Tak Tahu Arah

kalimat-kalimat penanda tak tahu arah

“Maaf, barat sebelah mana ya?” —> biasanya buat yang mau salat nggak tahu arah kiblat

“Abis belok ke kanan trus kemana ya?”—> ciri-ciri orang nyasar

“Sebelah kanan apa kiri jalan?” —> lagi nyari toko yang baru launching, kali aja dapet diskon 😛

“Pintunya yang mana nih?” —> sales muter-muter keliling rumah. yang di dalam rumah nahan napas biar dikira ngga ada orang.

“Jalan mana yang harus kutempuh?” —> orang lagi berdoa

“Saya masih buta denah” —> kalimat ngeles biar nggak dikasih tugas lapangan

ada yang mau nyumbang kalimat lagi nggak?( “,)

tulisan kali ini sebenarnya terinspirasi curhatan mas ganteng (ehemm…) yang tumben-tumbenan kehabisan kesabaran menghadapi murid-muridnya yang masih kelas IV SD.

mas : baru kali ini mas ngajar marah-marah gini…Amppunnn

gw : sabar sayang…

mas : gimana gak emosi. dari kemarin anak kelas IV gak tahu mana utara selatan timur barat. KELEWATAN BANGETTT…ni masih materi awal kalo tar udah menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) gimana!!!

gw : emmm…hening…(ikutan pusing denger istilah matematika)

mas : bisa tewas aku…

gw : huzzzz….nggak mau jadi jandee 😦

mas : pas ditanya kamu orang mana aja nggak tahu. jadi selama ini dia nggak tahu lahir dan tinggal dimana, arrrggghh!! kalau disuruh nyanyi lagu dangdut aja pada ngertiii

gw : (garuk-garuk idung)

Yap begitulah kenyataannya protret pendidikan di desa terpencil. kemampuan anak menyerap pelajaran sangat lemah karena kondisi lingkungan yang tidak mendukug. orangtua menyerahkan segalanya ke guru. di rumah tidak akan ada diskusi pelajaran, yang ada adalah mengasuh adik, angon hewan ternak atau ke ladang dan sawah. lulus SD yang perempuan sudah ada yang siap untuk melamar.

Mungkin bagi sebagian orang, menghapalkan arah, seperti mengedipkan mata, gampang dan cepat. Tapi buat anak-anak ini, otak mereka tidak mendeteksi pengetahuan sesederhana itu. pola yang juga salah adalah tahap awal pendidikan di golden agenya mereka. Saat kelas 1 sampai 3 guru yang mengampu juga tidak menguasai bagaimana mentransfer ilmu. rumit dan melabirin. semua terlibat disini, faktor ortu, si anak dan guru bener2 kompleks. kalau mau nyalahin ya salah semua hahaha…Jadi begitu sudah naik kelas IV, mereka terlanjur sesat sejak kelas 1, dan naiknya pun penuh dengan nilai katrolan. hhhh…

Tapi anehnya, anak-anak yang sebenarnya tidak terlalu asing dengan televisi ini, sangat mudah menghapal lagu dangsut, adegan sinetron dan apa yang ada di tivi-tivi. Sementara untuk materi pelajaran mereka nolll. mas ganteng ampe geleng-geleng India karena untuk tahun ajaran baru ini, dia belum melihat ada satupun anak yang menonjol secara akademis. Kalau tahun lalu dari 30 orang setidaknya ada 10 orang yang “bener”, tahun ini dia hopeless…

Sebagai orang terdekat yang secara pekerjaan jauh dari dunia pendidikan, cuma bisa menyemangati mas doang. perjuangan baru dimulai…selama masih ada esok pasti banyak harapan membentuk mereka menjadi lebih prestatif…

to be continued 🙂

**nulis karena ngga bisa bobo dan diserang kangen akuuttt

Iklan

Petualangan Rasa Saat Bulan Puasa (Memori Setahun Lalu)

Sebagai orang yang sangat terikat pada kenangan. Momentum setahun, dua tahun, bahkan puluhan tahun lalu pasti menyenangkan untuk diceritakan kembali. Setahun lalu, saat masih jadi wartawan ekonomi bisnis, bulan puasa bukan alasan untuk tidak liputan kuliner. Beratkah? Nggak juga. Soal nahan nafsu makan minum masih bisa tertolong dibanding nafsu-nafsu yang lain kaya marah. Mungkin akan menjadi berat ketika, dari siang sampai sore, muter-muter, cuaca panas, deadline kantor, tapi lokasi peliputan nggak ketemu-ketemu karena lokasinya yang pelosok banget.. Tekananan yang begitu besar, sering membuat orang cepat lapar sekaligus emosi.

Tapi DIA selalu memberi hadiah yang manis jika kita bisa melewati semua ujian dengan manis semanis wajah kita ini (huekkk…). Nggak percaya? Oke inilah aku di puasa ramadan tahun lalu. Ehm.. sebelumnya bagi yang gampang laper, mohon tidak membaca blog ini. Sumpah! eh beneran! Nggak Boong. Ih kok gak percaya! Coba aja, nggak tanggungjawab lhooooooooooooooo!!

wow what a great day!

hari ini beruntung banget, aku liputan di daerah agak pelosok. areal pesawahannya masih luas, dan penangkaran ikannya juga masih terjaga baik. adalah warung tengah sawah mina agro tech yang bernuansa alam pesawahan dan kolam pemancingan ikan. aku takjub sekaligus membayangkan betapa mahalnya harga makanan yang ditawarkan rumah makan semacam ini. setelah lihat daftar menu, emang mahallll, tapi terbayar lah dengan panorama dan masakan yang bakal diracik natinya.

eits, berhubung puasa. meski mupeng alias muka pengen banget, harus bisa tahan napsu. apakah muka ini sudah bisa dikatakan bisa menahan hawa napsu?

siapa yang gak ngiler dengan yang beginian!!!!

tapi alhamdulillah, masih bisa menahan diri untuk tidak mencolek apalagi mencicip. kalau sekedar gurame bakar dan ca kangkung, aku masih bisa tidak peduli. tapi, dengan kehadiran daun gendot, bayangan masa kecil langsung muncul. daun kesukaanku sepanjang masa atau bahkan seumur hidup itu, dipengaruhi pengalaman sejak kecil.supaya terkesan menarik ditelinga, ibu selalu bilang, ibu masak daun rumput lho? kenapa daun rumput? karena rumput kan kesannya punya tekstur yang krenyes2 kalo dimakan. demikian pula dengan daun yang satu ini.

Secara umum daun gendot ini dikenal dengan nama genjer (Limnocharis flava). Seperti lirik lagu “genjer-genjer” di tahun 60-an yang sempat di larang karena berhubungan dengan pemberontakan PKI kala itu. Genjer atau gendot banyak ditemukan di sawah-sawah. ia tumbuh di permukaan tanah yang menangdung banyak air.

Kata para ahli gendot ini kaya akan unsur gizi. Setiap 100 g genjer mengandung energi 39 kkal, protein 1.7 g, karbohidrat 7.7 g, kalsium 62 mg, fosfor 33 mg dan zat besi 2.1 mg. Sayuran ini juga kaya akan serat yang baik untuk menjaga saluran sistem pencernaan. Jika rajin mengkonsumsi sayuran ini, dipercaya kanker kolon dan sembelit akan jauh dari Anda.

daun gendot, buatku, istimewa dan tiada duanya soal rasa untuk jenis sayura oseng. tapi bagi yang tidak suka, mau dipaksa mendengarkan cerita hingga berbuih tentang gendot tidak akan pernah tertarik untuk mencicipi.

ohya warung tengah sawah ini, berawal dari keprihatinan penyuluh perikanan yang selalu gagal memberikan penyuluhan budi daya ikan ke desa-desa. setelah dibuat tambak ikan dan warung lesehan, justru malah banyak yang tertarik. jadi mereka bagi-bagi ilmu sambil berbisnis. ternyata malah menarik minat sampai mahasiswa datang belajar sekaligus makan2 tentu saja…

look ! recomended kan tempatnya.

kalo kamu mampir ke Banyumas, cari aja Jalan Raya Sumbang di Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang Banyumas, Jawa Tengah. dari lapangan sumbang belok ke kanan alias ke timur lurussss aja, nanti kanan jalan bakal langsung nemu yang namanya warung tengah sawah. mantapp banget alamnya!

karena nggak mungkin dimakan ditempat, jadi sama pemiliknya dibungkusin buat buka puasa. free tentu saja (kadang enak juga jadi wartawan khusus ekonomi bisnis) hehe. setelah sampai di kantor, ternyata penyuka gendot bukan cuma aku, jadi terjadilah rebutan sampai tinggal tersisa piring. tandas-das. ca kangkungnya juga sip banget. gurameh bakarnya meski udah lama sejak dibakar sampai tiba di makan, ternyata masih crunchy…kepalanya aja ampe abis  aku kunyah2.  temen-temen malah ngelamotin durinya hemmm…

nikmatnya puasa adalah ketika berbuka

itu benar. mungkin kalau aku nekat makan tadi siang, nikmatnya tidak akan sedahsyat saat berbuka….semua akan indah pada waktunya.kalimat klasik memang, but that is true…

keep fighting for fasting. sayonara

FOTO-FOTO : by Dedy Afrengki

happy fasting

welcome to Ramadan

Dulu, aku pernah menulis tentang pengalaman puasa disini yah jamannya masih muda dan unyu2 hahaha…

gimana persiapan menyambut puasa? Sebagian orang menyambut bulan suci ramadan dengan mengumpulkan pundi-pundi uang untuk segera dibelanjakan. Nggak bisa dipungkiri, ramadan memang kerap diiringi perilaku konsumtif. Its not about the month lho ya, its seriously depend on each personality…orangnya aja yang kalap, jangan nyalahin pedagangnya ya hehe. namanya mereka cari nafkah ya wajar bikin diskon gede dan membuka peluang konsumtif. Tapi kan tergantung kitanya mengendalikan hawa nafsu.

Apa aja yang laris waktu puasa? hem…bikin daftar yuk..

1. buah kurma

aku tempatin di nomer satu karena kurma udah identik banget sama menu pembuka puasa. Rencananya, aku sih nggak beli kurma, tapi sari kurma, sebagai vitamin yang udah rutin aku konsumsi dua bulan ini. emang setelah mengkonsumsi sari kurma yang harganya sekitar Rp 20 ribu satu botol itu, badan terasa lebih fit. Perut juga enak. mau tahu khasiat sari kurma, klik aja disini

2. kue lebaran plus toplesnya

belum masuk bulan puasa aja, apalagi lebaran, jejaring sosial udah rame nawarin kue lebaran secara online. udah nggak aneh lagi, ketika puasa yang diinget justru lebarannya. bagi ibu-ibu yang takut harga makin melonjak jelang lebaran, akan mempersiapkan itu dari sekarang. nyokap aja udah nyicil beli toples hahaha..dan ya ampun, wall fb ku mulai dipadati sama penawaran-penawaran kue lebaran. sok pada perang iklan sonooo (tapi suka juga nonton2 bentuk kuenya hehe)

3. baju lebaran + mukena

ini kasusnya serupa kue lebaran, jadi dipersiapkan jauh-jauh hari. pertimbangannya juga sama, soal harga dan waktu luang. Menjelang lebaran, selain harga bisa berlipat-lipat, keinginan orang untuk beli-beli barang semakin menggila. Daripada lagi lemes-lemes puasa, desek-deseka beli baju atau mukena, orang lebih suka mempersiapkan itu bahkan di awal puasa. Penawaran baju sama mukena di FB lebih parah. ampe pusing liatnya…kadang pengen diremove, itu punya temen juga. nggak enak hehe..

4. Al Quran

Motif membeli Al Quran macam-macam. Ramadan secara naluriah membawa seseorang ingin menjadi lebih baik, setidaknya memperbaiki diri. meskipun hanya saat ramadan saja. Yang tadinya ogah ngaji, mendadak kepengen ngaji. Kebanyakan pasti ingin mengkaji lebih dalam saat momen penuh pahala itu. Untuk menambah motivasi, Al Quran baru kadang diperlukan. Supaya pas baca lebih fresh, lebih semangat. Apalagi sekarang ada Al Quran digital.cukup 500 ribu aja dah bisa lengkap banget dan memudahkan kita belajar Al Quran.

5. jilbab/kerudung

Ini nih termasuk juaranya saat bulan puasa. Puasa bagi sebagian orang dijadikan momentum yang tepat untuk berhijrah. biasanya, ada orang yang pengen belajar pake jilbab, memakai momen bulan ramadan untuk mulai menutup aurat. Orang yang baru awal-awal make jilbab, suka kalap kalau beli jilbab, model apaaaa aja kepengen dibeli hahha pengalaman pribadi…belum macem-macem aksesorisnya kaya bros, peniti, pin dan sebagainya. model terbaru jilbab, bagi penyukanya, itu sama menggiurkannya( seperti es krim di siang panas) untuk dibeli.

6. pulsa

pulsa saat bulan puasa sepertinya bakal lebih boros. Keinginan untuk selalu googling terkait kajian Islam dijamin membludak. tiba-tiba aja pengen baca sejarah Islam, atau kisah-kisah Islami lainnya. Trus keinginan mengucapkan selamaat buka dan sahur buat orang-orang tercinta juga lebih besar.  Nggak puas SMS doang, rasanya pengen nelpon juga. Apalagi kalau berjauhan, udah gatel pengen nanya kapan mudik.  hehe…meski operator seluler berlomba menyediakan paket paling murah, itu justru menjadi jerat untuk membeli pulsa makin banyak.

7

8

9

dst…ampe 10.000

Wah takut daftarnya kepanjangan, ntar saingan sama daftar belanja ;). So, hadapi puasa dengan bijaksana…nggak ada yang bisa menghalangi seseorang untuk tidak berperilaku konsumtif. duit duit dia, suka-suka dia..hehe tapi hati bisa mati jika terlalu dekat dengan duniawi. kudu balance katanya mah..

Once more, happy fasting yaaaa… Mohon Maaf Lahir Batin buat semua pengunjung blog ini. Semoga puasa kita menjadi puasa yang berkualitas. Aamiin..^^

 

Anak-anak Sinetron (jilid 2)

awrait..tulisan ini sebenarnya sudah dibuat beberapa tahun lalu saat aku masih jadi wartawan. Tapi, karena masih relevan dengan kekinian, jadi aku ketik ulang sebagai JILID 2. Ini sebagai bentuk keprihatinan aja dengan menjamurnya sinetron Indonesia yang membuat anak-anak kehilangan kepolosan, membuat pikiran mereka melampaui usianya.

Memang, kreativitas sineas Indonesia patut dihargai, sekecil apapun. Tapi karya dari hati yang menyebarkan manfaat, sangat berbeda dengan karya dari  tangan untuk mengisi kantong, dompet atau pundi2 uang.

terlepas dari ekspolitasi anak-anak menjadi pekerja seni di layar kaca. maupun adegan-adegan anak usia TK/PAUD yang udah tahu pacaran, sinetron membuat hidup yang udah berat semakin berat karena harus mikirin jalan cerita yang diulur-ulur ngelebihin kolor babe gue.alurnya tidak sesuai dengan harapan karena dipaksa maraton nggak tahu sampe kapan. belum ngelihat orang mendelik-mendelik, kepala miring-miring nggak penting, atau mulut menceng-menceng. capekkk….

Harusnya, sinetron itu mengambil realitas, bukan realitas dibentuk sinetron. kalau sesat kan menjerumuskan. padahal sinema dibuat supaya orang memahami realitas dengan pemahaman baru. sayangnya, kalau pemahaman baru itu ngaco, apa nggak memperburuk persepsi, paradigma dan sejenisnya.

ini lagi mata kuliah sosologi komunikasi ya? stop kalo gitu.

ini adalah kisah nyata, anak-anak hasil bentukan sinetron yang membuat aku sempet prihatin berat. kejadiannya konyol sih, tapi bikin aku nggak mau menginjakkan kaki di rumah itu lagi hahaha

CEKIDOT

anak-anak tumbuh bersama lingkungan. Jika arai, ikal, jimbron, lintang,  a ling dalam laskar pelangi begitu dewasa soal kerasnya hidup namun tetap peka pada sesama dan berlaku polos sepolos anak-anak. entah dengan anak-anak jaman sekarang yang diserbu tayangan sinetron dari segala penjuru.

dulu, saat aku liputan buat profil wanita. aku seperti dijatuhi kotoran malu setumpuk yang berat kutanggung dipunggung. malu dan miris sendiri.

setelah selesai liputan, aku pamit dan diantar oleh sang empunya rumah yang laki-laki. kebetulan dia dokter spesialis penyakit dalam. istrinya yang juga dokter dan punya klinik kecantikan, masih sibuk membereskan ruangan sepeninggalku. dan anak laki-laki pak dokter yang kembar itu, mengejar ayahnya.

Mereka: Pah, mau kemana,  mau pergi sama cewek itu ya? (maksudnya aku)

pak dokter: salah tingkah, menggumam tak jelas, berusaha menghentikan ucapan anaknya. mungkin takut aku tersinggung.

mereka: kenapa mau pergi sama cewek itu. papah kan cuma miliknya mamah?( merengek-rengek…)

aku : (*^$$*(&_*(&6

HIks, meski aku tidak melakukan apa-apa tapi aku merasa jadi melakukan apa-apa. meski itu ucapan anak kecil 4,5 tahun yang asal omong tapi bikin il fill ampe satu bulan (oke ini juga lebay ala sinetron)

besok-besok, kayaknya bakal banyak tulisan-tulisanku beberapa tahun lalu yang direview ulang karena masih relevan juga dengan masa kini. hehehe (sebenernya ngeles karena kehabisan bahan tulisan)

Kalau Punya Sahabat Dokter ^^

Dipagi buta menjelang subuh ini, tiba-tiba kangen sahabatku dr Hafidatur Rahmah (ini kalao bener ya tulisannya) soalnya dia nggak pernah nyebut namanya dengan nama asli, mungkin agak susah. Dari awal kenalan dia sudah menyebut nama tenarnya “AVIS”.

Aku jarang-jarang punya temen bertubuh subur. Avis ini salah satunya. meskipun dia suka ngaku-ngaku udah turun tiga kilo, lima kilo, tapi dari pandanganku bentuk tubuhnya tetep sama segitu-gitu juga. hahaha hal inilah yang selalu membuatnya putus asa untuk berdiet. karena dietnya tiada guna.

awal perkenalanku sama dia, nggak terduga. Awalnya, aku mau liputan taman baca yang didirikan sesama temen wartawan. Taman bacaan ini sifatnya sosial, meskipun ada harga sewa tapi uang hasil sewaan diputar lagi untuk memperkenalkan buku bacaan ke pelosok-pelosok kampung. awesome.

waktu aku datang ke tempat itu untuk liputan, ternyata temenku yang wartawan agak ngaret datengnya. jadilah aku sendirian. Begitu ketemu avis yang kebetulan lagi jaga di taman bacaan, tanpa ba bi bu, dia yang emang orangnya super ramah, langsung peluk cium gitu. Wah sebagai wartawan ya seneng aja ada yang bersikap friendly. biasanya kalao ketemu wartawan kan suka pada malu dan takut gitu. Tapi yang bikin rada ngernyit adalah sapaan pertamanya. dalam hati sih agak ngakak bin kesel..

Avis : Mbak dari … (menyebut salah satu perusahaan minuman bersoda). Kita emang kemarin udah pesen..buat acara pembukaan taman bacaan (pede bangettt ngomongnyaa, muka gw getooo masa kaya sales minuman bersoda)

Jenkna : Maaf mbak, saya warwatan yang mau liputan taman bacaan ini..

Avis : cengar cengir  sambil minta maaf

Beberapa jam ngobrol, udah kaya kenal berapa tahun. asyik banget anaknya. meskipun  lebih muda, tapi dah kaya sebaya aja. manggilnya juga nggak pake mbak mbek lagi. perkenalan berlanjut dari hari ke hari dan seperti chemistry dalam berpacaran aja, pokonya udah “klik” banget.

Kebetulan hobi kita sama, jalan-jalan, karaoke, sama icip-icip kuliner. semua kegiatan aku, dia sering ikut. Kalau lagi bingung nyari terget liputan, avis juga bantu. apalagi dia itu kan dedengkotnya rumah sakit karena jadi co ass di sana waktu itu. segala informasi dari pasien bunuh diri, sampe flu burung dia informan pertamaku. so, thanks for her. berkat bantuannya, beritaku sering head line di koran sampe polisinya kadang bingung, dikiranya aku hebat amat, lebih dulu sampe rumah sakit ketimbang mereka waktu ada kejadian bunuh diri hihihi, avis mempertaruhkan dirinya buat aku. padahal klo ketahuan RS, ada sanksinya kali ya..

Karena punya orang dalem di RS, jadi tahu target dokter-dokter spesialis. kadang ada berita yang membutuhkan narasumber dokter. Nah, avis yang nunjukin, aku harus ke dokter siapa. Bahkan dianter pula. kebetulan karena dia tenar dikalangan dokter (karena smart sih anaknya).

yang aku suka, dia itu super pede orangnya. lahir dari keluarga sederhana banget, rumahnya juga sederhana banget, bahkan ke kampus ke RS pake vespa butut warna biru yang bututnya emang tingkat naga. warnanya udah pada ngelupas. jok belakang dah lepas. dan gak bisa berhenti di lampu merah. kalau berhenti pasti mati, sementara musti starter dengan sekuat tenaga. bayangin ntar orang-orang pada mainin klakson karena tu vespa masih ngalangin di tengah jalan. Jadi sebagai siasat, kalau ketemu lampu merah dipertigaan atau perempatan, avis suka belok kiri ngambil jalan ke jalan sebelah yang nggak lampu merah, trus balik arah. atau nyari jalur jalur tikus lain hehehehe lucu juga kalau inget itu, hebat dia..

aku juga dah deket banget sama mama papanya avis, dan ketiga adeknya. semuanya orang-orang hebat. selain katif di kampus mereka juga to be somebody. bukan orang rata-rata. salah satu adeknya sekarang udah PNS di departemen keuangan. ortu avis juga agamis banget. Kalau kesana berasa adem dapat siraman rohani hehehe.

Satu hal yang bikin aku kehilangan ya setelah avis wisuda dan sempurna dapet gelar dokternya. Dia kan ogah di rumah, senengnya keliling dunia gitu. jadi nggak pernah mau di rumah. Mulai jarang ketemu deh. seringnya jaga klinik 24 jam di jakarta. trus loncat ke sumba jadi peneliti muda malaria. sekarang loncat lagi ke Kaltim buat jadi dokter klinik 24 jam juga. cita-citanya apalagi mo ke eropa kaya jaman kuliah dulu…wah cuma bisa komunikasi via telepon sekarang.

Padahal enak banget curhat ma dia. orangnya kan konyol. pasti bikin ketawa ngakak. udah gitu hobinya sama, suka foto-foto dan merekam kejadian lewat video kocak. bikin film indie alakadarnya gitu deh. kalau sakit dia juga pasti langsung nyodorin obat (tapi nggak pernah aku minum, lah orang aku benci ma obat). dia juga bisa jadi dokter hati. pas lagi sedih, hepi, dan segala emosi yang ada, dia bisa jadi pendengar yang baik.

berhubung dia kaya kutu loncat. jauh-jauh hari, udah aku pesen supaya jadi dokter pribadiku. harus mau dibayar murah juga wkwkwkwk, tapi avis emang murah hati, adik-adiknya bahkan sanksi dia bisa kaya raya karena sifat dermawannya. semua pasien miskin, dia bebasin biaya kali…

hhh….kalau diceritain terus, bisa-bisa jadi novel nih. nggak mau bikin avis GR juga ah…but Im really2 miss her…love u so much girl…mmmuah :*

penasaran sama orangnya kunjungin aja ini atau mungkin bisa dilihat video petualangan dia waktu di Sumba sebagai peneliti muda tentang malaria disini

foto model dadakan

foto model dadakan

foto waktu avis wisuda…sebenarnya itu perut ditahan biar ga nyembul hahahaha..andaikan resletuingnya bisa dilihat wkwkwkw…

di atas vespa buut

di atas vespa butut

vespa yang mengantar avis jadi dokter

hobi kita

hobi kita

enough yaaa..nanti tambah kangen 😦

dedicated to my beloved friend avis..miss uuuu

JENKNA

 

aku jatuh cinta tuk kesekian kali…ihirrr

“Masa depan itu bukan tentang kita.tapi anak2 kita.terserah kita mau sengsara atau menderita.tapi anak-anak harus bahagia.lebih bahagia ketimbang orangtuanya” <katamu saat matahari baru saja tergelincir menjadi lebih tua dan angin berhembus sangat kencang ke arah hatiku>

Begitulah Sayang, setiap jengkal perbincangan kita, adalah kekonyolan natural, yang berselang seling dengan lemparan-lemparan kalimat ala cendekia. Dewasamu, mungkin juga dewasaku tumpah. tak banyak, tapi semoga cukup memoles kekanak-kanakan kita yang kerap tak terkendali.

Sayang, kau selalu mematahkan perasaaan berlebihan yang berlabuh. katamu, sesuatu yang keluar dari wadahnya, lebih tinggi atau lebih rendah tidak akan membawa kita pada kebaikan tapi pada kerentanan. bagimu, kerinduan yang berlebihan pun sangatlah berbahaya karena lebih dekat pada kecewa, rapuh bahkan retak nantinya. tapi ijinkan aku sedikit berlebihan malam ini…

saat jarak pandang tak mungkin lagi dikilan menggunakan jari…hatimu terasa dekat. seperti bara api yang sekedar menawarkan pijaran hangat, bukan kobaran api baru yang membakar. kalau aku mampu, aku ingin menghitung langkah yang kulalui, sebelum berpisah tatap mata denganmu siang tadi. karena setiap incinya, kenangannya pun ikut melekat pada debu yang beruntaian di sekitarku, pada jalanan yang tersendat, pada waktu yang merambat…semua ingin menahanku pada detik dimana retina kita saling menangkap bayangan masng-masing, dan membuat simpul-simpul syaraf optiknya bekerja lebih dari biasanya. aku ingin memasukkan lebih banyak memori, sebanyak-banyaknya dengan bantuan retinaku yang sudah agak renta ini…bahkan sudut kemiringan senyummu pun sangat ingin aku hitung…karena aku ingin mengabadikannya…

sayang, bagaimana ini? aku jatuh cinta untuk kesekian kali, pada orang yang sama…Aku berusaha menegakkan bahu dan dagu, kalau malam akan mudah berlalu tanpamu. tapi entah sudut hati mana yang mendesis-desiskan kata rindu….selalu begitu..

sayang, apa yang kugambarkan ini hanya secuil dari rasa yang menggelepar di dalam…aku tidak bisa menukilnya semua. aku takut, semakin ku goreskan dalam abjad-abjad buatan manusia ini, justru meranggas karena luar biasa gersang maknanya. biar dia bernyanyi dan mengoceh di dalam sana..entah itu otak, jantung atau hati. aku tidak tahu mana yang lebih tepat. ku rasa di dalam diriku ada jiwa yang telah kau tempati…tapi aku tidak bisa menyebutnya otak, jantung atau hati…biarlah dia bebas menentukannya sendiri..

Sayang…semakin banyak yang tersampaikan,biasanya semakin sedikit yang meresap disanubari. jadi kusudahi saja…sisanya ambil sendiri dari hatiku yaa :)) treserah bagaimana caranya hati itu saling menuju dan berbicara :*

Salam Cinta

JENKNA

 

 

Beda Rp 500 Buat Cewek itu…

Kaum perempuan identik dengan perhitungan keuangan yang lebih cermat ketimbang laki-laki. Makanya, meski pencari nafkah adalah laki-laki, tapi menteri keuangan tetap perempuan, yang muterin dana belanja satu bulan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sehemat-hematnya halah 🙂

Tapi gender is nothing, maksudnya hare gene, yang namanya keuangan mau laki-laki apa perempuan yang megang, bisa sama-sama boros atau sama-sama hemat. tergantung orangnya. Cuma, memang, secara psikologis, katanya kecermatan dan ketelitian perempuan memang lebih dibanding laki-laki untuk urusan nyimpen duit dan ngatur duit.

Judul di atas, sebenarnya merupakan percakapan sehari-hari yang ada dimana-mana meskipun diungkapkan “mungkin” dengan cara berbeda. yups. bagi ibu-ibu “sebenernya gue jg sih”  membandingkan harga, perbedaan harga antara toko satu dengan yang lain adalah PENTING. Sepenting underwear (hahaha aneh ya perumpamaannya). apalagi buat mereka-mereka yang statusnya masih kos, ngontrak dan belum sepenuhnya mandiri plus tajir. Beda Rp 500 perak itu bakal dipikir banget-banget. Apalagi kalo bedanya ampe Rp 1000, mending muter2 nyari toko laen. Walaupun secara hitungan bensin motor, malah tekor bensinnya huahahahha kacau!

Abis rasanya kesel aja kalau ada tempat yang lebih murah dan menjual produk yang sama sampai terlewat. Jauh-jauh dikit muterin tugu, alun-alun atau apalah oke-oke aja, asal dapet yang lebih murah haha. Tapi eist, tunggu dulu, ini hanya berlaku untuk kondisi-kondisi tertentu lho. Nggak semua hal harus seekstrim itu. Karena, ada pepatah, harga membawa rupa. kalau mau bagusan ya harus rela mahalan.

Tulisan ini, sebenarnya lahir karena rasa shock yang belum juga hilang. Aku tuh, mulai jadi penggemar sari kurma dua bulan belakangan ini. karena sering sakit saluran pencernaan, aku pengen tetp fit dengan minum vitamin. Tapi sebagai medicine haters, aku nyari vitamin dalam bentuk cair, dan manis. Sari kurma meskipun cairannya kental, jelas enak wong dari kurma asli. Nah, sebagai penggemar, aku mulai rajin ke apotik tiap bulan, untuk beli sari kurma. Di apotik A, sari kurma merek itu dijual Rp 24 ribu per botolnya.  Tapi tadi sengaja mampir ke apotik yang lebih deket dari rumah. N’ What happened? Sari kurma di apotik B cuma Rp 20.600. beda jauhhhh banget. 😦

Kok apotik A jualnya bisa mahal banget yaa (ada yang bisa jawab ga?). ah tahu gitu..dari dulu..tuh kan nyesel lagi…ini mah nggak cuma beda Rp 500.

Kecuali, soal kulineri. aku termasuk pembanding harga juga. kalau soal kuliner, mau mahal  pasti dibeli yang penting enak. urusan lidah dan perut nggak mau main-main ah.  karena besok aku mau mengunjungi saudara, aku survei toko roti di Kebumen. Aku sempet nanya-nanya,  toko roti A sama toko roti B mahalan mana. Temen-temen bilang toko roti B lebih mahal, tapi cita rasa rotinya lebih enak. aku sendiri dah pernah coba juga sih. emang bener, toko roti B, agak mahal tapi rasanya oke. so, it doesn’t matter for me.

Beda lagi kalau fashion. Aku bukan pemburu produk bermerek. boro-boro kenal chanel, dolce & gabbana, corniche, or prada. pokoknya asal modis, murah, nyaman dipake pasti dibeli dahhh…wkwkwk. Pernah beli baju harganya ga sampe Rp 50 ribu, tapi bajunya bagus, awet lagi. jadi baju kebangsaan deh, itu lagi itu lagi makenya…abis nyaman banget di badan..:)

segitu dulu aja kali yee, mo prepare ke Bumiayu, Brebes nih. nengok kaka sekalian ketemuuuuuu -my beloved man- alias pacar ahihihihihi…

Salam Hangat

JENKNA