HappY nEw yEar 2009

img_06701tahun baruku benar-benar back to nature
bersama memandang ke depan

bersama memandang ke depan

Selamat Tahun Baru Untuk Semua……

Silahkan berkontemplasi

Silahkan membuat resolusi

bergenggaman tangan meraih harapan

bergenggaman tangan meraih harapan

mandiri menentang arus

mandiri menentang arus

menikmati liku hidup

menikmati liku hidup

indah kan perumpamaan diatas? nih ada laghi

percaya diri seperti anak-anak

percaya diri seperti anak-anak

 

Photo’s Location : Parasi, Pangebatan, Brebes

models : Nida Aulia Najati, Muh Malik Nadzif, Titik Yulianti, Irsa Resiawati, Jenkna

time and date : 09.00 WIB, 29 Des 2k8

Iklan

Cerah di Tahun Baru

Ada yang mau tampil cerah di tahun baru? apakah kulit putih masih menjadi mitos kecantikan yang sesungguhnya.? semua tergantung pilihan kita. yang jelas banyak cara menuju cantik namun tak jarang yang harus menimbulkan rasa sakit dan biaya yang sangat tinggi.

berikut berita saya di rubrik wanita, minggu pertama bulan desember. apakah anda berminat?

Cerahkan Tubuh Dengan Injeksi Whitening

 Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperoleh kulit cerah dan tampak lebih putih secara cepat. Salah satunya dengan injeksi whitening. Injeksi whitening merupakan pemutihan tubuh dari dalam, beda dengan body whitening yang memutihkan tubuh dari luar seperti dengan lulur, mandi susu, atau steam.
 dr Umar dari Natasha Skin Care Purwokerto mengatakan, injeksi dilakukan dengan cara menyuntikkan cairan yang di dalamnya terkandung vitamin, mineral, anti oxidant, kolagen ke dalam intra vena (iv). Bahan-bahan tersebut lebih mudah terserap oleh seluruh tubuh dibanding dengan polesan dari luar karena zat tersebut terbawa oleh seluruh aliran darah.
 “Prosesnya sangat singkat sekitar 10 sampai 15 menit. Sakitnya juga tidak seberapa, seperti digigit semut,” terang umar.
 Umar melanjutkan, yang pertama kali dirasakan pasien sesudah injeksi adalah kebugaran. Tubuh terasa kebih sehat karena mendapat vitamin. Sementara itu, untuk mendapatkan kulit putih secara cepat, paling tidak pasien harus melakukan injeksi seminggu empat kali. 
 “Tapi bagaimanapun, putihnya tidak bisa permanen, mungkin hanya satu bulan. Jika sudah mulai kusam bisa injeksi lagi tapi tak sesering yang pertama. Hanya untuk maintenance (perwatan),” tuturnya.
 Dikatakan Umar, selama ini belum pernah ditemukan efek samping dari injeksi. Namun bagi beberapa orang seperti penderita ginjal memang tidak disarankan. Menurutnya, penderita ginjal sensitif dengan vitamin C yang diinjeksikan. Jadi untuk amannya, riwayat kesehatan pasien harus dikonsultasikan terlebih dahulu.(ina)

cusss, disuntik

cusss, disuntik

Like mother like daughter

pr dari jenk ayay, i’ll try to make good answer

buat ibu di hari ibu yang sudah berlalu

Bismillah…

How old is your Mother?

* 58  tahun

 

 

What do you call your Mother?
* ibu,  mom (kalo sawan bule ku lagi kumat he he he)

 

 

How is your relationship with your Mother?
* waktu kecil aku takut, suka dimarahin, digaplok kalo bandel. Tapi udah gede ngerasa didikannya berfaedah banget, so sekarang aku yang dulunya takut jadi deket banget ma ibu

 

 

Does she have another other children other than you?

* kami lima bersaudara, kakakku empat, aku bungsu, keluarga besar juga kaya jenk ay

 

 

Is she a good cooker?
*pastinya. sambelnya itu gak ada duanya. tamu-tamu bapakku kalau main yang ditanya sambelnya ibuku. ibuku pinter segala macem masakan pokoknya. tapi nggak pernah memaksa aku untuk bisa masak

where was she raised?
* Kebumen, Jawa tengah, tapi masih keturuan suku banjar kalimantan. Aku dapet warisan kulit kuning langsat dari sana yeeeeee 

 

Do you love your Mother?
* ibu termasuk orang yang sering aku ingat dalam keadaan apapun, so deep for me lah. Cinta banged.

 

 

When was the last time you saw your Mother?
* udah lama,  terakhir bulan lalu. itu juga dia yang berkunjung ke Purwokerto. Soalnya aku gak bisa pulang, libur sekalipun. hiks

 

 

What is her favorite TV show?
* ibuku kebetulan gak suka sinetron. sukanya talkshow religi kaya Aa dan Mama dedeh. kadang-kadang suka nonton infotainment juga, yang ujung2nya ngedumel sendiri.Trus suka nonton berita aktual. Soalnya penasaran apakah anaknya yang imut ini masuk TV apa gak kalo ada berita gede (padahal udah aku bilangin berkali-kali,  aku tuh wartawan surat kabar bukan TV)

 

 

What is your Mother’s favorite restaurant?
* ibuku termasuk ndeso. pokoknya diajak ngota tuh susah. takut mahal,  takut anaknya gak sanggup bayar, takut nggak tahu car amakannya, jadi gak sering2 di ajak ke restoran. ke rumah makan biasa aja

 

 

Does your Mother work?

*ngurus rumah seperti biasa. ngurus bapakku. ternak-ternak kami (cuma ayam sih). trus memutar otak mengalokasikan dana pensiunan bapak yang gak banyak. Misalnya, nyuruh orang metikin kelapa trus dijual. ngumpulin barang bekas trus diloakin, lumayan katanya. ohya, demen ikut pengajian juga.

 

 

What kind of music does she like?
* seleranya gak mesti,. kalo aku ngefans sama sebuah lagu atau band atau penyanyibiasanya dia ikut-ikutan. tapi karena wong jowo ya seringnya campursarian

 

 

What is your Mother’s favorite store?
* warungnya mbak trinil,  saudara sepupu ayahku. bisa sambil ngobrol ngalor ngidul

 

 

Does she know who Britney Spears is?
* mungkin tahu kalau liat mukanya. tapi kalau aku nyebutin nama ajah, pasti dia bengong.

 

 

 

What is her favorite color?
* senengnya yang kalem-kalem kaya biru. padahal dipakein apa aja cantik. secara kulitnya bersih

 

 

Where is your Mother right now?
* di rumah

 

 

What did you give your Mother for Mothers day?
* dulu aku nggak peduli. sekarang nyokap suka ngingetin sih. eh don (wadon artinya perempuan) sekarang hari ibu lho jadi inget terus. paling SMS say thax 

 

 

Your Mother is …
* sabar banget, sensitif, mementingkan anak ketimbang dirinya sendiri. bisa melakukan apa saja, termasuk pekerjaan laki-laki, mudah panik, membumi, cerdas.

jatuh cinta

saya memandang langit tanpa matahari
juga tidak berbenturan pandang dengan mendung
saya menikmati langit dengan pikiran kosong tanpa penilaian
karena hati saya yang sedang bergerak-gerak atau
sebenarnya jantung saya yang melompat-lompat
tawa saya seperti memecah batu di lubuk saya sendiri
sudah lama aroma bunga itu tidak hadir
hitungan jemari saya menunjuk jumlah tahunan dimana saya tidak pernah merasa seperti ini….
seperti ada harapan baru yang membimbing tangan saya untuk mencapainya. meskipun saya mesti berjuang lagi? yah, tidak ada salahnnya saya mencoba lagi. apa gerangan?
JATUH CINTA
bagi orang-orang yang terbiasa diliputi perasaan begini, mungkin saya termasuk terlambat atau terlalu membesar-besarkan
tapi saya sangat menyukai perasaan yang semacam ini, hangat sekali
saya ingin menyampaikan sesuatu pada yang saya CINTAI
tanganku sudah lelah mencari kait untuk melengkungkan jemarinya
kalau itu benar kamu, bolehkan saya meminjamnya? untuk mengaitkan kelingking saya? saya takberani lebih. cuma kelingking saja
bagi anda yang mungkin sedang jatuh cinta. bisakah berbagi dengan saya, apakah rasanya sama?
tawa usai tangis

tawa usai tangis

hipospadia 2

Kisah Solihatun Nisa Menjadi Mohammad Solehan (2-habis)

Ingin Selamatan Jika Punya Akta Kelahiran

Kendati bukti klinis dalam genggaman Sunarko (40) dan Siti Santiasih (38) menyatakan bahwa Solihatun Nisa (6) atau Aan bergenotip laki-laki normal, bahkan operasi untuk mengembalikan fungsi penisnya pun telah dilakukan, ternyata perjuangan belum berakhir. Masih tersisa satu langkah lagi yang mesti dilalui yakni mempertegas perubahan jenis kelamin dan pergantian nama bocah itu di mata hukum.

INDRI AGUSTINA, Purwokerto

Cahaya remang lampu di ruang tamu Siti Santiasih, Selasa (16/12) sore kemarin, tampaknya mewakili perasaan seorang ibu yang tengah dilanda gundah. Betapa tidak, dalam pikirannya yang sederhana sebagai wong cilik, menganti nama Solihatun Nisa menjadi Mohamad Solehan cukup secara lisan. Namun, mengingat Aan perlu membuat akta kelahiran, Siti dan Narko mulai berpikir soal status Aan yang masih tercantum sebagai perempuan dan bernama perempuan di surat kelahiran dan KK-nya .
“Beruntung, saya bertetangga pak Djoko (kuasa hukumnya-red). Dia menyarankan supaya kami mengajukan permohonan penetapan perubahan jenis kelamin dan ganti nama ke Pengadilan Negeri Purwokerto secara prodeo (cuma/cuma),” terang Siti dengan wajah berbinar.
Namun setelah surat permohonan itu didaftarkan Djoko Susanto SH dan kemudian disetujui oleh ketua PN Purwokerto, Sutanto SH MH, Siti dan suaminya kembali diliputi kebingungan. Hal itu wajar terjadi, karena baik Siti maupun Narko belum perah sekalipun menghadiri persidangan. Mereka juga tidak menyangka kalau sebagai pemohon harus menghadirkan saksi dan bukti yang menunjukkan bahwa Aan berjenis kelamin Laki-laki.
“Kami sendiri tidak hadir juga tidak-apa-apa, toh sudah ada kuasa hukumnya. Tapi kalau diminta kami siap. Cuma saya tidak tahu akan serumit ini,” ujar Siti, pasrah.
Sembari menghitung hari menjelang sidang perdana, Selasa (23/12) mendatang, Siti mulai berkeliling ke rumah-rumah orang yang sekiranya bakal menjadi saksi dipersidangan. Sebagai salah satu syarat menjadi saksi, Siti mengumpulkan fotokopi KTP milik bidan yang membantu persalinanya, ketua RT sekaligus lurah Karangklesem. Sementara saksi yang lain akan diurus oleh kuasa hukumnya.
“Saya juga mengumpulkan surat-surat keterangan kesehatan dari dokter saat Aan memulai proses operasi hingga selesai. Bahkan alat pengukur pertumbuhan penis Aan masih saya simpan. Saya tidak berani membuang satu suratpun, karena mungkin akan berguna sebagai kelengkapan berkas,” tutur wanita bertubuh kurus ini.
Disisi lain, kekhawatiran Narko dan Siti juga mulai merambah pada masa depan Aan. Sampai detik ini, Aan memang tumbuh sebagai anak yang percaya diri, riang serta energik. Ia tidak pernah minder bermain dengan teman-teman sebayanya yang laki-laki. Namun, entah kelak. Kedua orangtua Aan berharap, Aan benar-benar tumbuh dengan kondisi alat kelamin yang normal dan diterima sebagai laki-laki sepenuhnya tanpa harus dipertanyakan masa lalunya.
“Rasanya ingin sekali membuat acara Selamatan jika Aan sudah punya akta kelahiran. Aan sendiri juga sempat meminta itu pada saya. Tapi saya tidak terlalu muluk berharap. Kondisi kami pas-pasan, lebih baik memikirkan sidangnya selesai dulu. Soal selamatan urusan nanti,” kata Siti. Matanya yang tadi berbinar kembali redup.
Sementara itu, kuasa hukum Narko dan Siti, terlihat bersemangat menghadapi persidangan besok. Djoko sedang mengusahakan untuk mendatangkan psikolog, dokter dari RS Sardjito yang menangani Aan, tokoh masyarakat serta pihak MUI sebagai saksi dalam sidang. Karena kasus ini prodeo, maka kemungkinan biaya akomodasi saksi dan segala tetek bengeknya menjadi tangung jawab Djoko.
“Kehadiran saksi sangat penting untuk menegaskan status Aan. Dokter dan psikolog pastinya akan memberikan kontribusi dari segi klinis dan kejiwaan. Sementara tokoh masyarakat serta bidan di lingkungan Aan tinggal, diperlukan karena mereka ikut menyaksikan tumbuh kembangnya. Sedangkan MUI akan membahas dari segi agamisnya, apakah tindakan klinis yang dilakukan pada Aan, merupakan hal yang diperbolehkan atau tidak oleh agama,” beber Djoko.
Djoko khawatir, jika status Aan tidak sedari dini diperjelas secara hukum, maka kehidupan sosialnya juga kan terganggu. Dengan disahkannya status Aan sebagai laki-laki, peran dia di masyarakat juga lebih jelas. Seandainya masih ada yang meragukan statusnya, Aan sudah mengantongi bukti klinis dan hukum.
Tak hanya Djoko, hakim tunggal yang bakal menyidangkan kasus tersebut, Dwi Winarko SH MH, ikut menaruh perhatian khusus pada Aan. Selama menjadi hakim, Koko, begitu dia dipanggil, baru kali inimendapati kasus anak hipospadia yang menyebabkan adanya salah persepsi, yang tadinya dikira perempuan ternyata adalah laki-laki akibat kelainan pada bentuk kelamin. Puncaknya, status Aan harus sampai masuk ranah pengadilan.
“Tapi semuanya memang harus dibuktikan. Karena orangtua si anak yang memohon, mereka pula yang harus menghadirkan saksi dan buktinya. Sidang ini seperti halnya sidang permohonan adopsi atau pengangkatan anak. Jika permohonannya tidak ada perubahan kita langsung menginjak pada pembuktian disertai keterangan saksi-saksi,”ucapnya.
Koko melanjutkan, penetapan perubahan jenis kelamin dan ganti nama dari pengadilan memang dibutuhkan jika Aan ingin membuat akta kelahiran. Akta kelahiran itu sendiri akan berguna bagi masa depan Aan, seperti mendaftar sekolah, melamar pekerjaan, menikah dan sebagainya.
“Sekarang marak terjadi kasus penggelapan asal-usul, ijasah palsu dan sebagainya. Bahkan banyak yang melakukan praktek dibawah tangan untuk mengubah surat kelahiran ataupun KK. Namun, bagi masyarakat yang mau mengurus melalui prosedur hukum yang benar, hal tersebut sangat kami hargai,” tandasnya. (*)

Hipospadia

Solihatun Nisa Menjadi Mohammad Solehan

Solihatun Nisa Menjadi Mohammad Solehan

Hari ini beritaku headline, dihalaman depan. Tapi bukan itu yang ingin ku bahas. Pasti banyak orangtua diluar sana yang mengalami takdir memiliki buah hati seperti AAN terlahir dengan kelamin yang tak sempurna. Semoga kemiskinan tidak menghalangi para orangtua untuk membersamainya tumbuh sebagimana yang ia inginkan.

dimuat Radar Banyumas, Edisi 17 Desember 2008

Kisah Solihatun Nisa Menjadi Muhammad Solehan (1)

Operasi Tiga Kali Agar Mendapatkan Penis Yang Sempurna

Kebahagiaan pasutri Sunarko (45) dan Siti Santiasih (38) menimang anak perempuan, Solihatun Nisa (6) alias Aan berubah kepanikan saat dokter menyatakan bahwa anak tersebut sebenarnya laki-laki. Padahal anting terlanjur dipasangkan, baju perempuan juga telah dipakaikan. Selanjutnya, masalah baru pun muncul, Aan harus segera diperiksa secara intensif untuk memastikan jenis kelaminnya.

INDRI AGUSTINA, Purwokerto

Siti Santiasih tak menyangka bahwa anak yang selama ini dikiranya perempuan sesuai surat keterangan kelahiran dari bidan yang membantu persalinannya adalah laki-laki. Namun, setelah seorang tukang pijit yang sedang memijat Aan (waktu itu Aan berumur dua bulan) mengatakan bahwa Aan sepertinya berjenis kelamin laki-laki, Siti berinisiatif memeriksakan Aan ke tempat praktik dr Basalamah, seorang dokter di RSUD Banyumas untuk memastikannya.
“Saat itu dokter mengatakan kalau anak saya memang laki-laki. Penisnya tidak terlihat karena Aan mengalami kelainan pada bentuk kelaminnya. Dokter lalu menyarankan agar Saya memeriksakan Aan ke RS Karyadi Semarang,” tuturnya.
Kenyataan tersebut, sempat membuat Siti meradang. Maklum saja, setelah dikaruniai dua putera, Budi Hartono (20) dan Ihsan Nurhidayat (15), Siti memang mendambakan anak perempuan. Sehingga ketika Aan dinyatakan laki-laki, Siti shock dan sering melamun.
“Waktu sedang konsultasi ke RSUD Banyumas, antingnya masih belum saya lepas. Saya bilang ke dokter, saya akan melepasnya pelan-pelan karena rasanya memang berat sekali,” ungkapnya.
Disamping itu, Siti juga terbebani oleh rentetan biaya yang bakal dihadapinya jika ia memeriksakan Aan ke Semarang. Sunarko, suami Siti hanya bekerja sebagai buruh serabutan yaitu buruh bangunan dan tukang pemecah batu. Kalau order bangunan sedang sepi, Sunarko memilih menarik becak. Siti sendiri membuka warung gorengan kecil-kecilan yang kadang buka tapi juga seringkali tutup karena terganjal modal.
“Saya akui saya sedikit shock. Tapi hanya beberapa hari, tidak lama. Saya langsung bangkit dan memikirkan apa yang harus saya lakukan agar anak saya mempunyai bentuk kelamin yang seharusnya jika memang benar dia laki-laki,” ujar Siti.
Dengan mengantongi Askeskin, bantuan dari lurah, warga setempat juga Rotary Club Purwokerto, Siti dan Narko akhirnya berangkat ke RS Karyadi Semarang. Di RS karyadi, Aan disuntik hormon untuk menumbuhkan penisnya yang masih sangat kecil. Selama dua tahun, pasutri itu bolak-balik Purwokerto-Semarang tiap tiga minggu sekali untuk suntik hormon dengan harapan mempercepat pertumbuhan penis. Namun karena satu dan lain hal mereka terpaksa pindah ke RS Sardjito dan harus memulai segalanya dari nol lagi.
Berdasarkan surat keterangan hasil pemeriksaan kromosom di RS Sardjito Yogya, Aan ternyata mempunyai genotip laki-laki normal. Aan sendiri diindikasikan mengalami Hipospadia (kelainan pada saluran kencing). Hipospadia sering menyulitkan penentuan jenis kelamin, terutama pada bayi baru lahir. Pada kelainan ini saluran kencing tidak berakhir di ujung penis, tapi terputus di tengah saluran. Karena itu, jalan keluar urin ada di tengah bawah batang penis, pada daerah perineal di dekat anus atau di antara buah zakar.
Kalau lubang itu cukup besar memberikan kesan mirip lubang kemaluan perempuan, Apalagi pada bayi baru lahir, buah zakar belum begitu besar atau belum turun dari rongga perut, sehingga keberadaan lubang abnormal ini mengesankan kantong buah zakar seperti bibir vagina.
“Untuk membetulkan saluran kencingnya, Aan total mengalami tiga kali operasi. Pertama, setelah menunggu penisnya agak sedikit panjang sekitar 3 cm, Aan disunat. Kedua,lubang yang menyerupai lubang kemaluan perempuan dijahit dan membuat lubang baru pada penisnya. Tapi operasi kedua ini sempat mengalami kegagalan,” beber Siti.
Menurut Siti, operasi yang dilakukan saat Aan berumur 4 tahun itu gagal karena lubang baru masih belum bisa mengeluarkan air kencing, sehingga membuat lubang lama yang sudah dijahit jebol kembali. Namun, setelah operasi ketiga, Bulan Mei kemarin, lubang penisnya mulai berfungsi.
“Sebenarnya harus operasi sekali lagi untuk menyempurnakan, karena sampai saat ini Aan belum bisa mengontrol pipisnya sehingga sering mengompol. Tapi kami sudah habis-habisan, jadi nunggu uang kumpul dulu. Kami tak bisa selamanya mengandalkan Askeskin, karena ada pemeriksaan maupun obat-obat yang tidak tercantum dalam askesin,” ujarnya.
Sejak operasi tersebut, Aan yang dulu lahir dengan bobot kurang yaitu hanya 14 ons dengan panjang 30 cm itu seolah mendapat kehidupan baru dengan nama baru yaitu Mohamad Solehan. Meski dalam rapot maupun surat yang lain masih tercantum nama Solihatun Nisa namun jenis kelamin Aan sudah tertulis laki-laki.
Aan yang saat ini duduk dikelas I SD Karangklesem itu juga menunjukkan tanda-tanda fisik maupun psikologis seperti laki-laki. Menurut penuturan Siti, Aan paling suka memanjat pohon dan bermain permainan laki-laki. Bocah kelahiran 19 September 2002 itu, nyaris tidak pernah mengeluh tentang keadaannya, hanya saja jika mendengar kata Yogya atau operasi, Aan suka merajuk dan sedikit ketakutan.
“Dia mungkin sudah bosan berobat dan disuntik, apalagi dioperasi. Jadi kalau saya bilang pergi ke Yogya lagi, dia suka merengek tidak mau,” kisahnya.
Perjuangan Siti Santiasih dan Sunarko mengantarkan Aan menjadi seorang laki-laki nyatanya belum selesai. Kedua warga Kelurahan Karangklesem, Kecamatan Purwokerto Selatan, Banyumas itu masih harus mempertegas status Aan secara hukum. Demi bisa segera membuat akte kelahiran sang buah hati, Siti dan Narko mengajukan surat permohonan perubahan jenis kelamin dan ganti nama melalui kuasa hukumnya djoko Susanto SH ke PN Purwokerto (bersambung)

Kenapa Repot-repot CPNSD?

Kartu ujian CPNSD

Kartu ujian CPNSD

 

7 Desember 2009, sepertinya hari yang bersejarah dan dinanti-nantikan para Pendamba PNS. Karena seperti yang sering terjadi sebelum-sebelumnya, meski isu tes CPNS beredar sangat gencar toh kepastian diselenggarakan atau tidaknya sangat unpredictable.

ini tak melulu kisah saya, ini adalah kisah kebanyakan CPNSD yang rela berangan-angan dan menyisihkan waktu mengurusi tetek bengek  sebelum lolos seleksi administrasi. padahal, tidak jarang diantara mereka yang menurut saya sudah seatle. Punya karir di Bank, punya jasa penerbitan,  pegawai adm perusahaan bonafid, Marketing TV kabel atau paling tidak punya suami kaya raya. lalu kenapa pula saya dan teman-teman wartawan yang lain juga mengikutinya? mencoba mencuri sedikit waktu kosong disela-sela liputan untuk sekedar legalisir KTP, ngantri di kantor pos untuk mengirim berkas lamaran dan belajar asal-asalan lewat internet.

Ada beragam alasan yang saya dapat dari beberapa wawancara  singkat dengan peserta CPNSD:

1. harapan orangtua, ambisi orangtua, impian orangtua…..all about parents

2. penasaran kenapa tidak pernah lolos tes padahal sudah berkali-kali mengikuti dan sedikit curiga bahwa seleksi macam ini tidak akan pernah lepas dari KKN dan uang pelicin.

3. tak lagi bersusah payah di hari tua dan bisa hidup layak mengandalkan pensiunan pegawai negeri.

4. baru saja fresh graduate dari universitas dan mencoba peruntungan nasib (daripada harus memasukkan lamaran kesana-kemari)

5. Gambling, cuma mencari pengalaman, ingin merasakan bagaimana rasanya tes CPNSD, sukur-sukur lolos.

6. reuni teman lama -terutama diwilayah karesidenan Banyumas-. Dimana-mana pasti akan bertemu dengan sesama alumnus Unsoed (memunculkan pertanyaan baru, apakah ini berarti alumnus Unsoed masih banyak yang menganggur?)

7. khususnya buat wanita, menginginkan pekerjaan dengan waktu yang pasti , misalnya antara jam 7 pagi sampai 4 sore sehingga keluarga (rumah tangga) juga tidak terabaikan.

8. mencari pasangan, jodoh, pacar, cinta lama, teman. everything can happen, believe it or not. (Ketemu di WC juga bisa kenalan)

alasan-alasan diatas merupakan alasan klasik yang menurut saya murni dari dalam hati. Mungkin jika ada yang mengatakan karena ingin mengabdi pada masyarakat, atau karena PNS merupakan kepanjangan pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya atau karena sebagai profesi terhormat, itu jawaban yang sedikit melangit. Pasalnya, sepanjang pengamatan saya banyak formasi yang sebenarnya tak diinginkan namun karena peluangnya hanya disitu maka tetap diambil demi bisa menjadi CPNS.

seperti keluhan teman saya, E***, dia penganut filosofi banyak anak banyak rejeki dan kurang menyukai alat-alat kontrasepsi yang kebanyakan diproduksi untuk wanita tapi dia hanya bisa masuk formasi penyuluh KB tidak yang lain.  Dia tidak mengantongi akta IV sehingga tidak bisa jadi guru. sednagkan jurusannya termasuk jurusan yang termasuk sedikit dijadikan formasi dalampenerimaan CPNSD.

Kembali pada saya dan teman-teman….

kalau niat awal menjadi bahan pertimbangan prediksi apakah seseorang akan bekerja secara profesional atau tidak, bisa jadi banyak yang akan gugur. apalagi jika sempat terbersit niat ah coba-coba. Lalu bagimana kinerja saat dia sudah menjadi CPNSD? sedangkan formasi yang dia pilih bukan lah formasi yang dia inginkan tapi karena keterbatasan peluang, berarti saya juga termasuk yang tidak layak karena niatnya memang setengah hati. Saya tidak terobsesi sekali karena titik berat keinginan saya adalah karena keinginan orangtua. entah niat awal dua orang teman saya, nuning dan halida…..

saya hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja saya lakukan. pergi ke banjarnegara ba’da magrib dengan menaiki sepeda motor menembus malam yang dingin dengan jalanan yang cukup padat oleh bus. serta mengikuti kecepatan motor teman saya yang super cepat untuk ukuran saya yang belum mahir 70/80 km per jam.

Namanya wartawan , sebelum tugas kelar tidak berani meninggalkan kantor. padahal tempat tes saja belum terdeteksi apalagi kursi tempat duduk. jadi terpaksanya,  pada hari H nanti, kita harus berangkat pagi untuk melakukan survei. Niat bisa berangkat lebih awal ke rumah nuning di banjarnegara yang disepakati sebagai tempat penginapan pun jadi molor agak petang. itu juga setelah dengan cepat menyelesaikan sebagian ketikan berita yang masih belum lengkap di rubrik wanita. nuning sendiri mengetik satu berita dan satu feature. halida juga baru selesai berkutat dengan metrobisnya.

sampai di rumah nuning yang asri di Bawang, kita bertiga (plus mega-si calon ibu-menyusul)hanya bisa pasrah pada lelah dan kantuk dan tentu saja obrolan khas cewek yang tidak bisa berhenti sembari ngemil. tidak ada waktu belajar yang optimal. bangun di pagi hari, masih harus berhadapan dengan hujan dan motor saya yang tiba-tiba mogok. untung saja, SMK Pancabakti, tempat tes saya dan mega berada di pinggir jalan dan dengan mudah ditemukan.

seperti yang saya duga sebelumnya, pasti alumnus Unsoed akan bertebaran di gedung berlantai tiga ini. dilantai satu saja saya sudah bertemu dnegan beberapa alumnus ANE seperti Yuli. dilantai dua ada adik kelas dari sosiologi yang ternyata sudah menikah dan punya anak, dilantai tiga juga bertemu dengan udin, teman sekelas dulu. semua seperti tersedot dalam kenangan masa lalu. saya rasa satu-satunya hal yang menyenangkan dan bisa mengurangi ketegangan adalah reuni ini.

saya sedikit terkejut dengan soal tes CPNSD tahun ini. sebenarnya kalau mau menghapal belajar sungguh-sungguh soal-soal latihan yang ada. terutama falsafah pancasila semuanya ada. matematikanya juga sangat mudah untuk ukuran anak SMP (bukan saya), skolastiknya juga sederhana. Dan baru kali ini saya menjawab tes skala kematangan. 100 soal yang sebenarnya mudah dibanding tahun lalu yang banyak memasukkan pengetahuan umum, matematika dan bahasa inggris tapi sayangnya tidak yakin bisa saya jawab dengan benar.

saya dan beberapa teman berharap, komputernya agak flu sehingga bisa meloloskan kami. entah bagaimana rasanya lolos tes. yah sekedar lolos tes bukan menjadi CPNSnya. saya juga berharap skala kematangannya dinilai secara pribadi bukan komputer. karena masing-masing orang mempunyai cara dan solusi yang berbeda saat menghadapi masalah. sayang kalau terlalu absolut  dinilai oleh komputer.

ohya ada apa dengan fenomena ini? 395 CPNS formasi penyuluh KB di SMK Pancabakti hanya diisi 145 orang saja. 1/3nya tidak hadir. kira-kira kenapa? mundur atau mengikuti ditempat lain? ditempat lain kabarnya juga begitu. banyak kursi yang kosong. apa merasa pesimis karena hanya memperebutkan dua kursi. padahal kita harus merubah pandangan ketakutan itu menjadi sifat positif. jangan pandang dua yang lolos. pandang sisa ratusan peserta yang mengalami nasib tak berhasil. hidup pasti lebih ringan….

dan finnally,  saya pulang dalam keadaan mag parah dan motor yang sekarat. kenapa harus sebengis ini saya memaksa diri saya untuk mengikuti tes? saya tidak ingin menjawab karena jawaban itu sudah tertelan rasa bahagia saya berkumpul  dengan teman-teman sekantor (tanpa beban liputan), bersenda gurau di ruang tamu rumah nuning dan menikmati alam banjarnegara yang lumayan bagus menurut saya.

juga menikmati desiran halus yang mengalir di tubuh saya dimana saya berharap bertemu dnegns eseorang yang pernah saya kagumi tapi tidak ada.

oh itukah tujuan saya ke Banjarnegara? bertemu dengan masa lalu danmengajaknya berdamai untuk tidak mengganggu saya lagi? entahlah..

PS: terimakasih untuk sahabatku Nuning dan ibundanya yang telah menampung kami dalam semalam. maaf merepotkan kalian. sungguh rumah yang indah, hangat dan bersih. saya berharap bisa berkunjung lagi.