Kenapa Orang Berhutang Lebih Galak dari yang Menghutangi??

Menurutku, fenomena ini sudah menggejala beberapa tahun terakhir. Atau sebenarnya sudah ada sejak dulu, hanya baru tampak di mataku karena menjadi saksi mata untuk orang lain maupun diri sendiri.

dalam Islam, hutang dikenal dengan Al Qard (Memberi Pinjaman),  menyerahkan harta utk orang yg mengambil manfaat dengannya & mengembalikan gantinya, atau mengambil manfaat dengannya tanpa membayar karena mengharapkan pahala dari Allah Subhanahu wa ta’ala pd kedua cara itu.

Memberi hutang bagi yang membutuhkan memang mulia. apalagi jka yang berhutang itu adalah sahabat yang anaknya sakit keras, terdesak biaya sekolah yang mengancam prestasi maupun kelanjutan pendidikannya, atau sedang ditimpa musibah yang lain.

Meski hutang diperbolehkan dan pemberi hutangnya bakal mendapat pahala, menurut Rasulullah SAW, Umat Islam sebaiknya menghindari hutang. Hutang merupakan penyebab kesedihan di malam hari dan kehinaan di siang hari. Utang juga dapat membahayakan akhlaq, kata Rasulullah, “Sesungguhnya seseorang apabila berutang, maka dia sering berkata lantas berdusta, dan berjanji lantas memungkiri.” (HR. Bukhari).

Bukan sok agamis, tapi mau tidak mau klo ngomongin soal utang berarti tetep ada sangkut pautnya dengan kehidupan kelak ketika kita sudah tak lagi hidup di dunia fana. yah, singkatnya soal syurga dna neraka aja.

back to reality, beberapa teman mengaku persahabatannya kandas karena soal hutang piutang saat membangun bisnis bersama. teman yang lain pun demikian, karena hutang yang dianggap kecil, si peminjam menyepelekan sehingga tak kunjung mengembalikan. Kadang semakin dekat persahabatan, membuat orang jadi tidak punya malu menunda membayar hutang. walaupun ada yang sebaliknya.

survei yang aku lakukan, saat ini orang yang berhutang ternyata lebih galak dari yang menghutangi. pernah, ada teman yang bercerita kawan kami sampai mengancam keluar dari komunitas karena menganggap sudah tidak ada solidaritas di dalam komunitas tersebut, gara-gara tidak mendapat pinjaman dari sana-sini. hem..ternyata treck record dia memang sudah buruk di mata teman-teman, jadi wajar kalau tidak mendapat kepercayaan lagi. Tapi ya galaknya itu lho, saat ditagih dia bilang, utang nggak seberapa itu kok diributin banget…

aku sendiri, baru mengalami gonjang ganjing persahabatan gara-gara si hutang ini. aku mungkin bukan golongan orang-orang yang ikhlas dan masih perlu belajar satu karena kebutuhanku masih banyak, kedua karena rasa ketidakpercayaanku yang lebih besar pada temanku ini.

latarbelakangnya menurutku cukup kuat, beberapa kali orang ini selalu menunda janjinya. misalnya mau datang hari ini, magrib ditunda isya. lalu berubah lagi esok paginya. lalu besoknya lagi berubah, menyuruhku mengambil barang di tempat lain saja, padahal sebelumnya sudah melakukan akad.Lain hari, dia janji sendiri akan membayar sebuah tagihan tanggal 20. ternyata dia bilang sibuk, sedang berada di sebuah tempat dan kehujanan sehingga tidak bisa memnuhi janji. dia bilang akan mengirimkan kurir yang mengantar uang ba’da magrib, ternyata tidak datang juga.lalu berjanji keesokan harinya. tapi yang terjadi sebelum sampai esok hari, tiba-tiba dia mengirim SMS yang cukup mengejutkan

intinya meminjam uang Rp 500 ribu (lah yang tagihan sebelumnya juga belum dilunasi). bukan untuk keperluan mendesak menurutku. Tapi menurutnya sangat mendesak, karena berhubungan dengan hajat hidup orang lain yakni memberi uang transport karyawannya yang harus pergi merantau ke Jakarta. dia bilang akan diganti besok paginya sebelum zuhur, menunggu kiriman uang dari saudaranya di papua yang akan mentransfer uang sekitar jam 1.

aku tahu, dia mengalami masalah karena bank tempatnya menabung offline. aku tahu sumpahnya atas nama Allah, pasti bukan main-main. dan aku tahu tujuannya hanya membantu karyawannya yang sedang kesulitan, aku tahu dia sudah meminta ke beberapa orang, dan hampir semuanya mengatakan tidak bisa karena waktunya sangat mendadak. aku tahu dia berharap banyak aku bisa jadi tambatan yang terakhir. tapi…

aku pusinggg…bingung…posisi uang di ATM ada. tapi aku merasa tidak bisa menghutangi sejumlah itu karena kondisi uangnya memang pas,  harus membayar cicilan dan asuransi. tapi temanku itu terus mendesak, meski awalnya dia bilang kalau nggak ada nggak papa.

lama-lama dia mungkin frusutasi, sampai rela berikrarmenjaminkan motor dan kulkas kalo janjinya tidak terpenuhi. TAPI itulah bumerang yang dia lempar sendiri. aku mana tega mengambil atau menyita barnag berharga seperti itu. itu kata-kata paksaan yang menurutku menyakitkan kalau saja mereka tahu karakterku. aku mungkin lebih memilih sakit hati hutangku tidak dilunasi dari pada mengambil sendi kehidupan orang lain, meski aku berhak untuk itu.’

setelah berkonsultasi sana-sini, aku mendapat kesimpulan, kalau menghutangi orang itu memang baik.tapi melihat kondisi keuangan kita juga. jangan memaksakan diri hanya demi menjaga hubungan baik, tapi nanti kita sendiri yang nggak ikhlas dan membuat kondisi keuangan sendiri lebih kocar-kacir lagi. tetap harus ada prioritas.

See, what happened later? yang terjadi, kita putus komunikasi sampe sekarang, sudah tiga hari ini. efeknya buruk kan? tapi aku yakin kalau aku memberi dia hutang dalam posisi aku juga belum punya dana lebih untuk menghutangi, dampaknya akan lebih buruk. misalnya saja, ketika aku menagih dia seperti biasa dari besok ke besoknya lagi….aku yakin dia lama-lama juga males ditagih mulu, aku juga tipe orang yang nggak enakan. dan biasanya memilih mengalah, membiarkan semuanya terjadi. tipe nggak enakan ini emang nggak bisa dibuat2. mau orang bilang apa, nggak enak ya nggak enak.habis perkara.

Mungkin catatan yang satu  ini perlu dibaca juga

Sebaik-baik orang adalah yang mudah dalam membayar utang (tidak menunda-nunda). (HR. Bukhari, Nasa’i, Ibnu Majah, Tirmidzi).
* Yang berutang hendaknya berniat sungguh-sungguh untuk membayar. (HR. Bukhari, Muslim)
* Menunda-nunda utang padahal mampu adalah kezaliman. (HR. Thabrani, Abu Dawud).
* Barangsiapa menunda-nunda pembayaran utang, padahal ia mampu membayarnya, maka bertambah satu dosa baginya setiap hari. (HR. Baihaqi).
* Bagi yang memiliki utang dan ia belum mampu membayarnya, dianjurkan banyak-banyak berdoa kepada Allah agar dibebaskan dari utang, serta banyak-banyak membaca surat Ali Imran ayat 26. (HR. Baihaqi)
* Disunnahkan agar segera mengucapkan tahmid (Alhamdulillah) setelah dapat membayar utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasa’i, Ahmad).

Bila ada orang yang masuk surga karena piutang, kelak akan ada juga orang yang kehabisan amal baik dan akan masuk neraka karena lalai membayar utang. Sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa (yang berutang) di dalam hatinya tidak ada niat untuk membayar utangnya, maka pahala kebaikannya akan dialihkan kepada yang memberi piutang. Jika masih belum terpenuhi, maka dosa-dosa yang memberi utang akan dialihkan kepada orang yang berutang.” (HR. Baihaqi, Thabrani, Hakim).

SUMBER:
(Ali Athwa/SHW) – Majalah Suara Hidayatullah edisi 10/XV/Dzulqa’dah-Dzulhijjah 1423.

Iklan

PANIC ROOM

Awas panik itu penyakit keturunan!!

setidaknya itu lah keyakinanku. setelah ditelusuri, rasa panik itu juga diderita ibu dan kakak perempuanku. panik kadang melahirkan tindakan-tindakan bodoh yang mempersulit diri sendiri. Selain memalukan, panik mengundang orang lain yang disekitar kita ikut merasakan kepanikan tersebut untuk pertama kalinya tapi seterusnya dan seterusnya mereka akan mengernyit dengan cueknya “ah kebiasaan…” yeah…

panik yang aku alami tentu berhubungan dengan hal-hal yang belum pernah aku alami. kalau sudah mampu melampauinya aku berani jamin, no way for panic…semoga Anda tidak mengalami kekonyolan-kekonyolan di bawah ini

  • Naik lift

hello…sebagai orang kampung, naik lift pertama kali adalah kelas 6 SD. itu pun waktu study tour ke monumen Jogja Kembali. Sampai sekarang, kepanikan kerap melanda saat harus menghadapi lift sendirian. aku rela memutar arah menaiki tangga dan berkeringat daripada tidak ada orang yang kukenal untuk memencet tombol naik atau turun. entahlah, bayanganku sering macam-macam, terjebak di lift, liftnya putus, salah pencet etc etc…parahnya, aku jadi tergantung sama orang lain. aku mengandalkan mereka untuk  memencet tombol. pokoknya terima beres. kalau nggak ada mereka…ehm…naik tangga aja lebih sehat xixixixi…

Suatu hari, aku mencoba menekadkan diri, naik lift sendirian. tapi setelah sekian lama maju mundur, tengok kanan tengok kiri…aku kembali pada tangga kesayangan wahahahha…

  • Mesin ATM

Percayakah Anda…I am 29 years old..dan baru tanggal 14 Desember kemarin, akhirnya berhasil mengunakan ATM. thats my first time step to be human hoho nggak gitu sih..tapi selama ini, aku itu buku tabungan minded…itu juga terima transferan ortu trus ambil. jarang nabung juga. selama ini kalau ad ateman yang narik uang di ATM, cuma ngeliatin doang, nemenin dia…abis itu ya habis perkara. Nah, kebiasaan nggak mau open minded ini mempersulit diri sendiri.

setelah dipindah perusahaan ke kampung halaman. otomatis, gaji yang biasanya lebih suka kuterima pake amplop,harus dikirim via rekening bank. setelah bikin ATM, lebih dari seminggu ATM itu tak tersentuh. bayangan-bayangan yang dibuat sendiri, kaya nanti kartu kreditnya ketelen, nanti keluar ATM di rampok (padahal duitnya dipotong-potong buat cicilan), dan kejadian horor lainnya selalu mengemuka.

Tuhan tahu bagaimana cara mendidik hambanya. karena mau tidak mau harus ambiluang dan juga transfer cicilan lepi, aku memaksa seorang teman untuk menemaniku masuk ke ATM. dag dig dug gemeter udah pasti. saat ATM msuk ke mesin, dan pencet beberapa tuts yang diperintahkan tu mesin, ternyata tertulis ATM anda tidak diijinkan untuk digunakan. whats???? artinya diblokir. uang belom di tangan udah diblokir. padahal ATMnya kan umurnya baru hitungan hari. sambil menahan mewek hehehe…berusaha tetep stay cool. besoknya masih keukeuh kalau kerusakan ada di mesin ATM, dan bukan salah gueee…tapi hasilnya tetep sama.

Setelah menunggu temen mencak-mencak karena lepinya belom di bayar-bayar. aku pergi ke bank terkait. setelah dicek kartu ATMnya ternyata emang terblokir. lho kan baru dipake sekali. Kata CSnya harusnya setelah dibuat, ATM tersebut harusnya langsung digunakan, meskipun cuma buat cek saldo doank. setelah tiga hari nggak dipake, otomatis ngeblokir sendri. gitu aturan main ATM di bank terkait.

meski deg degan parah. tapi akhirnya bisa juga pake kartu kredit sendirian. soal pake ATM terlewati sudah…tapi yakin, masih ada sisa-sisa rasa khawatir ketika masuk ke ATM. wkwkwkwk..

  • Ditelpon tengah malam (kecuali sama pacar ihirrr)

Memang ada beberapa pengalaman yang membuatku panik mendapat telepon tengah malam. beberapa musibah, berita duka, kerap diterima saat tengah malam lewat telepon (right?). Jadi kalo lagi jauh dari rumah dan adayang telpon tengah malem dengan  nomor keluarga, pasti udah langsung aga pucet. badan dingin..

Alhamdulillah, ada satu fase yang sudah terlewati dan saat ini nggak mengalaminya lagi. jaman masih jadi wartawan floating, biasanya tengah malam sering ada tugas mendadak dari bos. lebih parah lagi kalau tulisan kita dianggap parah. bisa dimaki-maki abis.

pernah suatu malam pimpinan redaksi nelpon karena tulisanku dianggap nggak detail dan logika bertuturnya nggak bener. saat itu aku lagi pulang kampung. mungkin karena buru2 pengen lihat nyokap bokap, beritaku dibuat seadanya. waktu kebangun tengah malam, ada beberapa panggilan tak terjawab…dari bu bos..waduh langsung mules ni perut, keringat dingin, dan sebagainya. aku suka nggak tahan kalo dimaki-maki…soalnya tu orang kadang kalau marah, ocehannya kaya dari pan**t hahaha (itu dulu)….

bener aja, dimaki-maki…dan disuruh nulis ulang pake sms hahaha…(waktu itu belom pake BB)…udah rasanya mules kaya mau pingsan, disuruh mikir berita waduwww..

 

kayaknya masih banyak kekonyolan-kekonyolanku..tapi to be continue aja yaaa..mules ni…mo bobo (lhoooooooooooooo)…

see ya ^^