedang melakukan penelitian. lepas dari rasa curiga dan sering diberi harga murah untuk transportasi karena dianggap anak usia sekolah cukup mengasyikan bukan?

Siapapun kamu, seharusnya perasaan terganggu karena memiliki tinggi badan 155 cm dengan berat kurang dari 45 kg, mulai dikikis dari sekarang.toh, banyak juga yang menginginkan pinggang ramping, dan pergelangan tangan yang kecil. karena banyak hal yang memang tidak bisa dilawan, seperti porsi makan yang cenderung sedikit, beban pikiran, mobilitas tinggi yang membuat tubuh senantiasa “cilik mentik”.

well, pasti selalu ada hari dimana rasa tidak puas atau tidak senang terhadap organ yang kita miliki.tapi pikiran jernih juga tercipta setiap detiknya.ambil bagian yang bening itu!lalu resapkan…dalam dan jauh ke dasar hati.buat apa bersedih, setiap orang merasakan filosofi yang sama..rumput tetangga lebih hijau…..walau pada akhirnya mereka akan kembali. tidak ada seorangpun yang benar-benar ingin bertukar tempat, seburuk apapun nasibnya…yakini saja itu….