Patah di 31 Desember

31 Desember..

Hujan telah melukai awan. Hujan menggeser udara. Basahnya memercik pada jutaan atap.

Di bawahnya, ada Lunar dan Zenit, tubuh mereka saling mendekap namun dengan tautan hati yang saling melepas. Meski diperbudak suasana dingin, tapi kepala mereka tenggelam dalam kobaran api.

Lunar menginginkan matahari. Tak apalah pulang dan pergi, tapi matahari selalu kembali. Sekalipun memancar di balik awan. Sedangkan Zenit terpaku pada lampu. Yang nyala dan padamnya tak tentu waktu. Berbeda menatap cahaya, membuat keduanya saling memunggungi. Menunggu cahaya yang didambanya sendiri-sendiri. Tak lagi menjadi sehati.

Ibarat daratan Lunar dan Zenit telah membentuk patahan. Seperti benda, keduanya menjelma selembar kertas yang baru diremas setengah langsung lebur jadi serpihan. Tapi biar patah, biar menyerpih, mereka terlanjur berani menempuh sepi.

Hujan makin tak terkendali. Dari langit maupun kelopak mata dua manusia yang belum bisa menghabisi cinta. Tapi, juga enggan berpaling dari masing-masing cahaya.

Syahdan, akhirnya tubuh mereka saling menjauh setelah lama bersidekap dalam dingin. Yang tersisa hanya kenangan, bahwa sebelumnya, hanya ada nama satu sama lain dalam doa sehari-hari. Ada sentuhan kekuatan jemari untuk setiap duka yang tak terperi. Sebutan “kekasih” sebagai simbol ketertambatan hati. Dan…semuanya tak sama lagi.

kaki keduanya melangkah. Kali ini berlainan arah.

Waktupun berhenti..

Dunia Lunar dan Zenit jungkir balik. Entah kapan tertata di orbitnya kembali….

******the real story******

Pernah putus hubungan dengan kekasih?? Saya pernah. Rasanya kurang lebih seperti penggambaran di atas. Saya bersyukur, itu hanya berlangsung sesaat. Hanya tiga hari. Setelah itu, kami memutuskan kembali. Mencengkeram ikatan agra lebih kuat dari sebelumnya. Berusaha tak goyah lagi. Memang, jika putus karena hilangnya perasaan cinta, akan jauh lebih mudah. Tapi jika karena keadaan, saya jamin…porak porandanya luar biasa.

Siapapun yang membaca tulisan ini, saya harap, tidak ada yang mengalami putus, patah, remuk, cerai dan sebangsanya. Kalaupun sedang dalam masa itu, semoga diberi sekotak ketabahan yang berlapis-lapis. Kalau saya tidak tahu rasanya, saya tidak akan berdoa seperti itu hehehe…

sedih banget

Salam Cinta^^

JENKNA

one moment in time

Apa yang paling istimewa dalam momen kebersamaan Camping Kebumen Ekspres, Senin-Selasa (24-25/12)? Yap, kualitas kebersamaan yang tak tergantikan. Lalu buat saya sendiri? Tentu lebih spesifik, karena bisa memandang bulan yang sama, mendengar debur ombak yang sama, bau asem plus apek hasil bakaran ayam bersama bahkan diguyur hujan bersama. Bersama seseorang yang sangat saya hormati, kagumi, cintai dan banggakan. lebay lebay deh sonoh!

Pasti sulit bagi dia untuk masuk ke komunitas saya. Sebagai orang di luar redaksi yang saya selundupkan hahaha. Tapi Alhamdulillah, dia bisa mengatasi itu dengan baik. Tak banyak bicara tapi ada dan mau ikut bekerjasama saat dibutuhkan. Saat ada yang mengalami kram kaki, dia ada untuk memberikan pertolongan pertama. Saat tidak ada fotografer untuk mengabadikan kegiatan kami, dia bisa menenteng kamera dadakan dengan fokus jepretan yang cukup bagus. Saat saya ingin menghilangkan penat, dia langsung memetik dawai mengiringi saya bernyanyi. Saat saya lapar, mie goreng pedas bikinannya benar-benar enakkk. Sebenarnya ingin banyak memuji tapi saya takut, ketika bertemu lagi kepalanya jadi besar dan menghilangkan keimutannya. hehehe….

Jadi, jika yang lain senang karena momen kemah sehari yang penuh keceriaan, game-game seru, pemandangan indah ala panorama pantai, saya lebih senang lagi karena bisa merasakan semua itu bersama orang terdekat saya. Thanks to my big boss, yang membebaskan peserta membawa siapapun dan apapu yang ingin dibawa hahahaha…

Another topic,

Camping Kebumen Ekspres  diadakan di Pantai Suwuk. Pantai suwuk sendiri berada di Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Untuk  menuju ke lokasi pantai, banyak jalur alternatif yang dapat digunakan. Jika anda dari arah Gombong maka dibutuhkan waktu sekitar 45 menit, namun jika anda berasal dari arah kota Kebumen maka dibutuhkan waktu sekitar setengah jam untuk menuju Petanahan dan setengah jam berikutnya menuju Pantai Suwuk. Bagi anda yang berasal dari arah timur yang kebetulan sedang melintasi jalan selatan-selatan atau jalan Daendels dari arah Yogyakarta dapat langsung lurus menuju ke Pantai Suwuk.
Bagi yang penasaran seperti apa panorama Pantai Suwuk, informasi lengkapnya ada di sini
melompat lebih tinggi

melompat lebih tinggi

tolong ada yang kramm

tolong ada yang kramm

kemah pinggir pantai

kemah pinggir pantai

mylovely

mylovely

matahari pamit sebentar

matahari pamit sebentar

hujan abu bukan salju

hujan abu bukan salju

udah pada tua kelakuan anak2 haha

udah pada tua kelakuan anak2 haha

mesra amatt

mesra amatt

ehm...maaf numpang tenar hehe

ehm…maaf numpang tenar hehe

Usai liburan, harus tetap semangat yaaa

^^salam hangat

JENKNA

Perempuan = Seksi Konsumsi

Libur tlah tiba..hatiku gembira…(yee itu mah lagunya bocah-bocah SD). Kerja di koran jangan ngarep libur berminggu-minggu. Makanya selagi ada tanggal merah (25/12) itu artinya hari tidak terbit. Bersyukurlah hehehe

Rencananya, untuk mengisi hari kecepit nasional itu, kantor mengadakan kemah malam kekraban. Nah, jauh-jauh hari saya sudah menduga kalau saya pasti kebagian sebagai PPK (Petugas Pemadam Kelaparan). Mentang-mentang di kantor saya perempuan sendiri. Hem, nah, pertanyaannya, kenapa cewek itu identik dengan seksi konsumsi? pasti banyak alasan ya. Sebagai orang yang berjiwa ibu dan melayani, cewek emang top banget soal penyajian atau menghidangkan sesuatu. begitu kali ya. hehehe…tapi saya sih lebihbaik jadi seksi konsumsi daripada seksi keamanan secara ditiup dikit saya juga mental…

Yap, besok, saya harus bangun pagi dan menyiapkan ayam untuk dibakar malam harinya. Mie goreng, sambel dan lalapan…(paling juga yang sibuk dan capek nyokap, saya cuma ngiris-iris bumbu aja hahaha).

Soal masak, emang gak pernah diajarin dari kecil. Nyokap nggak pernah memaksa anak perempuannya turun ke dapur. Tapi semakin dewasa, kalau lewat dapur minimal ya ngelirik atau paling nggak bantuin nyokap ngeracik makanan. Jadi begitu, nyokap lagi pergi, bisa masak dengan mengandalkan daya ingat. Katanya sih, rasanya lumayan. Nggak tahu buat ngebesarin hati saya atau beneran enak hahaha.

Ini beberapa masakan kreasi saya. Cekidot

Besok rencananya, kita camping di Pantai Suwuk, foto diambil dari sini

pantai suwuk

pantai suwuk

Doakan acaranya lancar ya besok. Insya Allah, Aamiin ^^

JENKNA

Just 4 My Mom

Just 4 my mom (SO7)

Sometimes i feel my heart so lonely but it’s ok
No matter how my girl/boy just left me and i just don’t care
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s no one to hold me
She’s there for me, its she’s my mom

(repeat)
Just for my mom, i write my song
Just for my mom, i sing this song
Its just for mom, can wipe my tears
Its just my mom, can only here

Trap in a subway, can’t remember the day but i feel ok
Damped in damn situation, in every condition with no conclusion
Whenever the rain comes down and it’s seems there’s no one to hold me
She’s there for me, its she’s my mom

You may say i have no one,to cover me under the sun
You only get it from your mom

momma

momma

Sebatang es krim dan beberapa lembar roti tawar yg saya sodorkan,malah membuat matanya berkaca-kaca.dia khawatir uang saya habis hanya untuk membeli makanan kesukaannya **begitulah seorang ibu,dipikirannya hanya kebahagiaan anak bukan dirinya.tak peduli ini hari apa.

Mengenang si Bolang

Saya itu orang yang sangat terikat dengan kenangan. Bukan mengagung-agungkan masa lalu. Hanya akan sering mencumbuinya ketika sedang merasa kesepian atau sedang jenuh di masa yang sekarang. Tak perlu bermesaraan lama-lama dengan kenangan, setengah jam lah paling lama hahaha (mandi aja lima menit).

Kali ini, mengenang masa-masa saya saat masih nge-bolang di jalanan. Sebagai wartawan, reporter,jurnalis apapunlah disebutnya, profesi ini nyaris mirip dengan bocah petualang meski pelakunya bukan bocah. Keluar pagi, pulang bisa nyaris dini hari. sebagian besar waktu dihabiskan di jalan, berburu dan meramu xixixixi.

Ada perasaan sedih, tatkala mellihat mbak-mbak yang cantik, putih bersih, berparas kuku cantik duduk manis di meja administrasi, teller, memandang hujan daribalik jendela saja. Duduk nyaman saat petir menyambar-nyambar sambil minum cokelat panas. Sementara saya, si hitam legam karena sering berantem dengan matahari, di saat yang sama masih dijalan diguyur hujan besar, ban motor kempes dan parahnya narasumber tak mau ditemui. APES.

Hal yang paling menyenangkan dan paling menegangkan adalah ketika menemui kasus fantastis dan harus bersaing dengan media-media nasional terutama televisi yang “berbiaya” lebih besar. yang bisa membuat narasumber hanya jadi miliknya, disembunyikan olehnya, sementara kami hanya dibagi porsi kecil untuk bisa wawancara. Dengan berbagai kendala itu, masih harus dituntut dapat berita eksklusif pula. Pulang jam 4 pagi dengan badan babak belur, kadang masih harus diomeli bahwa saya tidak bekerja dengan baik karena berita eksklusifnya tidak sesuai harapan redaksi. atau hanya pura-pura bekerja dengan baik tapi tidak profesional karena mengeluh capek. Ya harus diterima, namanya kuli ya kuli, sekalipun kuli terdidik bernama kuli tinta hehehe….makanya jangan jadi kuli…jadilah bos sekalipun bos kecil, jangan jadi karwayan sekalipun karyawan besar, begitu kata seorang motivator.

Tapi didikan itulah yang membuat saya seperti sekarang. Saya yang cengeng setengah hidup, menjadi lebih tangguh. Saya yang sakit-sakitan jadi lebih sakit-sakitan lagi hahaha. berangsur memiliki fisik yang kuat. Saya yang cuek dengan sekitar, jadi punya rasa ingin tahu yang besar. Saya yang doyannya cuma nulis cerpen, jadi tahu rasanya nulis berita.

Ada beberapa anggapan orang tentang seorang wartawan, berdasarkan pengalaman saya 🙂

1. Wartawan dianggap serba tahu. Jadi usahakan selalu bawa gadget yang terkoneksi internet. Biar bisa nanya mbah google. kalau ada orang yang tahu kita berprofesi wartawan, trus dikasih pertanyaan gak bisa jawab, pasti dianggap wartawan abal2 haha.

2. Stigma negatif. selain dipandang sebelah mata, profesi ini memang masih menimbulkan ketakutan di khalayak. Kadang lagi asyik ngobrol, trus begitu tahu profesinya wartawan mendadak tutup mulut. Padahal kita kan punya kode etik jurnalistik (buat yang patuh tapi ya). Jadi sering banget waktu ngobrol soal bumbu masak juga ada yang bilang. “Mbak off the record lho. kata-kata saya jangan di masukin koran:” WHATTTSSS?

3.susah cari jodoh.wkwkwk ini sebenarnya sedikit serius. ehm, beberapa kenalan saya, yang laki-laki, setelah saya survei, nggak langsung jawab iya ketika disodori calon istri/pacar wartawan. Pasti ada sesi mikirnya dulu. Mereka akan berpikir, wartawan resikonya terlalu tinggi, terutama soal jam kerja yang 24 jam. nanti gimana ngurus rumah, anak, suami?? Bahkan, ketika kakak saya  berusaha menjodohkan saya dengan temannya, begitu temannya tahu saya wartawan, dia langsung kabur hahaha…(jangan-jangan camer juga mikir2 punya mantu wartawan. gawat neeh)

Untung pacar saya menerima saya ada apanya xixixixi…

4.Mudah dikenali. ini tergolong ada enak dan enggaknya. akibat mudah dikenali, sebenarnya, hidup wartawan terancam. apalagi seperti saya yang dulu di desk kriminal. rentan fitnah, rentan dituntut, rentan dibully. nggak pandang saya ini perempuan. emang pada tega ya sama perempuan hiks (hahaha melas). Enaknya, karena gampang dikenali juga jadi mudah ditolong orang. Entah karena ikhlas atau karena ada embel2 profesi dibelakangnya, yang jelas orang lebih respect. terutama yang sudah kenal baik.

Waktu saya diserempet mobil. Si pemilik mobil ternyata bekerja di RS yang sering saya liput. jadi pertolongannya lebih cepat. bengkelnya dibayari pula. waktu saya tabrakan sama mobil mercy (yang harusnya ngga boleh lecet sedikitpun), si pemilik ternyata mantan terdakwa kasus jamu yang cukup menghebohkan kala itu. meski sudah ganti nama walaupun gak operasi plastik. tapi saya tahu dia dan dia tahu saya yang nguntitin dia. ya dia bertanggungjawab lah meskipun pernah jadi buronan saya. hehe.

usSAAT JADI BOLANG^^

Salam Hangat

JENKNA

Di Bawah Renyai

Renyai adalah rintik jejarum hujan yang tersedot gravitasi bumi…

Entahlah, romansa renyai selalu mendulang kesejukan sehingga menerbitkan senyuman..

Sementara aku dan peri kecilku, berlindung dari basah karena merasa lebih cantik ketika bertopi payung…

Ini hanyalah celotehan di bawah hujan yang masih anak-anak…

Dialah renyai..

nida aulia najati

nida aulia najati

me

me

With Love ^^

JENKNA

 

Antologi Cerpen (dibeli dibeli dibeli)

To the point

saya mau promosi buku nih 🙂

1.PERI-PERI BERSAYAP PELANGI

Dongeng sebelum tidur, sudah bukan tren lagi dibacakan pada anak-anak. Mungkin ibu-ibu mereka terlalu sibuk membaca mention di twitter atau membalas bbm, atau pasang status di FB hehe..padahal dongeng sangat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Terutama merangsang imajinasi mereka. Suatu saat, imajinasi itu bisa “meledak” menjadi sebuah bakat di bidang tulis-menulis.

Di tengah langkanya buku kumpulan dongeng, Peri-peri bersayap pelangi merupakan buku kumpulan cerita anak yang patut diapresiasi. Buku ini berisi 20 cerita anak. Ditulis 11 penulis yang memiliki kepedulian lebih terhadap dunia anak-anak. Saya sendiri sangat berterimakasih karena diajak menjadi salah satu penulis cerita anak di buku bercover unyu2 ini. Judul cerpen saya adalah pensil ajaib.

Terbitnya buku ini bertujuan mulia untuk membantu anak-anak yang kurang mampu. Setiap rupiah yang didapat dari keuntungan penjualanan buku ini adalah hadiah buku yang sama untuk anak-anak di beberapa rumah singgah, sekolah pasca bencana, rumah sakit anak dan taman baca anak di beberapa daerah terpencil.
REMEMBER :
“Setiap satu buku yang Anda beli adalah hadiah satu buku yang sama untuk anak-anak yang kurang mampu,”

PERI-PERI BERSAYAP PELANGI
Penulis : Pungky Prayitno, dkk
Tebal : 92 halaman
Harga : Rp 30.000
ISBN :978-602-99128-0-7
cara pemesanan:
email : peribersayappelangi@gmail.com
sms : 08562740285 (topan)
Peri-Peri Bersayap Pelangi
Lebih jelasnya bisa klik di link resminya disini

2. THE GREATES LOVE OF ALL (#Tribute To Whitney)

Komunitas Kampung Fiksi dan friends mengadakan proyek menulis #TributeToWhitney dimana cerita yang ditulis terinspirasi oleh lagu-lagu Whitney Houston. Hasil penjualan buku itu totally disumbangkan untuk taman bacaan Mahanani.

Banyaknya penulis yang ikut serta, membuat buku ini dibuat menjadi dua bagian, 1 dan 2. Di buku ini, Saya menyumbangkan satu cerpen yangtermuat dalam buku bagian 2. Judulnya Cinta yang Tersembunyi. Berkisah tentang seorang gadis yang mati-matian menahan perasaanya pada seorang pria karena dia divonis menderita kanker serviks akibat pergaulan bebas. Cinta itu dipendam si gadis hingga akhir hayatnya.
The Greatest Love of All dijual secara online dan bisa dipesan di nulisbuku caranya adalah :
1. Lakukan pemesanan lewat email ke nulisbuku : admin@nulisbuku.com

2. cantumkan : Judul buku                   : The Greatest Love of All
Penulis                          : Kampung Fiksi & Friends
Harga Buku                  : Rp. 50.000
Jumlah Yang Dipesan :
Nama Pemesan          :
Alamat Pemesan        :
No HP Pemesan         :
3. Tunggu reply dari nulisbuku,  nulisbuku akan memberi tahu jumlah uang yang harus dibayar berupa harga buku + ongkos kirim, dan ke rekening mana uang ditransfer.
4. Setelah selesai melakukan pembayaran, scan bukti bayar, dan email lagi ke nulisbuku.
5. Buku akan dikirim dalam kurun waktu 10 hari.
Info lengkapnya bisa klik di sini

tribute to whitney
3. BANYAK NAMA UNTUK SATU CINTA
Kampung Fiksi sebagai suatu komunitas penulis, mengajak para sahabatnya untuk ikut serta dalam event #cecintaan yang mereka adakan pada bulan Februari 2012 kemarin.

Dari event ini terjaring 200 naskah dari para sahabat Kampung Fiksi. Selanjutnya, 200 naskah itu, disaring lagi menjadi 29 naskah ditambah 8 cerita dari komunitas kampung fiksi, kemudian dibukukan dalam bentuk buku antologi #Cecintaan yang berjudul : Banyak Nama Untuk Satu Cinta publish by leutikaprio. Alhamdulillah dua cerpenku lolos seleksi berjudul Betis Indah Sang Lelaki dan Devadasi.

Ini lho sedikit intipan cerpen-cerpen yang bisa membuat termehek-mehek itu 🙂
1. Betis Indah Sang Lelaki ~ Enno Indri
2. Aku dan Galang ~ Wahyu Antari
3. Cinta, Cerita dan Berita ~ April Tupai
4. Tiga Gelas O ~ Maria Ch
5. Including… You: Cinta Ungu Dungu di Cafe Daun ~ Sandra Palupi
6. Devadasi ~ Enno Indri
7. Nada dan Warna ~ Yunita Handayani
8. Coklat dari Rico ~ Shatikah Fianti
9. Pria Tak Sempurna ~ Andi Ukka
10. Banta ~ Haya Nufus
11. Trauma Cinta, Tragedi Hati ~ Citra Rizka
12. I Miss You ~ Ayu Insafi
13. Kirana ~ Sandra Olivia
14. Mencintaimu ~ Dian Mariani
15. Sister Morphin ~ Ayu Welirang
16. Suami ~ Arini Giska Safitri
17. Sebuah Awal ~ Suri Nathalia
18. Kamu Memang Luar Biasa ~ Lelly Dwi Ambarini
19. Cinta Tersembunyi ~ Nurul Fadilah
20. Hujan Senja Yang Berlalu ~ Rido Arbain
21. Cokelat dan Cinta ~ Odet Rahmawati
22. Ada Kamu dan Secangkir Caffe Latte ~ Ririn Tagalu
23. Di Depan Meja Kopi ~ Erlinda Sukmasari Wasito
24. Pauline ~ Nastiti Denny
25. Pulang ~ Surya Dewandari
26. Cokelat Untuk Cinta ~ Fanny YS
27. Jejak Yang Terhapuskan ~ Lina KS
28. Love Like Killer ~ Adeliany Azfar
29. Tidak Bergerak ~ Putri Widi Saraswati

Desain Cover : Granito Ibrahim
ISBN : 978-602-225-372-3
Terbit : April 2012
Tebal : 199 halaman
Harga : Rp. 42.100 (belum ongkir)

Untuk pemesanan bisa mampir ke sini

Banyak Nama untuk Satu Cinta_web

Bagi  yang ingin punya bacaan sekaligus beramal, dua buku di atas sangat direkomendasikan.

MATURNUWUN

^^Jenkna :*