Lelaki Punya Cara Bukan Kata

Mungkin perempuan seringkali menegaskan perasaannya melalui kalimat langsung. “Aku sayang kamu,”

Dan lelakinya menjawab singkat ,”Mi tu, aku juga,”

“Kenapa nggak bisa lebih panjang, misalnya aku juga sayang sama kamu, sayang banget, kamu adalah bla bla bla,”

Perempuan itu merajuk, tak puas.

“Kan udah, mi tu,” Jawab si lelaki tenang.

Perempuan itu lantas berpikir, berapa kadar sayang si lelaki. Lama dia berpikir sampai…

Ada potongan buah mangga, tersaji di meja,lengkap dengan sambal gula jawa. Kalau dihitung mundur, 20 menit yang lalu, perempuan itu melirik sinis sang lelaki yang asyik menonton TV, tak peduli.

“Males ngupas mangga, tangannya nggak pengen kotor,” perempuan itu terus menggumam, sekali, dua kali. Sampai akhirnya berhenti karena lelakinya tertawa, tapi tertawa pada TV bukan padanya. TV itu lebih seru dan lucu.

Tapi apa yang teronggok di meja ini? Potongan buah mangga yang rapi cantik, beserta sambal gula jawa favoritnya. Diakah?

Ketika sedang menikmati suapan demi suapan mangga segar itu, pupil mata si perempuan tertumbuk pada sosok di balik kaca ruang tamu. Dia lalu berdiri, mencondongkan tubuhnya, menempel pada kaca. Si pria cuek dalam pandanganya itu sedang menempelkan karet helm bagian belakang yang terlepas. Tangan lelaki itu secara teliti mengoleskan lem dan merekatkannya perlahan. Ah ya, perempuan tadi ingat, dia tahu helm itu sudah mengelupas lama, dan dia malas memperbaikinya. Bagaimana lelaki itu bisa menemukan ketidaksempurnaan pada benda yang diabaikannya?

Perempuan itu mulai merenung. Degup jantungnya terasa lain. Namun lamunannya buyar, karena gerimis mulai turun. Dia harus segera pulang jika tidak ingin terjebak di bawah hujan lebih lama. Perempuan itu berlari menuju sepeda motornya. Hei, ada yang lain. Tapi apa ya? Dia terhenti sesaat sebelum memasukkan kunci kontak. Kemana debu-debu? kemana kotoran-kotoran yang menempel, dan ituuu gundukan tanah yang entah rumah rayap entah apa, yang dia jijik untuk membuangnya, dan menempel di dekat roda, kini tak ada lagi.

Perempuan itu memandangi lelakinya, matanya mulai menghangat. Dia masih tercenung, nyaris tak sadar ketika lelaki itu mengambil alih kendali, menuntun motornya ke dataran yang lebih rendah.

“Hujan, apa tidak menunggu reda dulu?” si lelaki bertanya.

“Waktunya ngantor, mepet nih,” Perempuan itu bersikeras.

HHh.. mantel batman yang baru dikeluarkannya dari jok, terasa sulit dipakai karena hujan mulai menderas. Si lelaki berdiri tegak di samping motor, tanpa payung, bajunya mulai basah, Si perempuan yang super ceroboh ini, memakai mantel sekenanya. Tapi lelakinya merapikan bagian belakang mantel yang terlipat, agar tak menyulitkan saat berkendara. Dalam diamnya, dia menarik tangan si perempuan, menggulung ujung jaketnya yang terlalu panjang agar tidak basah. Kanan, lalu kiri juga. Dari kaca spion, perempuan itu melihat lelakinya masih tegak memperhatikannya hingga sosoknya hilang di ujung jalan.

………………………..

Sesampai di kantor, lampu kecil blackberry perempuan itu berkedip, dikirim sejam yang lalu, Berarti tepat saat dia baru saja berangkat dari rumah. “Hati-hati di jalan ya sayang :* ”

#based on true story

mylovely

mylovely

Iklan

Mira Yidam-Siti Anemia

Assalamualaikum,

Sore kemarin, ponakan saya Nida Aulia Najati (12), iseng nanya ke saya. “Bulik, kalau besok punya anak, mau dikasih nama apa?”

Glekk. Nikah aja belom. Udah ditanyain nama anak. Ehm, tapi emang sih, kalau ngehayal punya anak, terus cita-cita ngasih nama anak sih ya pernah. Cuma, berdasarkan kesepakatan, bapaknya yang bakal kasih nama. Saya pun berinisiatif SMS calon suami.

“Tanya om dulu ya,” saya langsung nyamber handphone.

“Mas, ditanya nida nih, anak kita besok di kasih nama siapa?” SMS delivered.

tik tok tik tok.. agak jamuran nunggunya.

“Mira Yidam,” jawabnya singkat

Agak aneh. Soalnya si mas bilang pengen ada tokoh pewayangan gitu, sama campuran bahasa arab juga. Apaan nih, nggak jelas, batin saya. Ada yang janggal.. tapi apa ya..

“Apaan sih artinya..”

“MI-rip A-yahnya Yang Imut DAn Menggemaskan,”

EEEE busyettt, kannn bener ada yang aneh… kalau suruh narsis emang paling jago deh. ponakan saya ngakak.

“Nggak mau ah, yang lain,” saya protes

“Ya udah, Siti Anemia aja,” Nih kayanya ngeledek kalau saya punya anemia huhuhu

Banting HP (ke kasur)

Buat kalian, bikin nama jangan aneh-aneh ya hehehhehe

Salam Cinta

JENKNA ^^

Makan dulu baru berantem or berantem dulu baru makan?

Judul apaan ityuuuuhh.. Pernah berantem untuk hal yang nggak penting-penting amat? Hanya sekedar menentukan tempat makan misalnya? Apalagi kalau perbendaharaan wisata kuliner yang terbatas. Ditambah tidak mengikuti tren rumah makan yang terus tumbuh. Padahal orang lapar, sensitifnya sama kaya orang ngantuk. Senggol BACOKKK! ahahaha… Kaya tadi siang (9/11), saya dan mas menempuh jarak sekitar 80 km dari Kebumen. Sampai purwokerto pas jam makan siang tuh. Sepanjang jalan belum nemu-nemu makanan yang kira-kira bakal kita sikat sebagai pengganjal perut. Soalnya, mau nawarin yang agak-agak chinesee, japanese, koreanesee hahaha bahasa uopooo, kayaknya ga bakal masuk di perutnya mas. Dia itu pilihannya cuma dua, bebek goreng H Slamet Asli Kartosuro atau bebek goreng H Slamet Asli Kartosuro, nahh gimana mau milih, lha wong sukanya itu lagi itu lagi. Tapi kan minggu kemarin udahh. “Oh iya de, dulu sama temen pernah diajakin yang deket Unsoed gitu, ada balongnya, di atas air gitu, enak deh ayamnya,” kata mas. “Namanya aja lupa gimana nyarinya, di daerah Unsoed kan banyak,” saya mikir keras Lewat daerah yang dimaksud, mas masih belum bisa mengingat. Padahal disitu ada kafe yang saya suka banget pecelnya, enakkkk banget. Ayam serundengnya juga enak.Tempatnya enak buat lesehan. Itu kan syarat yang diajukan mas, menu enak dan bisa buat selonjor kaki. Tapi begitu lihat rame dan banyak mobil-mobil, mas jadi males parkir. Nah, disitu kebetean mulai muncul. Udah sama-sama laper, rumah makan yang dicari gak ketemu, dikasih alternatif kaya nggak dengerin. “Ya udah di daerah GOR aja klo gitu,” saya mulai hopelees. Soalnya di daerah GOR satria juga pasti rame minggu-minggu gini. Pilihannya juga terlalu kompleks. Semakin membingungkan orang yang bingung. “Lele enak tuh, ada yang dibikin tom yam,” kata saya nunjuk resto khusus lele. “bosen sama lele,” “gulai kepala ikan juga enak,” “diem” “Apa di kafe yang dulu kita biasa mampir,” “nggak mau ga enak,” “Ya itu rumah makan, disampingnya aja,” “diem” Motor terus melaju.. “Terus mau makan dimanaaaa?” doi mulai bete. “Lah kan tadi udah bilang, masnya nggak mau,” Mulai deh keluar sungutnya. Motor dipacu kenceng, padahal dia nggak tahu arah. Di lampu merah, sempet saya tanya lagi. “Ya udah SS (spesial sambel) aja ya..,” “terserah!” ketus banget IHHH pengen banget adegan slow motion, saya turun dari motor, terus lari sambil nangis, kamu jahaatttt. HAHAHA, kaya pelem india. Terus dia ngejar saya, kita lari-larian di bawah gerimis. Aduh duh.. STOP. Jadi begitu deh, ujung-ujungnya ke tempat yang biasa di SS. Ngeliat muka saya udah tekuk 24, mas mulai mencairkan suasana, nada bicaranya dilembutin. Mulai mancing ngobrol kaya biasa lagi. “Aduh lama banget nihh, minumnya keburu abis,” mas ngeluh “Tadi kan de dah bilang ayok di kemangi, mas labas aja,” saya mulai ngajakin berantem “memilih diam sambil ngusap2 dahi sambil merem memelas,” mungkinĀ  simbol udah dehh jangan mulai, capek nih, ngantuk Menikmati-28-Jenis-Sambal-di-Warung-Legendaris-Spesial-Sambal-artikel584 Gambar diambil dari sini Jadi ya sampai sekarang cuma dua tempat andalan di Purwokerto yang sering saya kunjungi sama mas, SS dan bebek slamet. Bosen? Nggak juga sih, soalnya kayaknya makan cuma memenuhi hasrat lapar aja, yang penting ngobrolnya. Mas itu emang kayaknya suka duduk-duduk santai, menikmati makanan, sambil ngobrol banyak hal. Dia bilang, mungkin dia orang yang jarang muji saya cantik, atau apalah. Tapi makan bersama saya, adalah hal yang dia inginkan. Yaaa nasibb jadi temen makan doang hahaha..

Ini mungkin jadi tips mencairkan suasana yang tegang abis adu pendapat. Kalau males ngomong pake mulut manfaatin gadget aja. Misalnya pake BBM. Walaupun hadap-hadapan, nggak ada salahnya di Ping! goda dikit haha…

munch_2014_11_10_055400

Nah, biasanya lagi, di sela-sela makan dan ngobrol, adaa aja yang bikin saya kesel. Soalnya mas itu orangnya paling pinter mutar balik kalimat, buat ngeledekin saya, kadang kata-kata saya, suka jadi boomerang buat diri sendiri, Intinya nyaris selalu kalah 1 : 0 pas berdebat. Misalnya nih, salah satu teman kami kebetulan ikutan gabung makan. Dia abis muter-muter cari kado buat pacarnya. dibela-belain naik kereta dua jam ke Purwokerto, demi cari kado. Beda banget sama mas, kalau saya nggak ngasih tahu, mas ade ultah lho, dia bisa lupa. Ngucapin tapi ditodong dulu… Tapi adaaa aja jawabnya, kan kadonya spesial, dilamar jadi istri, mau apalagi? Itu kado terindah kan? Yah Diem deh saya, ya dehhhh, iyeeee… jadi makan dulu baru berantem, apa berantem dulu baru makan, silahkan dipilih hehhe SALAM CINTA JENKNA^^