Orang Jepang Itu….

poto abis wawancara

poto-poto abis wawancara

Dipo Star Finance Hadir di Purwokerto

PURWOKERTO-PT Dipo Star Finance (DSF), sebuah perusahaan pembiayaan di bidang otomotif kini hadir di Purwokerto. Peresmian DSF sebagai cabang Ke-26 di seluruh Indonesia dan Ke-3 di Jawa Tengah, digelar Selasa (25/1). Hadir dalam peresmian tersebut Mr Takeshi Suzuki, Pres Dir PT DSF dan Mr Masanori Uchimura, Direktur PT DSF.
Takeshi Suzuki menjelaskan, pihaknya percaya jika kota Purwokerto merupakan pasar yang potensial di wilayah selatan Jawa. Apalagi cakupan areanya meliputi Banyumas, Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara dan Kebumen. PT DSF hadir menjadi bagian dari bisnis warga Purwokerto dan mendukung bisnis mereka. Sebelum membuka cabang di Purwokerto, PT DSF sudah beroperasi lebih dulu di Semarang dan Solo.
“PT DSF diharapkan bisa memfasilitasi pembiayaan otomotif masyarakat di Purwokerto. Sehingga masyarakat tidak perlu jauh-jauh ke luar kota seperti Semarang, Solo, atau Jakarta,”terang Takeshi Suzuki.
Segmen pasar PT DSF sangat luas. Meliputi perorangan atau pelaku usaha yang membutuhkan kendaraan angkut (commercial car) dan perorangan maupun perusahaan yang membutuhkan alat berat (heavy equiptment).
“Sejak bulan September 1992 PT DSF berubah menjadi perusahaan Joint Venture seiring bergabungnya Mitsubishi Corporation sebagai shareholder. Hingga hari ini, kami telah menjalankan bisnis pembiayaan selama 27 tahun,”jelasnya.
Dalam Opening Ceremony, dilakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan pada Head Office Branch DSF Purwokerto, Joko Purnomo. Dilanjutkan dengan pengguntingan pita yang dilakukan oleh Takeshi Suzuki disaksikan, Masanori Uchimura, Grandiadi Taufik, Regional Manager Surabaya Area, serta tamu undangan. Setelah itu, undangan  berkeliling melihat kantor DSF Purwokerto.(ina)

Kangen liputaaannnnn…:) jadi pengen mengenang masa lalu. Emang dasar manusia, pas jadi wartawan, suka mikir capek ah di lapangan pengen naik jabatan jadi redaktur, biar nggak berpanas-panas ria. Giliran jadi redaktur, bosen di kantor mulu, ngadepin komputer pengen turun liputan lagi. hehe

Berita DSF di atas kebetulan aku yang liputan. Sebagai wartawan desk ekonomi bisnis, aku biasa meliput acara launching. Seneng sih, fun gitu liputannya. beda waktu ditempatin desk di kriminal. waduh tiap hari liatnya terdakwa, tersangka, hakim, jaksa, pengacara, belum lagi mayat korban tabrakan, korban kesetrum listrik dan yang berdaarah-darah, too serious, tegang mulu…

Kalau Eksbis (singkatanya ekonomi bisnis) kan lebih ke peluncuran produk, kuliner, peresmian apa lah dan berbau seremonial. Apalagi kalau si narasumber pesen koran sekian eksemplar, atau pasang iklan atau pasang berita iklan waaaahh senangnyaa xixixixi…Beda kan kalau di kriminal atau desk floating, masa ada terdakwa yang pesen koran hahaaha…kecuali pengacara yang pengen nampang sih masih mungkin…jaksa atau hakim juga males dipublikasi..

Oke soal berita tadi, berita sependek itu, baca dua menit juga selesai. tapi prosesnya agan sista, ampuuun….nyaris seminggu. Apa pasal? karena narasumbernya adalah orang Jepang. Jauh-jauh hari sebelum Mr Suzuki dateng, Head Office Branch DSF Purwokerto, Joko Purnomo udah ngontak redaksi buat persiapan. Pokoknya harus kirim wartawan yang minimal bahasa inggrisnya lumayan, terus ada briefing dulu soal susuan acara.

Diwanti-wanti banget harus on time. jangan telat satu menitpun..jadi sebelum Mr Suzuki dateng, wartawan kudu stand by duluan. aku bolak balik di kontak sama EOnya yang cerewetnya ngelebihin ibu-ibu di pasar, ampuuunnnn. padahal pak Joko nya sendiri sante, kalem dan percaya penuh lah sama aku. tapi malah salah satu oknum EOnya yang berisik banget nyuruh ini itu. dikira ini koran mbahnya apa?  sikapnya seolah-olah dia yang jadi pimpinan di situ..(kalau inget jadi gondok lagi)

Berdisiplin tinggi dan menjunjung tinggi kode etik dan tata krama dalam kehidupan. Mendetil memperhatikan hal yang kecil-kecil. Menghargai waktu sudah jadi bagian akidah dasar orang Jepang. Di Jepang, waktu tidak lagi diukur dengan ukuran bulan, minggu atau hari, tapi berdasarkan ukuran jam dan menit. oke aku sudah mempelajari betul dan itu memang terjadi ketika aku bertemu langsung dengan Mr Suzuki dan Mr Uchimura. Mereka berdua ontime bangetttt..jam wawancara juga sesuai jadawal, jadwal gunting pita, jadwal ngasih sambutan, nyaris gak meleset dari susunan acara, gile bener..

Tapi bagaimanapun, kita tidak bisa menggenalisir orang sama. Bahwa semua orang jepang pasti seperti itu, karena kebanyakan begitu. Menurutku, semua pribadi unik. jadi sesama orang jepang pun, Mr Suzuki tetap berbeda dengan Mr Uchimura, setidaknya dalam menunjukkan ekspresi dan sikap.

Waktu ketemu mereka, kisi-kisi pertanyaan wawancara sebenarnya sudah ditangan. jawabannya juga sudah dipersiapkan. istilahnya ini cuma wawancara formalitas. tapi begitu ngobrol, banyak yang meleset karena Mr Uchimura yang masih muda dan ganteng itu, bolak-balik “protes”. Dia curiga kalau aku nggak menguasai betul soal pembiyaan otomotif, dan dia khawatir pemberitaanku nanti salah. Ekspresinya yang nggak mungkin aku lupa adalah dahinya yang mengernyit memandangku, berkali-kali. matanya menunjukkan keraguan kalau aku akan menulis hasil wawancara dengan benar. hehehe.serius, aku merasa tersinggung waktu itu sebenarnya…kredibilitasku dipertaruhkan. Kalau Mr Suzuki, aku nanya apa aja dijawab dengan suka cita, sambil senyum, aku pakai bahas inggris, dia malah pakai bahasa indonesia meskipun terbata-bata.

Kalau nggak ditemenin pak Joko dan mas Imam (divisi Iklan kantorku), aku dah mati kutu kali didownkan Mr Uchimura. haha

Waktu aku minta poto bareng, Mr Suzuki tampak hangat menyambut. Dia tuh kebapakan banget…sebaliknya mr Uchimura cooooollll sekali. haha, tapi suka dengan coolnya, makin ganteng..

Lucunya, saat acara maka siang, Mr Uchimura yang ternyata hobi fotografi dan lagi asyik mengabadikan acara, sempet-sempetnya mendekati aku yang lagi searching di google soal DSF. aku cuma mau nambah wawasan aja. sialll, dia mengira aku mau menjadikan bahan di google sebagai bahan tulisan.

“Kalau kurang jelas, langsung tanya saya saja ya, kamu mengerti kan,?”‘ kata Mr Uchimura…aku cuma ngangguk-ngangguk serba salah. Sebelumnya, dia juga asyik mencoret beberapa hasil wawancara yang nggak perlu ditulis karena udah nggak up to date.

Tapi pandanganku berubah, ketika melihat Mr Uchimura tampak bergaul ramah dengan cewek-cewek karyawan DSF yang berkebaya yang jadi penerima tamu diacara itu, dia asyik membidikkan lensanya, disambut cekikikan cewek-cewek cantik itu karena malu sekaligus senang. Mr Uchimura lalu asyik bercengkerama dengan mereka. I see, soal pekerjaan, terutama berhubungan dengan publikasi, dia sangat serius dan ingin sempurna. Tapi di luar itu, dia friendly.

Peraturan nomor dua delapan: nggak usah capek-capek belajar bahasa inggris kalau ujung-ujungnya dijawab dengan bahasa indonesia wkwkwkwkwk….

lihat deh Mr Uchimura, ekspresinya meragukanku banget ya wkwkw

Mr Uchimura mukanya ngernyit xixixi

Salam Hangat ^^

Jenkna

Iklan

Hitam Putih

kata orang, hidup itu selalu terdiri dari dua sisi. baik buruk, hitam putih, benar salah dan seterusnya dan seterusnya…meski di dalam ilmu sosiologi yang pernah ku dalami di bangku kuliah, hidup itu terdiri dari tiga sisi…karena ditengah-tengah pria dan wanita tetap ada banci hehehe (ngelantur)….maksudnya diantara benar dan salahselalu ada ragu-ragu…

Actually, hitam putih yang aku maksud adalah warna kulit. meskipun banyak warna kulit di dunia ini, tapi yang populer cuma dua, hitam putih. orang yang sawo matang pun kalau lagi deket-deket sama orang yang kuning langsat, gak bakal ngomong kamu kuning langsat ya? tapi lebih familiar, aduh kamu putih ya, aku item.

krim pemutih laku keras karena mitos kecantikan hingga saat ini belum berubah. cantik adalah putih, berambut lurus dan langsing. nah, itu yang membuat mindset perempuan terutama terbosesi dengan keadaan fisik yang seperti itu. Padahal, farah queen cantik banget yaaa dengan kulitnya yang eksotis. Cuma sebagai orang sumatera, palembang dia sebenarnya berkulit putih juga. Hitamnya itu karena dibuat, dengan banyak2 berjemur. setahuku sih gitu.

Kalau ada iklan yang bilang warna kulit itu bisa berubah. dipikir-pikir ada benarnya juga. kecuali kulit orang negroid jadi kulit orang mongoloid atau sebaliknya agak susah. Tapi bagi orang asia (indonesia) yang rata-rata kekuningan mungkin sekedar faktor seberapa lama kamu terpapar matahari.

Sinar UV yang kata iklan-iklan “JAHAT”, emang bisa bikin kulit kita menghitam jika tidak dilindungi oleh krim anti UV.  Bagi mereka yang bekerja di lapangan, warna kulit bisa semakin pekat karena gempuran debu, sinar matahari, dan polutan yang lain. Buat mereka yang kerja di kantoran, di bawah AC dan nggak pernah keluar ruangan, kulit mereka yang awalnya gelap, bisa menjadi sedikit terang, meskipun terangnya terang pucat. contohnya ada, kakakku sendiri. dia itu dulu iteeem, tapi setelah bekerja di ruangan ber AC, kulitnya agak terang sekarang.

Eh kenapa jauh-jauh..aku sendiri….juga begitu. Jaman sekolah karena naik sepeda, di bawah panas matahari, kulitnya item banget. begitu kuliah, mulai bisa merawat diri. warna kulitnya mulai luntur menjadi terang. Waktu kerja jadi wartawan yang nyaris 24 jam di lapangan. kulitnya lebih parah lagi itemnya, tapi setelah jadi wartawan “senior” dengan job desk yang membuatku tidak terlalu sering terpapar sinar matahari, kulit kembali seperti semula. hahaha kulit kok bisa bolak balik.

Jadi, memang faktor X lebih dominan untuk membuat kapan kulit berwarna terang dan kapan berwarna gelap.  Sekarang mah gampang, klo pengen agak putihan tinggal di potoshop aja ahahhaha. Udah banyak kan teknologi manipulasi photo.

Apapun jenis kulit Anda, syukurilah. Pokoknya, segala pemberian dari yang Maha Kuasa itu pasti udah terbaik, sebuah desain dan lukisan yang paling sempurna. Tinggal gimana cara merawat aja. Aku benar-benar mengalami masa-masa jadi orang dekil karena tuntutan pekerjaan. karena udah capek, jadi malas merawat diri, padahal kalau dirawat, meskipun kuliku berwarna gelap, tapi kan gelap eksotis, bukan gelap dekil. Nah, begitu bobot pekerajaan berkurang, dan oh ya faktor jatuh cinta itu penting, hahhaa, akhirnya aku mau menyisihka sebagian penghasilan untuk sedikit “berdandan”. Setidaknya ke salon sebulan sekali, karena luluran sendiri itu sumpah pegel bin capek. facial, totok wajah, hair mask…yang sederhana seperti itu lah. nggak perlu suntik-suntik pemutih, botox, operasi plastik dan sebagainya.

Mau tau before afternya aku ? Sebelum dan sesudah perawatan? ahihihihi… nanya ke tembok…baiklah dengan mau-malu saia pasang saj putunya disini…

BEFORE : masih dekillllll hahaha

AFTER : I’m Now

Beda nggak? Beda banget yaa…heran sendiri hem…

Salam Hangat ^^

JENKNA

 

 

Rasa Bangga yang Salah

Judul serius, isi belon tentu ahihihihi…

Pernah mengalami rasa bangga yang salah nggak? Maksudnya adalah bangga ketika sebenarnya harus merasa malu. Malu karena pengetahuan yang sempit.

Waktu kecil sampe umuran SMA, ehm bahkan awal-awal kuliah. Aku merasa bangga nggak bisa masak dan mengenal pekerjaan rumah tangga. Nandain kalau aku nggak pernah melakukan pekerjaan domestik yang “rendah”. aku anak mami yang tangannya halus nggak pernah sentuhan sama deterjen. aku juga nggak pernah disuruh-suruh masuk ke dapur buat nyiapin hidangan orang serumah. aku cuma dikasih tugas sekolah, belajar dan of course boleh main sepuasnya.

Beda sama temen-temen satu lingkungan yang seumuran, yang harus menjaga adiknya, harus bisa menanak nasi, dan harus sudah membereskan beberapa pekerjaan rumah tangga saat jam lima sore. padahal jam lima sore aku baru puas bermain dan pulang ke rumah dengan santainya. abis mandi bisa langsung ongkang-ongkang nonton tivi.

Buat aku, saat itu, gengsiku lebih naik justru ketika tidak mengetahui secuilpun pekerjaan rumah tangga. Lebih menyimbolkan kalau aku murni anak sekolahan, anak kuliahan, anak gedongan atau apalah yang berakhiran an hehe…

Tapi….untung aja ya tersesatnya nggak pake lama. Seiring berjalannya waktu…aku berpikir. ini bukan soal pekerjaan, ini soal pengetahuan yang nggak aku miliki. Lama-lama malu juga, kalau pas ibu lagi nggak di rumah, misalnya lagi nginep di rumah kakaku yang di Jakarta atau di Karawang atau di Bumiayu, karena aku nggak bisa masak, bapak yang meladeni aku meski seadanya. kalau hopeless ya beli makanan di luar.

Yang paling memalukan adalah, tidak tahu tanda-tanda air matang. aku pikir, sekedar mengebulkan uap dan panas itu sudah matang. tidak tahu kalau menimbulkan gelembung. Masa hal bodoh seperti itu membanggakan??

Lalu, karena hidayah dari Tuhan juga hehe…akhirnya aku mulai berubah. Untungnya, meskipun sembari lalu, kalau lewat dapur, aku sedikit-sedikit juga memperhatikan ibu memasak dan mengerjakan pekerjaan domestik. melihat teman-teman juga. itu secara nggak langsung tertanam diotakku. tinggal manggil memori aja.

Sekarang, nggak mungkin ketuker lagi antara ketumbar dan lada. haha..dan semua pekerjaan domestik, Insya Allah aku bisa. Tapi…karena aku pernah mengalaminya sendiri…sekarang bawaannya jadi sebel kalau ngelihat tayangan-tayangan televisi yang menampilkan artes-artes yang sama tidak berpengetahuannya kaya aku dulu. Dan tidak tampak muka malu, justru cengengesan nggak bersalah meskipun kangkung ketuker sama bayam.

Sedihnya, ada juga orang yang selama hidupnya makan nasi tapi nggak tahu nasi terbuat dari apa dan berasal dari mana. berarti, dalam otaknya hanya ada hasil. prosesnya sama sekali nggak mau tahu. padahal sawah di Indonesia masih lumayan banyak. padi juga jadi salah satu lambang sila di pancasila juga ya…pastinya diajarin di sekolah. beras juga sering masuk berita, karena harganya yang suka naik turun, mbingungin petani. Hellowww nasi itu dari berasss…oh i see mungkin orangnya kebanyakan makan mie instan hehe…

jadi merasa kasihan dengan pengetahuan yang sempit terhadap benda-benda yang masih begitu banyak di alam semesta ini. mungkin gadget keluaran terbaru langsung diburu dan hapal sampe fitur terkecilnya, tapi urusan bedain macam-macam bawang nggak tahu, kok rujukannya ke masakan melulu yaaa..ya itu contoh kecil aja…(padahal emang nggak bisa nyontohin yang laen ihiks)

jangan sampe juga deh, karena saking nggak pernah bersentuhan dengan dapur, dan tidak mau belajar, tidak mau membaca petunjuk, hingga akhirnya terjadi peristiwa berikut ini.

A : masak mi goreng di wajan,  wajannya jd lengket, mienya gosong, mienya juga nggak melar.

B: emang masak mie goreng apa?

A : mie goreng instan..

B : Lha emang nggak baca petunjuk cara memasaknya. meskipun namanya mie goreng, tapi cara masaknya tetap direbus.

A: kirain digoreng beneran pake minyak goreng, pantesan gak mateng-mateng

B : OMG….

Salam Cinta (“,)

Jenkna

Jamur crispy buatanku, sepertinya enak ya hihihihi

E KTP cuyy

berhubung bentar lagi gw sekantor mau anjangsana ke Purwokerto, kondangan si bos, gw nulisnya kilat aja.

Udah pada bikin elektronik KTP belom? itu lho dokumentasi kependudukan dengan sistem elektronik.

kalau belum tahu, baca dulu nggih…

Fungsi e-KTP

Fungsi dan kegunaan e-KTP adalah :

1. Sebagai identitas jati diri

2.Berlaku Nasional, sehingga tidak perlu lagi membuat KTP lokal untuk pengurusan izin, pembukaan rekening Bank, dan sebagainya;

3. Mencegah KTP ganda dan pemalsuan KTP; Terciptanya keakuratan data penduduk untuk mendukung program pembangunan.

Penerapan KTP berbasis NIK (Nomor Induk Kependudukan) telah sesuai dengan pasal 6 Perpres No.26 Tahun 2009 tentang Penerapan KTP berbasis Nomor Induk Kependudukan Secara Nasional Jo Perpres No. 35 Tahun 2010 tentang perubahan atas Perpres No. 26 Tahun 2009 yang berbunyi :

1. KTP berbasis NIK memuat kode keamanan dan rekaman elektronik sebagai alat verifikasi dan validasi data jati diri penduduk;

2. Rekaman elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berisi biodata, tanda tangan, pas foto, dan sidik jari tangan penduduk yang bersangkutan;

3.Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk disimpan dalam database kependudukan;

4.  Pengambilan seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dilakukan pada saat pengajuan permohonan KTP berbasis NIK, dengan ketentuan : Untuk WNI, dilakukan di Kecamatan; dan Untuk orang asing yang memiliki izin tinggal tetap dilakukan di Instansi Pelaksana *). 5.

5. Rekaman sidik jari tangan penduduk yang dimuat dalam KTP berbasis NIK sebagaimana dimaksud pada ayat (2) berisi sidik jari telunjuk tangan kiri dan jari telunjuk tangan kanan penduduk yang bersangkutan;

6. Rekaman seluruh sidik jari tangan penduduk sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan sesuai dengan peraturan perundang-undangan;

7. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara perekaman sidik jari diatur oleh peraturan menteri.

Baiklah, gw pada dasarnya, kaya orang kebanyakan, yang kalau ada instruksi apa yang bersifat publik, gw ikut aja. bikin SKCK ikut, bikin SIM ikut, bayar pajak, listrik, pulsa, ikuutttt, nungging ikut juga hehe. Nggak tahu nih kalau pemilihan gubernur Jakarta ikut apa nggak, secara gw bukan warga jakarta lagi cekakak….

Bagi yang males ribet, pasti ogah ikutan bikin E KTP. dalam satu RW aja orangnya banyak, kebayang antrenya kan. Temen-temen yang males bikin ada yang bilang, —Hare geneee bikin E KTP, gue sih nggak—- hehe gw sih menghargai siapapun dan apapun keputusan temen2.  kalau gw sih karena penasaran juga, kaya apa tuh prosesnya, dan…kalau ada yang nggak beres..gw bisa jadiin bahan berita buat masuk koran gw.

Kemarin aja di desa tetangga, E KTP yang gratis sama perangkat desanya malah dibikin proyek. warga masih ditariki uang Rp 10 ribu buat ongkos naik truk karena daerah mereka pegunungan dan jauh dari kecamatan sedangkan bikin E KTP harus di kecamatan. udah gitu masih ditarik lagi Rp 5000. setelah ditelusuri, alsannya buat pendampingan warga, soalnya perangkatnya juga butuh makan dan rokok waktu ngawal. See…korupsi emang dimulai dari pemerintahan terkecil.  lha uang 15 rebu buat orang desa itu gede men…coba dikaliin 100 orang  aja udah berapa duit.

Makanya, gw tugasin wartawan supaya ngawal kejadian itu, dan diliput terus sampai pungutan dihapuskan. alhamdulillah, pihak pemkab dan legislatif tahu dan segera turun ke lapangan.

Kalau ditempat gw sih aman. gak ada masalah. cuma kalau soal antri emang nggak bisa dihapuskan kaya pungli. buat mereka yang kerjanya pagi, harus ijin kantor dlu. orang dateng pagi bisa pulang sore kok. kalau buat gw yang kerjanya malem, sante, cuma ngantuknya itu cuy…semaleman kan nyaris nggak bisa tidur karena “diskusi” sama si dia alias berantem hahahha, ya berantemnya diskusi menyelesaikan masalah bersama, biar clear gitu. trus mata gue harusnya sembab karenadalam diskusi emang ada adegan nangis2nya. hehhehe.udah ngantuk tambah mata bengkak…yah sudahlah..

Beruntung juga nunggunya nggak ampe lumutan dan berjenggot. pertama nama keluarga dipanggil sesuai urutan undangan. misalnya keluarga Sigit Suwito, ya majulah itu sekeluarga yang udah cukup umur. nunjukkin KK cukup. kalau cuma bawa KTP lama tanpa KK juga boleh. tapi di masing2 kecamatan kadang kebijakannya beda-beda. Abis itu dikasih nomor urut. Nah yang gue jijay bajay, tangan kita kan kudu bersih buat sidik jari digital. nah sama pihak kecamatan disediain ember berisi air. cuma the one n only. kobokan segitu, buat warga sedesaaaaaaaaaaaaaaaaa…..nggak ada pancuran apa, eh maksudnya air kran yang mengalir gitu. udah gitu serbetnya kaya keset nggak dicuci lima tahun. untung disediain tisue. untung juga nyokap bawa sapu tangan sendiri. tapi itu lho air kobokannya udah dipake berapa oranggg….ya moga-moga nggak ada yang kudisan ya hehe

Abis itu masih antre lagi buat foto, diambil sidik jari, 10 10 nya lho..trus ditanya2 identitas gitu, foto bagian mata trus udah deh. yang lucu, bokap gue kan matanya sipit. trus kata petugasnya : Pak tolong dilebarin lagi. lah bokap gue dah melotot lotot begitu tetep aja kecil hahhaa semua yang ada di ruangan itu ketawa deh…

Kalau gw sih, nggak ada kejadian lucu, cuma waktu baru duduk, patugasnya  langsung memborbadir pertanyaan yang gak berhubungan sama E KTP. Mbak, perawatan di dokter kulit juga? dimana? gw agak bingung, apa ibu-ibu pegawe selalu begitu ya, pertanyaannya gak jauh dari beli barang dimana, beli alat kcantikan dimana, beli baju kerudung dimana? jadi butuh rujukan hahhaa

aduh bu, gw tuh nggak pernah ke dokter kulit. nyalon aja jarang. kecuali ada gratisan . pake cream biasa aja kata gw. dia manggut manggut. tapi katanya takut nggak cocok dan mengandung bahan berbahaya. ya udah deh bikin E KTP malah ngobrolin soal mukaaa

Dan….nggak sampe 15 menit udah selese bikin E KTPnya tinggal nunggu setahun jadi kayaknya hahhaa.nggak tahu juga pastinya berapa lama..hikmah yang gw dapet dari bikin E KTP adalah silaturahmi. ketemu orang-orang sekampung yang biasana ngga pernah ketemu. lha gue abis pulang pagi, molor, nggak pernah keluar rumah. jadi kalau ada yang ketemu gue pasti tanya : Mbak pulang kapan? lha dikiranya gw masih di rantau aja…

Ngantri E KTP, biar gak bosen ngerebutin mainan anak tetangga. emang hebat gw…

 

Gue PMS Tauuuuuu!!

Mungkin sebagian besar putus cinta dan perceraian dilatarbelakangi hormon belaka *note by jenkna

Perempuan diberi banyak karunia. Tubuhnya bisa memberi lebih banyak manfaat bagi kehidupan manusia lain. dia punya rahim untuk “menyimpan bayi” dan dia juga punya payudara agar bayi mendapat asupan gizi yang baik untuk tumbuh kembangnya.

Tapi sebelum merasakan beratnya masa kehamilan, melahirkan dan menyusui, perempuan harus melewati siklus bulanan yang juga tak kalah sulit. Bersyukurlah kaum wanita yang tidak pernah merasakan atau bisa mengalihkan atau bahkan tidak peduli dengan reaksi-reaksi perubahan hormon ditubuhnya. Sehingga dia bisa menjalankan aktivitasnya tanpa gangguan sedikitpun.

Tapi bagi yang mengalami

Pre-menstrual Syndrome (PMS)

Ada sebuah zat yang tak terbaca oleh logika dan membuat perempuan merasa aneh untuk beberapa hari. Sulit untuk memahami, meskipun dokter mengatakan itu bisa dipelajari secara ilmiah dan solusinya sangat mudah. Kalau ada yang bilang. hidup itu tak semudah kata-kata Mario Teguh, aku juga bisa bilang, dokter boleh ngomong apa aja, tapi dia pasti juga bisa PMS. (hahaha)

Oke kenalan dulu sama PMS. Boleh nyontek blog tetangga nih…

PMS adalah kumpulan gejala yang terjadi secara periodik sebelum timbulnya darah menstruasi yang memengaruhi aktivitas normal harian dan kualitas hidup. Menurut dr Ferdhy Suryadi Suwandinata SpOG, PMS dikatakan masih normal bila tidak menimbulkan gejala psikosomatik yang berat seperti perubahan mood dan tingkah laku yang fatal. Bila sudah membuat perubahan yang radikal, hal ini dapat dikategorikan sebagai premenstrual dysphoric disorder (PMDD).

Pada kondisi ini, berbagai gejala fisik dan psikologis (emosional) yang cukup parah, sehingga memengaruhi aktivitas sehari-hari. Umumnya gejala yang timbul terbagi tiga kategori:

– Gejala fisik; kembung, payudara bengkak dan sensitif, sakit kepala, sakit pinggang, berat badan naik, kaki bengkak, retensi cairan, nausea (mual), nyeri otot dan persendian.

– Gejala psikologis; mudah tersinggung, marah, depresi, mudah menangis, moody, mudah lupa, merasa sendirian, merasa kurang istirahat, kurang konsentrasi, kurang energi, kepercayaan diri rendah, mudah bingung, stres.

– Gejala perilaku; kelelahan (fatigue), insomnia, pusing (dizziness), perubahan keinginan seksual, sering ngemil,cepat haus, makan berlebihan, kurang minat pada pekerjaan dan sosial, merasa kurang efisien, ingin sendirian.

Gejala PMS di atas disebabkan oleh adanya perubahan hormon progesteron secara periodik.  Saat PMS biasanya muncul reaksi emosi tertentu. Menjelang menstruasi, terjadi peningkatan aktivitas dari hormon-hormon di sekitar rahim. Hal ini tentu tidak dapat dikatakan sebagai suatu peristiwa yang “biasa” ataupun “rutin” semata, karena kerja semua organ tubuh wanita di masa premenstruasi ini, seolah “berpusat” pada daerah rahim dan memengaruhi sekitarnya. Misal, asupan oksigen yang berkurang karena oksigen yang terdapat di dalam sel darah merah bekerja keras dalam proses metabolisme hormon sehingga membuat otak kurang dapat berpikir jernih. Hal-hal yang biasanya dianggap rutin bisa sangat mengganggu pikiran.

Agar PMS tidak menjadi hal yang negatif, kenalilah kondisi pribadi sendiri sehingga bisa mengantisipasinya saat muncul. Wanita perlu belajar mengelola reaksi-reaksi emosi agar lebih terkendali, dapat mengemas persoalan pribadi dengan menggunakan cara berpikir yang lebih logis dan tidak bersikap reaktif. Hal ini penting diperhatikan, agar ketika tubuh sedang tidak fit, terlebih karena PMS, emosi tetap terjaga, tidak menjadi terlalu impulsif sehingga menimbulkan suatu efek penerimaan yang negatif dari orang-orang di sekitarnya.
Kondisi pikiran yang terbagi antara menanggapi persoalan objektif yang terjadi di luar tubuh dengan mengatasi ketidaknyamanan reaksi dalam tubuh, akan membuat stres muncul lebih cepat. Jika aktivitas padat, lakukan perencanaan aktivitas disesuaikan dengan jadwal menstruasi bulanan.
Dengan memiliki perencanaan bulanan yang baik dan teratur,  wanita akan mudah mengelola aktivitas harian dan mencapai target-targetnya tanpa terlalu diganggu dengan munculnya PMS.

Tapi yang terjadi adalah, sekuat apapun (ini kasusku) mengontrol emosi, kadang terpancing untuk tetap meledak juga. Merasa sendirian, merasa kurang istirahat, bingung, stres, rendah diri tiba-tiba mendominasi. Padahal diluar PMS, bisa sangat biasa. Sensitivitas itu muncul bak air bah. Langsung naik ke derajat tertinggi, meski setelah meletup langsung menyesalinya.

Tapi seberapa laki-laki paham dengan kondisi perempuan yang lagi PMS. Bahkan mereka sering mengejek kalau itu sebenarnya tabiat. Bukan karena nona hormon sedang menari-nari dalam tubuh. Mereka lebih mudah merasa kasihan dengan gejala-gejala fisik seperti rasa nyeri di perut. Tapi sulit untuk memahami perubahan secara psikologis. Nggak bisa terima kalau ceweknya mudah ngambek untuk hal-hal sepele. Andai laki-laki punya PMS, mungkin perempuan juga akan sulit memahaminya secara psikologis.

Jadi syarat mencari pasangan selain ganteng, pintar, alim dan kaya harus ditambah satu lagi. Mau belajar soal PMS. Itu penting. Bagi perempuan yang memiliki siklus rutin, tanggal-tanggal dimana dia menjadi “monster” bisa diprediksi. Sehingga solusinya bisa dicarikan bersama-sama. kalau ada suami siaga, suami ASI, harus ada juga suami masa PMS.

Adakah yang seperti itu, bisakah menemukannya di sudut-sudut belahan dunia ini? hehehe…yang hatinya begitu sabar dan ikhlas menerima teriakan Gue PMS Tauuuuuu! Dulu ada sih, cowok yang pas aku marah-marah dia tetap tabah dan meredakan aku dengan kata-katanya yang lembut “kamu lagi PMS ya?” setelah itu aku justru malu karena tidak bisa mengendalikan emosi. Waktu itu, aku merasa di organisasi telah berbuat banyak, tapi kaya nggak dianggep kerja gitu. Niatku sebenarnya nggak salah, cuma ingin protes tentang tupoksi, tpembagian tugas dan tanggungjawab yang sudah aku kerjakan dengan benar. yap, setidaknya menurutku sudah benar.Tapi dia datang malam-malam, dan menganggap itu semua kurang maksimal. Kalau lagi normal, mungkin aku interopeksi diri, protespun nadanya sopan. Tapi karena lagi mens pertama, aku meledak. nada biacaraku tinggi banget..untungnya dia paham soal PMS.

Sayang, cowok itu nggak ada duplikatnya dan sekarang sudah menikah hehehe…

Ohya tapi buat perempuan yang menggunakan PMS sebagai alasan marah-marah, itu sangat tidak berbudi. Kenali saja, jika sudah mengalami menstruasi tetap marah-marah, itu adalah karakter.

Berikut ada gambar-gambar kartun soal PMS. Disini

Bisa bunuh pasangan??

Bisa anarkis…

Bisa marah-marah parah

Semoga bisa menjadi info yang bermanfaat

Salam hangat Jenkna ^^

** Baiklah sekarang aku lagi PMS jadi jangan macem-macem ya hehehe

Budaya Membual

Aku terkesan banget sama novelnya Andrea Hirata yang Maryamah Karpov. Novel bagian  tetralogi laskar pelangi ini, menyinggung KITA yang keseharian banget. Terutama budaya dan karakter orang melayu. Menurutku, orang melayu bukan cuma di Bangka Belitung, ras di indonesia sebagian besar adalah melayu.

Orang melayu dikatakan Andrea, pandai membual, kalau sudah membual bukan buatan. Meskipun, masyarakat sudah tahu ucapannya hanya isapan jempol tapi justru si pembual dibayar untuk membual sebual bualnya. Bukannya masayarakat bodoh suka ditipu tapi mereka kagum akan daya imajinasi si pembual. Bisa-bisanya si pembual mengarang cerita yang begitu hebat, seolah-olah nyata. Secara ironi, ini adalah hiburan bagi orang-orang melayu miskin yang sarat akan kehidupan penuh penderitaan.

Poin penting yang mau aku bahas di sini, bukan soal bualannya, tapi daya imajinasi yang luar biasa dari orang melayu. Teman masa kecil Andrea, si Zainul, merupakan pembual nomor satu. dia bilang pernah menyelamatkan helikopter TNI AU hanya dengan gigi dan gusinya. Giginya yang kuning bisa dijadikan kode SOS, supaya heli tersebut mendarat dengan selamat. Hem…great..dia diberi tepuk tangan karena imajinasinya..

Pernahkah aku berimajinasi? Sering, novel cerpen yang lahir dari jemariku yang tidak lentik ini, tentu berawal dari imajinasi liar yang beterbangan di pikiranku…Lalu pernahkah aku membual menggunakan daya imajinasi? Pikir-pikir dulu….

Semakin dewasa seseorang, intensitas membual bisa jadi berkurang. Meskipun untuk beberapa orang, justru semakin menghebat. Secara pribadi, aku paling sering membual saat kecil. Tapi itupun bisa dihitung. Menurutku, waktu itu, tak baik kebanyakan membual, kalau ketahuan bohong, harga diri jatuhnya bisa minta ampun.

Mau tahu salah satu bualanku yang sederhana? Cekidot:

Buah kesukaanku adalah apel. tapi waktu aku kecil, dengan kondisi ekonomi keluarga yang pas-pasan, buah apel merupakan barang langka. mungkin hanya bisa makan setahun sekali, itupun buah apel malang yang imutnya kaya buah tomat. Biasanya kalau ada acara memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW. budaya di kampungku ada perayaan anak kecil namanya enthak enthik. Nah, saat itu setiap anak membawa bekal makanan lengkap dengan lauk dan buah-buahan dalam sebuah wadah. Bagi si kaya, mungkin isi wadahnya bisa sampai taraf buah anggur, tapi bagi si miskin, paling banter juga bengkoang. Jadi, apel merupakan barang mahaaaaal.

Karena mahal itulah, suatu hari saat kita ngumpul, biasa anak-anak SD juga rumpi lagi. Teman-teman yang lain udah pada ngibul duluan, aku giliran terakhir. aku bilang “Aku itu sukaaaa banget sama apel. Kalau sekarang nih ya di depanku ada apel sekeranjang, aku bisa abisin semua apelnya.” temen-temen nggak ada yang protes, malah bengong kagum takjub gitu. ” serius, beneran kamu bisa makan apel sebanyak itu,? ” tanya mereka. “Iya dong, kan aku doyan banget,” balasku dengan muka songong. hehehehe

Entah kenapa itu satu-satunya bualan yang pernah aku ingat secara jelas. Yang lainnya kayanya harus panggil memori dulu. Aku lebih mengingat bualan teman-teman yang nggak kalah menakjubkan. Misalnya, seorang teman SMP yang numpahin darahnya eh maksudku lahir di kota kecil Kebumen, plus kampung, tiba-tiba ngaku lahirnya di Singapura. dan baru pindah waktu kelas 5 SD ke Kebumen. Mukanya sangat meyakinkan…tapi kok Singapura Medok ya..Dia juga selalu mengaku sebagai Evi Tamalanya kotaku. Suaranya emang  lumayan oke buat nyanyi dangdut, dan semua penonton yang ngelihat dia manggung pasti akan memanggilnya Evi Tamala, yah namanya juga anak-anak…

 

 

Naik Darah -ihiks-

Kenapa ya orang lagi marah suka dibilang naik darah. di luar sistem peredaran darah secara ilmiah, naik darah mungkin bisa dikaitkan sama orang-orang yang kena stroke, karena pembuluh darahnya di otak pecah sedangkan otak itu ada dibagian atas, huehuehue..logika asal. soalnya dalam sistem peredaran darah, darah yang dari jantung meskipun dah disalurin ke paru-paru bakal balik lagi ke jantung (itu yang benar ya). begitu juga dengan darah yang menuju alat-alat pencernaan, meskipun mampir dulu ke hati tapi tetep aja balik ke jantung.

Nah, darah yang naik terus kagak turun-turun sampai trus nyumbat ke otak bikin orang mengalami hipertensi alias naek darah (ngaco lagi). udah ah, pokoknya aku lagi dalam fase naik darah!!!!

Jadi redaktur itu sama aja jadi manajer. gimana memenej anak buah supaya bisa kerja yang bener. tapi kalo punya anak buah ndableg dan nggak mau belajar emang ngejengkeliiinnnn!

1. ngirim berita jauh dari deadline yang ditetapkan

2. menulis asal. tidak pernah membaca contoh sebelumnya.

3. HP nya nggak bisa dihubungi. Nada sambungnya bunyi tapi nggak diangkat.

4. Nama, jabatan, lokasi salah melulu

5. minim foto

6. beritanya tidak ‘bunyi’ jadi harus dirombak total dari judul sampai tubuh berita

7. dst dst

baiklah harus cooling down dulu nih…yang penting diluapkan saja dulu. cari solusi setelah kepala dingin…