Si Tulang Bengkok

skoliosis

Mungkin ini tulisan terpanjang saya di awal Januari….

Saya pernah memposting tulisan ini sekitar dua tahun lalu. Komentar yang masuk, rata-rata menunjukkan betapa masih asingnya pengetahuan tentang skoliosis dan masih “malu-malunya” penderita skoliosis alias skolioser unjuk diri. Saya mencopas untuk menanggapi beberapa penderita yang merasa sendirian menghadapi ujian hidup tersebut. Padahal di luar sana, banyak sekali penderita yang akhirnya membentuk komunitas untuk meringankan penderitaan bagi teman senasib.

Berikut kisahnya (tulisan saya ini pernah dimuat di Harian Pagi Radar Banyumas (Jawa Pos Group) beberapa tahun silam..

Kisah Paramitha Nilamsari, Penderita Skoliosis (1)
Dua Bulan Didera Stres dan Kerap Dijauhi Teman

Tanpa bermaksud profokativ, tapi memang tak mudah menemukan manusia-manusia yang secara tulus peduli dengan penderita skoliosis. Skolioser tegas-tegas menolak belas kasihan namun tetap minta dipahami. Kelainan tulang belakang membuat mereka mudah sakit dan lelah. Namun sayangnya sering disalah artikan menjadi si manja yang minta diistimewakan.

JENKNA, Purwokerto

Skoliosis adalah kelainan atau gangguan pada tulang belakang yang melengkung atau membengkok kearah kanan atau kiri yang terlihat seperti huruf “S” atau “C”. Kelainan ini salah satunya bisa disebabkan karena kesalahan sikap duduk.               

             Tak banyak Skolioser yang mau membuka diri ke publik. Perasaan malu, minder, ketakutan tak punya masa depan lebih banyak menggelayuti mereka ketimbang memupuk harapan. Namun, Paramitha Nilamsari (22) mahasiswa semester 7 Teknik Elektro Unsoed yang divonis menderita Skoliosis sejak kelas 2 SMP ini, seperti sedang mendobrak dinding ketakutannya sendiri.
        

           “Memerlukan proses yang panjang sebelum aku bisa open seperti ini. Aku juga mengalami masa-masa sulit seperti nggak mau ketemu orang, di sekolah juga isinya cuma nagis terus. Pokoknya psikosimatis deh. Rasanya aku pasti nggak mungkin selamat. Aku pasti mati,” terangnya sendu.
         

           Saat vonis awal sebenarnya kemiringan tulang belakang Mita baru 20 derajat. Namun, Mita mengaku bandel untuk mengikuti terapi seperti berenang dan fisioterapi. Padahal terapi itu bisa menghambat derajat kemiringan tulangnya. Setelah kelas 3 SMA, kemiringannya ternyata sudah 45 derajat. Angka yang tak bisa ditolerir lagi untuk tidak melakukan operasi pemasangan screw.

         “Tadinya aku nggak mau dioperasi. Tapi aku itung-itungan sama dokter untuk melihat keparahan yang akan terjadi jika aku nggak operasi. Usia 17 tahun kemiringannya dah 45 derajat, padahal pertahun nambah 3 derajat. Sepuluh tahun berikutnya nambah berapa lagi? Nanti tulangku bisa mendesak jantung atau paru,” ucapnya.

          Atas saran dr Iman Solichin SP OT SPINE, Mita melakukan operasi di Jakarta dimana kedua orangtua dan keluarga besarnya tinggal. Mita tak akan pernah melupakan tanggal 27 September 2006 sebagai hari operasi besarnya dimulai. Hari itu Mita berjuang dari rasa sakit, demi impian dan demi masa depannya.

         Setelah menjalani enam jam pertaruhan di meja operasi dan rasa sakit melakukan treatment, hari kedua pasca operasi Mita sudah bisa memiringkan badan. Hari ketiga bisa duduk dan hari kelima sudah bisa berjalan. Mita bersukur tidak lumpuh seperti artikel-artikel yang pernah ia baca tentang skoliosis. Sisa kemiringan tulang belakangnya pun tinggal 7 derajat.

           “Tapi operasiku juga nggak lepas dari masalah. Karena ternyata ada semaca, rotasi di tulangku. Atau biasa disebut lordosis (tulang belakang yang melengkung atau membengkok ke arah depan). Jadi ada pendarahan dan harus disedot,” ucapnya.

           Musibah yang dialami Mita tak sampai disitu. Dalam perjalanan pulang ke Purwokerto untuk melanjutkan kuliahnya yang tertunda, kereta yang dinaiki MIta anjlog dan menurut Mita peristiwa itu cukup mempengaruhi kondisi tulangnya. Meski punggungnya terasa sakit, Mita tetap nekad kuliah hingga akhirnya sang ayah menyuruh Mita agar mengambil cuti untuk check up.
         

           Bulan April 2007, dr Luthfi yang menangani Mita mengatakan jika ada dua skrup dari 16 skrup yang ditanam ditubuhnya bergeser sehingga harus diangkat. Agustus 2007, Mita lagi-lagi masuk kamar operasi untuk mengangkat 2 skrup berbahan titanium yang sudah miring itu.  “Berkali-kali OP tetap saja aku gemeteran. Bayangin aja, satu skrup panjangnya 5 cm. Dan seumur hidup si titan ini akan bersarang ditubuhku selamanya,” kata Mita seraya tertawa.
         

          Namun, sakit fisik yang dirasakan Mita tak sesakit perasaan kehilangan teman-teman yang menjauhinya ketika tahu Mita skolioser. Mita sering dipandang sinis karena dinilai menggunakan cara-cara yang tak wajar mampu lulus ujian SMA meskipun ia tak pernah belajar karena sakit. Ia kerap jadi bahan gosip karena sering mendapatkan dispensasi dari kampus. Bahkan di cap manja, sok cari perhatian, dan anak emas kerap disandangnya.
         

          “Dari jauh aku tampak normal seperti tidak menderita apa-apa. Tapi sebenarnya aku mudah lelah dan perlu dukungan. Kadang aku ingin semua yang ada didekatku itu tulus,” tandasnya.

***

Kisah Paramita Nilamsari, Penderita Skoliosis (2-habis)
Terbitkan Buku Berdamai dengan Skoliosis, Rintis MSI Jateng

Once scoliosis, forever scoliosis. Sekali divonis skoli selamanya adalah skolioser. Kalaupun dilakukan operasi, itu tidak bisa membuat normal, hanya mencegah derajat kemiringannya lebih parah. Kenyataan itu justru melecut Paramita Nilamsari (22) untuk menentang badai. Dua proyek besarnya adalah mebuat buku dan merintis forum Masyarakat Skoliosis Indonesia (MSI) cabang Jateng.

JENKNA, Purwokerto

Mita terbiasa menumpahkan segenap suka dukanya hidup bersama skoli dan titan sebutan mesra Mita untuk mengakrabi skoliosis yang disandangnya dan skrup titanium yang bersarang ditubuhnya melalui diary elektronik berupa blog. Media itu pula yang mempertemukan Mita dengan teman senasib, Septi Hanum, Skolioser asal Jawa Timur.
            “Berawal dari saling komen di blog, kirim email, chatting, telepon sampai SMS-an akhirnya kami menemukan banyak skolioser yang sebenarnya membutuhkan tempat berbagi,” terang gadis berhidung bangir ini.
            Mita dan Septi yang belum pernah bertatap muka sekalipun akhirnya mulai bergerilya mencari responden yang mau berbagi kisah. Konsep tersebut sempat direspect oleh skolioser namun saat ingin ditindak lanjuti, mereka menghilang tanpa jejak. Meski banyak cerita para penderita skoli yang inspiratif tapi Mita tidak bisa memaksa mereka untuk terbuka, karena masalah skoli termasuk masalah sensitif bahkan masih dilabeli aib.
            Pesimistis yang sempat menyerang Mita untungnya bisa teredam oleh kesediaan 10 skolioser bersedia menjadi responden. Mita sengaja mencari penderita dengan kuunikan pengalaman hidup yang berbeda.
           “Aku dan Mbak Septi membuat naskah bukunya bareng tapi masih lewat internet, karena belum bisa ketemu muka. Kita juga cari percetakan sendiri, dan ngurus ISBN (internasional standar book number) sendiri,” ungkapnya.
            Di dukung forum Masyarakat Skoliosis Indonesia cabang Jawa Timur tepatnya di Surabaya dimana Septi tinggal. Buku berjudul berdamai dengan skoliosis pun berhasil di launching bertepatan dengan launchingnya MSI Jatim. Mita berharap, buku ini bisa memberikan jawaban apa yang harus diperbuat jika diri kita atau orang lain yang ada di sekitar kita divonis menderita skoliosis sehingga mereka bisa memahami apa yang sebenarnya terjadi pada diri skolioser.
          Tidak hanya bagi mereka yang bersentuhan langsung dengan kehidupan skolioser, tapi buku ini juga ditujukan untuk masyarakat luas agar lebih mengetahui tentang skoliosis dan mencegah agar dirinya tidak terkena skoliosis karena tanpa disadari, sebenarnya siapapun bisa terkena skoliosis jika tidak menjaga sikap tubuhnya.
           “Cetaknya memang terbatas sekitar 500 sampai 750 eksemplar dan baru dipormosikan lewat internet dan belum masuk ke toko-toko buku,”tuturnya.
          Terkait soal MSI, Mita sudah menjadi anggota MSI pusat sejak awal 2008. Bagi Mita, wadah ini bersifat sosial yang menyediakan informasi yang benar dan jelas mengenai skolisosis, menggalang dana untuk membantu para penderita skoliosis yang mengalami kesulitan ekonomi, biro konsultasi, juga sebagai acara silaturahmi untuk mempererat rasa kekeluargaaan anggota MSI.
          “Karena aku tinggal di Purwokerto dan tahu di kota ini ada ahli spine atau gangguan tulang belakang yaitu dr Iman Solichin SpOT SPINE, makanya aku mulai melobi MSI pusat agar di sini dibentuk MSI Jateng dan Rumah Sakit Orthopaedi Purwokerto (RSOP) sebagai support partnernya sekaligus basecamp,”kata dia.
           Mita menambahkan, Januari ini MSI Jateng sudah dibentuk dan tinggal mempersiapkan Rencana Kerja serta pencarian dana. Mita optimis, jika sekarang skolioser masih malu-malu menampakkan diri, suatu saat mereka juga bisa membuka diri pada masyarakat. Mita melanjutkan, memang butuh proses yang panjang untuk sampai pada tahap seperti yang mita rasakan sekarang, yaitu menerima keadaan sepenuhnya.
          “Aku selalu menyemangati diri sendiri dengan berkata aku tidak malu dengan skoliosis tapi aku bangga. Karena disaat yang lain bertulang belakang lurus, tulang belakangku bengkok. Dan itu unik,” ucapnya diiringi derai tawa yang renyah. (habis)

Bagi teman-teman yang mengalami atau memiliki saudara, rekan, kekasih, apapun itu, yang mengalami skoliosis, adalah sangat hina bila sampai mengabaikan mereka. Dukung dan beri informasi tepat. Bagi yang ingin memperoleh informasi lebih lengkap bisa mengunjungi situs ini :
http://www.msindonesia.org/forums/masyarakat-skoliosis-indonesia

Iklan

70 thoughts on “Si Tulang Bengkok

  1. wah, wah,saya sering membaca tentang skoliosis di buku2 biologi, tapi tak menyangka ternyata bisa berdampak seperti ini. gejala awalnya apa ya, mbak? soalnya saya kadang suka duduk tidak tegak.

  2. Awalnya penderita mungkin tidak menyadari atau merasakan sakit pada tubuhnya karena memang skoliosis tidak selalu memberikan gejala–gejala yang mudah dikenali. Jika ada pun, gejala tersebut tidak terlalu dianggap serius karena kebanyakan mereka hanya merasakan pegal–pegal di daerah punggung dan pinggang mereka saja. Menurut Dr Siow dalam artikel yang ditulis oleh Norlaila H. Jamaluddin (Jamaluddin, 2007), skoliosis tidak menunjukkan gejala awal. Kesannya hanya dapat dilihat apabila tulang belakang mulai bengkok. Jika keadaan bertambah buruk, skoliosis menyebabkan tulang rusuk tertonjol keluar dan penderita mungkin mengalami masalah sakit belakang serta sukar bernafas. Dalam kebanyakan kondisi, skoliosis hanya diberi perhatian apabila penderita mulai menitik beratkan soal penampilan diri. Walaupun skoliosis kadang tidak mendatangkan rasa sakit, rata-rata penderita merasa malu dan rendah diri.

  3. saya juga begitu hehhehe..apalagi pekerjaan saya di depan komputer. kdang dudk seenaknya. ya makanya hal itu bisa diimbangi dengan olahraga. saya bukan dokter jadi tidak tahu pencegahannya secara spesifik. tapi kalau liat2 di artikel ya selain memperbaiki cara duduk juga harus rajin berolahraga.

  4. ya makanya rajin2 olahraga trus perbaiki posisi duduk juga ati2 klo bawa tas punggung denan beban berat. trus kalo ketemu temen yang skoliosis di kasih dukungan yaaa…

  5. Salam

    Para penderita scoliosis, untuk mengkoreksi keadaan scoliosis bisa dilakukan tanpa operasi, yaitu dengan quantum touch (vibrasi hati) ,Saya Mike adalah seorang trainer Quantum Words dn sy seorang healer dr http://www.praktisiquantumindigo.co.nr .Saya certified quantum touch I dn II, certified bone healing, certified spatial emotion, certified hypnoterapist, certified train the trainer NLP, certified NNLP, certified supercharging vibration, saya sudah beberapa kali menangani pasien scoliosis. Yg saat ini terakhir sy tangani adalah seorang pasien scoliosis thoracral kombinasi dg derajat 30. Subhanallah 3x terapi @30 mnt sdh improve luar biasa. Dokumentasi improvement pasien sy keep pribadi. Jk anda ingin melihat buktinya bs add di pin bb sy 2A0069F3

    Regards

    Mike

  6. hmm 3 minggu lalu divonis skoli, dan 3 minggu ini saya terkapar takbisa bergerak bebas,tangan lemas punggung sakitnya minta ampun,apalagi kalo batuk atau terguncang,punggung terasa tertarik dan tulang belakang terasa perih kaya ada yg lengket mau terlepas. Apa seperti ini penderitaan skolioser? Umur 23tahun.

  7. Trims sudah buat tulisan ttg skoliosis, setidaknya bisa membuat masyarakat lebih aware sehingga bisa dicegah sejak dini. Dan semoga ga disebut penderita skoliosis lagi tapi pemilik skoliosis saja :p. Salam kenal dari skolioser 😉

  8. @ira, semoga segera mendapat kesembuhan…ya…tetap semangat..semua penyakit Insya Allah ada obatnya..
    @rumahhijaubelokiri, siaapp. terimakasih kembali 🙂

  9. salam kenal,
    putra kami usia 12 thn mengalami skoliosis & itu kami ketahui sejak 3 minggu yang lalu. saat ini sedang terapi renang & pijat. Saat ini kami menungu “brace” selesai dibuat.
    dan kami senantiasa memberi semangat, pengertian pd putra kami sembari menanamkan di hati & pikirannya bahwa “ini bukan penyakit” dll (NLP).

  10. bersedih boleh..itu manusiawi kok ima, tapi jangan menyerah ya..semua pasti ada jalan keluar. aku juga bertemu orang yang hidup dengan skoliosis dan dia bisa hidup seperti manusia normal lainnya meski memang harus menjalani operasi. dia juga menikah dan sekarang sedang hamil. yang kuat ya ima…

  11. @hary, iya seperti kata mitha ia bangga memiliki tulang bengkok, karena unik. ya mungkin harus diberi semangat seperti itu ya..semoga bisa melewati ujian ini dengan baik…salam kenal kembali

  12. Sejk aq kecil, aq tdx merasa bhwa aq skoliosis,, sjk sd aq mrasakn hl yg bert nie, tp aq mngabaikn nya krna q ga tw hal ne orngtuapun bgtu. Stelh aq dewasa, umur aq 20th aq baru cari informasi tntng pnyakit aq, n smpai skrng aq blum kedokter tp aq mnyangka aq skoliosis, n aq blum di rontgen sama skali, tp aq ingin mmbicarakn hl nie kpda kluarga ku, agr mreka mngerti tntng apa yg aq rasakn,, mngkin aq harus di operasi, krna skoliosis aq mngkin udh parah.. Tpp biayaya dri mna jka aq harus di operasi, sdngkn orngtuaku hnya petani yg miskin, tuk kuliah j aq tk mmpu, bila di biarkn mngkin pnyakit aq akn tmbh parh, aq di desa trpencil di lampung selatan tanggamus. Aq bingung harus bagaimana, aq hnya bisa mnangis

  13. salam skolioser, saya 20 tahun sekitar 3tahun lalu divonis skoliosis, tp saya cm terapi bbrp kali.. skrg blm tau udh brp derajat skoliosisnya..ini baru mau latihan berenang lg, selama ini keluhannya ya kyk biasa sakit punggung pinggang sm kaki.. dan pnyakit2 yg lain, kan emg tulang belakang itu pusat segala syaraf..klo udh bermasalah yaa..bermasalah smw hehe..tp tetep jalanin hidup aja, dan berpasrah sm ALLAH SWT .. hehe cm mau sharing sm kenal aja sm sesama skolioser Indonesia 😀

  14. iya putri, semoga kepasrahanmu dibalas pahala yang berlimpah. setiap penyakit ada obatnya, setiap masalah ada jalan keluarnya. tetap semangat ya putri. peluk jauh dariku :*

  15. Senangnya dapat pencerahan. Saya 23 tahun, didiagnosa skoliosis dengan kemiringan20 derajat di bag lumbal. Keluhan saya adalah nyeri punggung, pinggang sampai kaki. Saya juga seringkali mengalami sesak napas. Hasil foto rontgen hanya pada bag pinggang krn keluhan saya mengarah di bag pinggang. Dari hasil tsb dokter mnyatakan saya terkena skoliosis namun belm perlu ada penanganan medis. Hanya saja perlu exercise & berenang. Saya diharuskan pemeriksaan 1tahun lagi untuk mengecek pertambahan kemiringan. Sebenarnya Saya juga masih belum terlalu yakin sehingga perlu adanya opini dari teman2 yg berpengalaman sama.. Bagaimana sebaiknya penanganan skoliosis yang saya derita ini? Terimakasih

  16. hallo windy, salam kenal ya.ubtuk penanganan skoliosis tentunyaperlu konsultasi ke dokter yg kompeten ya. saya di sni sifatnya hnya berbagi kisah seorang teman yg hidup dgn skoliosis. jadi tidak mengalami secara langsung. mungkin saya cuma bisa memberi rekomendasi meminta info ke sesama penderita skoliosis seperti windy. ini link facebooknya paramitha nilamsari yang aktif di MSI https://www.facebook.com/paramita.ns?fref=ts. mungkin bisa langsung bertanya ke beliau soal pengalmannya selama ini. terimakasih

  17. Salam skolioser,saya 27 tahun awalnya saya merasa nyeri di bagian atas pinggang.saya pikir kurang minum,terus saya juga suka sesak.akhirnya saya foto thorak,hasil paru-paru normal. Tapi suka sering susah b’napas, akhirnya saya konsultasi ke dr.paru sampai 3 orang menyatakan normal.ada 1 dokter bilang saya terkena asma ringan,tapi jika asma ada faktor yang buat sesak seperti faktor keturunan,debu,udara,dll.tapi saya mengalami sesak yang hampir tiap hari dan keluarga tidak ada keturunan asma…
    Saya pernah jatuh dari motor,lalu saya foto Abdomen polos bulan maret 2013. Dan tidak saya duga malah timbul diagnosa yang lain,Di sinilah saya baru mengetahui bahwa saya skoliosis. Saya konsul ke Dr.fisioterapi sekitar bulan september bahwa nyeri yang sering saya alami disebabkan oleh karena skoliosis,di anjurkan untuk sering berenang.lalu saya di fisioterapi di panaskan di sekitar bagian pinggang sebanyak 3x,dan di sarankan untuk foto program skoliosis.
    Senin,25 November kemarin saya foto program skoliosis dan hasilnya 29 derajat. Saya konsul ke Dr.orthopedi bahwa skoliosis yg saya alami masih dalam tahap ringan,tapi masih bisa bertambah. Bisa juga d operasi,tapi saya masih berpikir dulu untuk di operasi. Jika tidak ingin di operasi harus sering berenang ujar dr.ortho. Dr.orthopedi menyarankan saya untuk baca artikel-artikel di Masyarakat Skoliosis Indonesia. Disini saya jadi lebih banyak tahu mengenai skoliosis, terima kasih untuk Semua. jadi ternyata sesak yang saya alami selama ini bisa di karena kan karena skoliosis..
    Saya ingin bertanya sesak yang saya alami ini sangat mengganggu pernapasan saya,jika sudah terkena ke pernapasan apakah harus d operasi dan jika tidak di operasi apakah sesak ini nantinya akan hilang setelah rutin untuk berenang dan fisioterapi…
    Terima kasih

  18. hai widya, salam kenal dan tetap semangat ya. Kalau saya saran saya sih, lebih baik konsultasi ke dokter. Saya di sini hanya berbagi pengalaman beberapa skolioser.Pasti dokter tahu nanti apa terapi yang cocok untuk dirimu. Makasih ya udah mampir ke blog saya. semoga segera diberi kesembuhan. Aamiin

  19. aku pemilik scoliosis derajat 25&50 umur 13 tahun.aku ingin masuk komunitas scoliosis agar dapat info banyak.aku takut dioprasi adakah info yg bissa menyembuhkan scoliosis tanpa oprasi.mksi

  20. putri tinggal dibandung.ada ga komunitas sco dibandung.aku sdh coba masarakat scoliosis indonesia tp sdh tidah aktif

  21. @putri, hai putri kalau info apakah skoliosid bisa disembuhkan tnapa operasi saya tidak tahu banyak. pertama saya bukan dokter, cuma kebetulan pernah wawancara dengan orang yang hidup dengan skoliosis. mungkin putri bisa add paramita nilamsari salah satu skolioser purwokerto yang menjadi narasumber tulisan ini add saja facebooknya https://www.facebook.com/paramita.ns?ref=ts&fref=ts. maaf kalau jawaban saya kurang memuaskan. saya akan bantu carikan infonya lagi 🙂

  22. Hai sememua..
    Ikut nimbrung ya..
    Pacar sya juga menderita sceliosis..
    Saya slalu mnyemangati dia untuk tetep samngat dlm ngjlnin hidup.. Saya minta info kl ad yg tau tempat terapi untuk pnderita skeliosis di semarang – jogja
    Trimakasih n salam kenal dari saya

  23. saya juga skoliosis, ga tau brapa derajat.. cm tau dr xray thorax..

    dr bentuknya tulangnya rada twist.. kalimat yg lumayan menyenangkan hati “ini bukan kelainan, namun keunikan”

    sempat down, karena ga bs ikut kegiatan fisik.. berasa lemah, tp bangkit lagi karena dalam diri kita ada kelemahan dan kelebihan.. aku sudah tau kelemahanku maka aku harus tau kelebihanku 😀

    Jadi jangan suka meratapinya, krn itu buang waktu. bangkit dan lanjutkan mimpimuu 😀

  24. hallo vella, senang melihat energi positif darimu. Semoga bisa menularkan semangat ke yang lain yaaa saayyy. Setuju kita fokus wujudkan mimpi aja yaaa daripada meratapi nasib. peluk sayang dariku :*

  25. Haii salam kenaal skolioser, aku juga skolioser 🙂 seneng deh ternyata banyak temennya :’) ada yg punya socmed lain nggak? Maaf ya barusan baca blog ini huhu. Ada yg pakai brace boston ngga? Terimakasih ^^

  26. hallooo skolioser, aku yesy umurku 19th tulang punggungku sudah lama divonis skoliosis tapi org tuaku tak pernah menceritakan panjang lebar dan bagaimana bisa seperti ini hanya saja saat umurku satu tahun aku pernah di operasi dan katanya dulu aku gbisa berdiri lalu org tuaku memutuskan untuk oprasi waktu itu sampai akhirnya aku bia berjalan tegak hanya saja aku tidak bisa meninggi tinggiku 146cm sampai skrg. aku tau org tuaku sedih sampai akhirnya aku sering cari tahu apa penyakitku ini dan sampai akhirnya aku tahu. aku ingat bahwa dulu teman temanku selalu mengejeku si bongkok pada saat sd-smp setelah dewasa tidak ada lagi ygg mengejek di depanku, memang sakit memang pahit menerima kenyataan skoliosis tapi syukurnya skoliosisku ini tidak bertambah derajatnya tapi tidak tahu juga sih karena aku takut sama dokter selama ini belum pernah bertemu dokter spesialis tulang belakang, dan skrg akupun memutuskan untuk ingin memeriksakan tulang punggungku ini mudah2an saja masih bisa terapi. aku seneng bisa nemu teman2 skolioser disini 🙂

  27. @yessy, halo yesy, salam kenal. senang yesy bisa ikut berbagi cerita dan pengalaman. Semoga bisa menjadi semangat buat yang lain. terimakasih sudah mampir yaa

  28. Halo semuanya, panggil aja aku Ta. Aku skolioser juga. Umurku sekarang 18 tahun. Dulu aku dan orang tua sangat awam sekali dengan apa itu skoliosis. Awalnya aku tidak tahu kalau aku sebenarnya terkena skoliosis. Aku selalu merasa sakit dibagian dada sebelah kiri dan juga dibagian pundak. Umurku dulu 15 tahun. Setelah masa pencarian itu kurang lebih ya 2 tahun lebih, akhirnya aku ketahuan terkena skoliosis dan bukan di dokter spesialis rehab medik melainkan oleh dokter psikiater. Aku divonis skoliosis dengan derajat lebih dari 55derajat. Namun sekarang aku telah dioperasi dan tinggal 20 derajat. Alhamdulillah sudah lebih berkurang, meski sekarang masih tetep menggunakan brace demi keamanan. Aku seneng bisa ketemu kalian disini, salam kenal 🙂

  29. Hai skolioser, salam kenal ya..
    Namaku elisa 21 tahun.
    Aku kena scoliosis dan aku tahu itu baru saat aku SMP. Tapi pada saat itu aku tidak tahu apa yang harus dilakukan, saat kuliah aku baru memutuskan fisioterapi tetapi tidak ada hasilnya.
    Aku pernah X-ray dan katanya derajat kemiringannya sudah 55 derajat, sedangkan derajat tulang yang berputar ke depan 78 derajat.
    Beruntung dengan derajat yang bergitu besar aku tidak merasakan apa-apa, hanya mudah lelah saat duduk terlalu lama.
    Ingin sekali rasanya operasi tulang belakang, tapi biaya nya yang sangat mahal menjadi tidak mungkin, belum pernah sih aku ke dokter tulang karena takut di suruh ini dan itu.
    Senang sekali bertemu dengan kalian sesama skolioser disini, dan berbagi cerita dengan kalian.

  30. hy kak salam kenal ya
    saya ratna usia saya 16 tahun
    saya jg terkena skoliosis, saya baru tau ada perbedaan tubuh saya antara kanan dan kiri saat saya kelas 2 SMP saya kira ini biasa Dan sampai saat ini saya kelas 3 SMK saya nonton film MIKa dan disitu saya sudah mulai searching tentang skoliosis dan kak sampai saat ini saya blh bisa periksa kak
    apa nanti bakalan bahaya kak soalnya sudah hampir 3 tahun saya blm periksa???? tapi saya tidak merasakan apa” kaya pegel sakit itu tidak saya rasa kak?

  31. @ratna dewi, halo ratna. salam kenal yaa. sebaiknya ratna pergi ke medis (dokter/RS) untuk mengetahui solusi yang tepat. Saya sendiri tidak tahu tingkat kerawanan skoliosis jika tdk diperiksa. mungkin teman-teman disini memiliki jawaban atau solusi lain buat ratna. sila bantu menjawab. terimakasih 🙂

  32. Hy kak saya andhy umur saya 14 tahun
    Saya juga mungkin terkena skoliosis karna zaya sudah photo x-ray tulang belakang saya bengkok kata ahli dalam itu sejak kecil,, aku sekarang sering sekali sakit, sesak nafas, dan nyeri dan akhir2 ini semakin para karna udah lebih 1 bulan aq batuk,, udh banyak obat yg aq makan tpi gak ad perubahan sama sekali. Kata dokter harus di operasi. Apa ad cara lain selain operasi?, dan berapa biayanya kak?
    Sekian

  33. mkasih ya kak atas sarannya
    tapi kayanya kak saya blm sempet akhir” ini buat cek ke sana, kalo ratna bleh tau kak cek skoliosis ini mampu pengeluran bnyak gk ya kak?

  34. @sulfiandi, halo sahabat 🙂 saya sendiri waktu itu bertugas sebagai wartawan dan hanya menulis pengalaman seorang sahabat saya. Karena saya sendiri bukan penderita skoliosis, jadi saya kurang paham apa tanda atau gejalanya, apakah harus operasi atau tidak dan biayanya berapa. Mungkin sulfiandi bisa search digoogle mengenai itu. Nanti saya carikan info lagi yaa ke teman-teman yang berpengalaman. Atau teman-teman yang ada di sini dan punya informasi, mohon bantuanya untuk berbagi pengalaman kepada yang lain. Membantu memberi ilmu juga ibadah lhoo, Terimakasih 🙂 salam hangat dan sayang untuk semua

  35. @ratna dewi, mohon maaf ya say, saya sendiri kurang tahu. karena tidak mengalami. Menurut sahabat saya, ya biaya operasi memang besar. walau dia tidak mau menyebut berapa.Tapi kalau sekedar cek atau konsultasi dokter mungkin tidak begitu mahal. Namanya konsultasi masih gratis biasaanya. Tapi kalau sudah harus operasi memang harus dipikirkan lebih lanjut soal biaya.

  36. Mba Jenkna, mau nanya, punya alamat imel Oktaria S Dewi, ada yang ingin saya tanyakan mengenai operasi Scoliosisnya. Terima kasih

  37. perkenalkan saya rahmat dari surabaya, saya juga bengkok tulang blakang. tp tidak pernah ke dokter.
    boleh minta seseorang untuk di ajak tanya2 nggak? mau tanya2 ini bagaimana menyembuhkan tanpa operasi. trimakasih.

  38. @all, baik teman-teman semua, bagi yang masih memiliki keluhan atau ingin curhat ttg skoliosis bisa menghubungi salah satu skolioser teman saya, yang kisahnya saya ceritakan di blog ini. Dia juga penulis buku berdamai dengan skoliosis, namanya paramita nilamsari, link facebooknya https://www.facebook.com/paramita.ns, pin BB nya 7E8704F3, nomer hpnya 08156987988. dia juga tergabung dalam masyarakat skoliosis indonesia. semoga bermanfaat ya teman-teman. terimakasih

  39. Selamat malam,salam kenal nama saya arie.Kebetulan saya punya cerita yg sama dimana anak saya scolioser umur anak saya baru 13 tahun dan sudutnya sudah 30 derajat.boleh arie minta nomor hp mb untuk sedikit berbagi tentang hal ini mb.ini alamat emailnya mb ariningsih@sugity.co.id dan tlp d 08121362815

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s