My Gal

Mom…….Im sick

ternyata aku masih sakit ibu……masih anget, mual, pusing, tapi i have to work, entahlah aku nggak bisa ngebiarin badan cuma terbaring di kostan dan menerawang ka langit-langit atap. aku ngebayangin gak enaknya gegantiin orang sakit, jadi kerja dobel. gak enak ngerepotin orang mah intinya.

meski tipes ini belum enyah, aku gak mo manja. aku dah cukup manja seminggu ini. ibu ampe gak bisa jauh-jauh dari aku. sama seperti saat usiaku 2 tahun, gak mau minum susu pake botol dan ogah pake gelas, maunya disuapin pake sendok sesuap demi sesuap sampai nyokap gak bisa beranjak di tengah malam, heeeeeeee

hmmm next…..

Sebelum aku pulang ke pwt, aku dijenguk ibunya alya, siapa lagi kalau bukan tuti partiwi, sahabat masa kecilku. karena dialah aku menulis judul ini, my gal, yah gadisku anak perempuanku….ketakutan seorang ibu yang punya anak gadis.

tiba-tiba tuti berbisik lirih, tengok kanan-kiri, takut ucapannya akan didengar oleh orang diluar lingkaran kami.

Tuti: hemmm, ini katanya lho, katanya sepupumu bisa dibeli ya? semalam 500 ribu?

jenkna: ????????

tuti: sorry lho aku hanya denger dari tetangga

jenkna: wallahualam, keluargaku selalu tahu yang terakhir. yang meributkan pertamakali selalu para tetangga. dan aku nggak tahu apa2

tuti: aku takut ndi, aku punya anak perempuan. padahal aku dulu lenjeh banget. kemana-mana sama laki-laki, campur baur gak jelas. aku nakal banget, pamit ke orang tua mau nginep ke rumah temen, tapi sebenernya naik gunung bareng laki-laki. aduh aku nggak mau alya kaya gitu, aku mau kekepin dia terus supaya gak kemana-mana. aku mau dia pake jilbab, aku…..

Jenkna: :O

aku merasa janggal, gak biasanya tuti begini. matanya sangat jujur dalam ketakutan. aku tidak pernah menuduhnya lenjeh, ganjen, centil, tp dia mengungkapkannya sendiri.

catatan kecil

mana ada sakit yang enak, kecuali kita dikhotbahin bahwa sakit itu bisa mengangkat dosa-dosa qta. Tapi buatku -waktu kecil- sakit itu menyenangkan. menderita jelas, tapi kan punya kompensasi kasih sayang yang lebih dari ibu.

ibuku memang galak banget, normatiflah orangnya, banyak aturan. jadi kalo aku bikin kesalahan dikit apalagi gede, pasti diomelin juga digaplok. dan saat yang membahagiakanku datang klo aku sakit, ibuku jadi sayaaaaaaaang banget. disuapin, dimandiin, dielus-elus, ditungguin, hihi. senangnya.

setelah bangkotan begini,kayaknya penyakit psikologisku ini masih kebawa. klo sakit, maunya dirumah. kaya minggu kemarin. meskipun dah mo pingsan, aku nekad ngebis ke kebumen demi mendapat kasih sayang. padahal cuma capek dijalan kan? 3 jam ueklkl.

dan benar, rasa demamku hilang hanya karena kerokan. jadi, dikerok ibu sambil dipijit2 trus sembuh? ya itu lah yang terjadi. ditambah wedang jahe tumbukan kasar plus gula jawa, eunaknya.

dan sebagai rasa terimakasihku, ibuku kubelikan teh rosella, kue dan handphone (patungan sama bokap). rasanya setelah berbuat kebaikan, aku seperti tidak menginjak bumi saking bahagianya.

satu hal, ingin bahagikan ibu selamanya……