Kata Orang wartawan itu…KEREEN

bulan pertama, aku masih shock
sampai bulan kelima ini juga kadang-kadang shock
anak bontot begini yang penakut abis tiba-tiba berhadapan dengan dunia nyata
selama ini aku sangat terllindungi, bisa menghindar dari lingkaran hidup yang tidak menyenangkan
tapi sekarang apapun bentuk hidup harus dibuntuti, aku kuntit, dan aku korek-korek. ugh jadi wartawan itu sulit, kelas lokal juga sudah sulit.
jaman-jaman ingusan klo ditanya cita-cita ya paling nggak satu dua kali pernah nyebut kata reporter tapi setelah kejadian kayaknya pengen banget teriak ke adek kecil-kecil itu, “nggak usah deh, jadi model aja,” ups.
tapi dukungan itu mengalir terus, hingga aku mau mencoba bertahan.
kata ibu, kamu yang sabar, karena baru ini yang bisa kamu capai
kata bapak, eno…jalani dulu, ini pintu buat menuju pintu yang lain
sebenarnya aku bangga dan senang di dunia ini. yang tak bisa kupahami dan ingin kugubah adalah waktuku yang terenggut. aku bisa bertemu dokter mana yang aku suka, aku bisa menemui direktur mana yang aku ingin, aku bisa menembus gedung yang sangar sekalipun hanya dengan menyebut nama perusahaanku.
tapi aku hampir-hampir tidak bisa merengkuh diriku sendiri
sebentar saja…plis sebentar saja….datangkan pelukan bapak dan ibu
ciuman ponakan-ponakan
elusan kakak-kakak
wejangan eyang-eyang
curhatan teman-teman
mereka tak bisa kulayani sepenuh raga lagi
kata mereka aku terlampau sibuk
Tuhan, aku tak sesibuk itu. tapi aku juga tak bisa membagi waktu melesat menemui mereka
purwokerto-kebumen tidak jauh
tapi kelelahanku membuatnya jauh
aku seringkali menghitung jari, berapa lama aku tak pulang?
rasanya ingin sekali membanting hp, biar remuk sekalian
god, suara tak bisa menggantikan kekangenanku pada rumah
mungkin saatnya aku melepaskan diri dari apa itu manja dan cengeng
HHHHHhhhhhhhh
tapi aku juga pernah terhibur dengan profesiku ini
kata mereka jadi wartawan itu kereeen
pasti orang tuamu bangga ya mbak, kata seorang keluarga pasien di RSUD Margono
ehm….mungkin juga
tapi aku belum pernah dapet pujian orangtua
yang ada bapak ngasih kritikan melulu, maklum mantan orang kejaksaan
jadi ribut banget klo masalah pasal-pasal, dan tetek bengek soal hukum
kalo ada berita kriminal atau berita besar selalu ngecek aku ngeliput apa gak
saking jengkelnya aku pernah bilang, “Ngliput pak harto? emang eno lagi dimane? ini purwokerto pah, bukan jakarta!!!!bangun dong!”(agak diubah agar lebih dramatis).
generally. setiap pekerjaan ada resiko
aku harus bersyukur dengan aku yang sekarang
klo hari-hari jadi wartawan banyak nangisnya itu karena masih kebawa manja aja.
udah deh, ntar juga terbiasa. lagian aku sendiri yang berdoa minta pekerjaan yang membuat waktuku takl terbuang sia-sia lagi seperti saat menganggur. giliran dikabulkan masa ngeluh? kadang-kadang kita sendiri nggak siap nerima hasil dari doa kita sendiri. hati-hati sama doa.
one more, inget kata ibu-ibu itu, wartawan itu kereen lho…

Iklan

why jenk na

aku baru aja belajar bikin blog
2 malem gagal melulu
pas pake nama jenkna kok lolos?
mungkin gak ada username begitu, jadi bisa dipake.
jenk, cuma nunjukin klo aku cewek dan na…..
ya sejarahnya si ada
dulu, jaman2 chating aku dipanggil na sama teman chating
namanya nugroho suryanto
dia menghilang
gak tau kenapa
bete kali . soalnya pas dia ke pwt aku dikebumen, dia dikebumen aku dipwt
kesannya aku ngehindar gitu kali
jadi aku dianggap banyak alasan buat ketemuan
padahal nggak sungguh!
back to na
karena nama belakangku agustina. nug-panggilan nugroho- manggil aku na. ya begitulah, hanya lintasn pikiran sesaat
yang aku jadikan nama blog

Sahabatku Zee

Malam zee
pernahkan ada fikir yang menggiringmu untuk tetap membersamaiku?
sampai kulit kita dimakan magnet bumi hingga menggelambir begitu renta?
bisakah kita dalam derit angin yang menampar tetap menegakkan bahu, saling menyangga?
mungkin waktu telah dikebiri waktu yang lain
mungkin jiwa telah digantikan jiwa yang lain
mungkin debu telah dihembusi debu yang lain
tapi apa engkau akan berselumur menjadi manusia yang lain?
kumohonkan tidak
kuharapkan jangan
pergi! bertengger yang jauh
tapi kelak putar wajahmu kembali
sekedar menggarisbawahi bahwa kita terikat
pada kenangan
pada pepohonan
pada hujan
pada bebatuan
(di bukit mendelem……)

sahabatku zee, aku temukan 16 februari 2004. awalnya tidak ada yang menarik. dia cuma lelaki berjenggot yang menyebalkan. tidak match, over energy, dan gemulai. aku merasa begitu tomboy saat didekatnya. tapi KKN (pengabdian masyarakat) 1 bulan di desa belik, kecamatan belik, kabupaten pemalang, membuatku terpaksa menerima zee menjadi bagian penting sebagi leader yang memuakkan. arti kata harus dari mulutnya punya sejuta daya untuk menggerakkan anak-anak buah bekerja. dia begitu dominan. aku tidak suka. anak-anak juga tidak suka. biang bawel, cerewet, dan tega. semua yang ada padanya adalah buruk!
tapi disebuah mebel panjang yang tak lagi ranum, saat sariawan bandel menyerang zee tiba-tiba aku jatuh iba. lalu menenangkannya. sedikit menghiburnya. dan entahlah. jleb seperti mati lampu. aku mematikan tungku muakku yang membabi buta padanya. kami mencoba berteman. olala ternyata tidak mudah pula menerima kenyataan bahwa diapun diam-diam membeciku dengan alasan yang sama. aku terlalu dominan, judes, cerewet, kasar, seluruhnya menyebalkan.
aku menata hati membaca ungkapan jujurnya tentangku. baiklah kini kami dua orang pembenci sedang disatukan alam untuk berbagi.
aku dan zee mengalami konflik yang tidak mudah. kadang aku memujanya kadang pula aku mengutuknya. Dia benda aneh yang baru kulihat. tingkahnya diluar dugaan, semacam menakutkan. bagaimana aku menggambarkannya. tak seua orang paham apa maunya. dia menderita kelainan pandangan, dan sikap dari orang kebanyakan. tapi bukan deviant. lalu keakuran itu datang di akhir…memang selalu di akhir….saat KKN berakhir….
Aku merasa dia hangat
bisa kujangkau
otakku mulai menyanggupi untuk menerimanya sebagai apa saja yang kesannya menyenangkan.
dan tarra…
aku, zee serta keburukan kami menyatu dalam basah di 20 maret, saat mobil kijang rombongan KKN meninggalkan belik. sepertinya tanpa stempel hitam d atas putih kami telah memutuskan untuk bersahabat.
aku tak ingin berpanjang lebar. selama hampir 5 tahun ini, hubungan ku dan zee layaknya musim. gugur, semi, dingin, panas. aku tidak bisa memperediksi atau menjaminnya akan baik-baik saja. apalagi sifatnya yang sedikit narsis kadang sering membuatku ingin menutup pintu untuknya.
tapi kebaikannya memberiku VCD Return of the condor heroes yang kuimpikan selama 11 tahun semenjak aku belia. membuatku berppikir kalau dia harus dipertahankan.
ah tapi sebenarnya bukan material seperti itu……
yang lebih dalam maknanya adalah
karena aku dan zee pernah lupa menggoreskan pena disebuah surat
bahwa kita akan menua bersama (mungkin dnegn pasangan masing-masing)
dan saat maut menjemput, aku atau dia sedang berada dalam tatapan ekor mata kami yang terakhir. kalau saja itu tidak pernah digoreskan mungkin tak jadi beban
tapi terlanjur menjelaga disurat
masakan harus diingkari?
tapi bisa saja, ya kan zee?
aku tidak tahu sampai kapan aku dan zee bisa “saling”
malam ini. zee masih bisa tertawa di seberang telepon menggodaku
aku juga masih berderai-derai ,menanggapinya
entah esok..
entah esok..
aku menyayangi zee
tapi zee belum tentu menyayangiku
karena dia mencintaiku
heeeeeheee dont be angry zee
malam sahabatku zee
aku sedang memetik satu jarum hujan
di jemari
dan kupersembahkan untuk kesejukan persahabatan kita

Mas Y###

MAS Y###(Demi menjaga keselamatan nyawanya..)

sapa coba? pacar? bukan. temen ehm bukan juga. sodara apelagi. Dia hanya tetangga bekerjaku di pengadilan. Aku jurnalis dia office boy, merangkap tukang pangkas rumput, ngepelers (tukang pel), kacung bola, multiple deh. baru hari ini aku menyelami dia. biasanya cuma sekedar, hei mas, bakso mas, ngrames mas (nawari makan melulu) terakhir kentut mas? (Dezig!!!ditawarin kentut ya digaplok) tapi hari ini, aku duduk ngobrol berdua hingga menimbulkan fitnah selingkuh karena dia punya anak bini. stop ngelantur!
yang jelas, dia merubah cara pandangku tentang rasa capek dan putus asa.
(bersambung)
nah lho pasti langsung pada bete……..mang sengaja!