BBM : Bocoran Biaya Menikah

Assalamualaikum Wr Wb

Ada yang lagi mau melamar kekasih? Atau sedang mempersiapkan pernikahan tapi terkendala biaya? atau baru berangan-angan mikirin konsep menikah hemat walaupun jodoh tak kunjung datang? Apapun itu.. congratulation. Why? Ya dari pada mikirin kenapa ya upil itu asin (pernah nyicip doong gue haha) mending ngayal yang ada manfaatnya ke depan *tsahhh..

Saya akhirnya tau, bahwa biaya untuk menyelenggarakan pesta pernikahan itu nggak sedikit, setelah mengalami dan menjalani prosesi menikah itu sendiri **yaiyalahh. Tulisan saya di sini, saya niatkan bukan untuk pamer, tapi memberi gambaran kalau memang mau ada party a.k.a resepsi, banyak hal yang perlu dipersiapkan. Kalau sekedar ke KUA, selama masih di jam kerja mah GRATIS dan udahh sahhh. Tinggal makan-makan deh di warung bakso hahahaha. Tapi nih ya, ada berbagai macam alasan pribadi yang tidak dapat diganggu gugat dan mengkondisikan kita memang harus membuat sebuah resepsi pernikahan, mau alakadarnya, mau sederhana mau mewah itu pilihan.

Nah, saya termasuk yang mau tidak mau melakukan itu. Walaupun sebenarnya harapan saya hanya akad nikah, lalu pengajian yang dihadiri kerabat dan tetanga dekat saja. Tapi memang nyatanya saya tidak bisa seegois itu. 😀

Makanya, setelah dilamar, keluarga kami meminta waktu sekitar enam bulan untuk persiapan. Saya pikir enam bulan sih cukupan lah ya. Nggak terlalu buru-buru dan juga tidak terlalu menunda menyegerakan hal baik. Ada juga sih yang habis dilamar dua bulan langsung menikah. Semua tergantung kesiapan masing-masing keluarga. Juga mempertimbangkan hari baik libur kedua belah pihak keluarga. Kebetulan, kebanyakan keluarga kami itu guru jadi harus menyesuaikan kalender akademik, supaya pas liburan sekolah.

Menikah, apalagi di kampung, tidak bisa seperti pesta-pesta di gedung atau hotel yang menawarkan paket-paket sekian puluh atau ratus juta dan semua beres. Seorang sahabat saya yang manager marketing sebuah hotel, belum lama ini promo paket buat resepsi pernikahan yang murah bangett, Rp 47 juta udah lengkap kap. Udah pokoknya tinggal sedia badan aja. Rias, dekor, katering, entertaintmentnya udah ada semua. Tapi itu baru resepsinya aja lhoo. Lah kalau di kampung, uang segitu harus dibagi untuk 3 prosesi. Ya, di kampung saya, ada tiga prosesi, dan harus ada tiga anggaran untuk itu.

1. Nyadran

Mungkin klo di kota-kota nyebutnya pengajian gitu. Khusus mengundang bapak-bapak kepala rumah tangga, untuk datang menghadiri pengajian di rumah. Biasanya 2 hari menjelang resepsi. Yang diundang sekitar 150 orang dan sebagai ucapan terimakasih, waktu pulang diberi berkat (kardus) yang isinya nasi, sayur, lauk. Mereka juga makan di rumah. Saya kurang tahu persis untuk biaya nyadran, karena rinciannya dipegang bokap hahaha. Yang jelas waktu itu bertepatan dengan harga  BBM yang baru saja naik. Saya kaget waktu ikut belanja ke pasar, gula satu kuintal yang harganya 410 ribu, dalam waktu seminggu sudah 425 ribu. Waktu itu harga cabai juga melambung drastis dan mencapai 80 ribu-100 ribu per kilogramnya. NOTED : rajin-rajin nonton berita, sebelum harga-harga naik buruan ajak pacar ke pasar nikah 😀

2. Resepsi Ibu-bu kampung

Nah, sebelum resepsi yang sebenar-benarnya. Di kampung saya ada yang namanya “kondangane wong ndesa”. Jadi khusus para tetangga yang ibu-ibu. Kalau misalnya, resepsi hari Minggu, khusus ibu-ibu ini di hari Sabtunya. Kami harus menyiapkan makan untuk sekitar 100-200 orang. Selain itu juga ada cemilan kue-kue kering, kue-kue tradisional di meja dan nggak lupa “oleh-oleh” untuk dibawa pulang. Mengingat kepraktisan, tren di kampung saya saat ini nggak lagi membuat -golongan-. GOLONGAN itu sebutan untuk berkat, yaitu membungkus nasi dengan daun jatii (atau kertas minyak) beserta lauk dan sayur mayur. Karena bakal repot banget, kalau tamu lagi banyak, berapa tenaga yang dikeluarkan untuk membuat golongan nasi? Ya kalau nasinya diancem langsung mateng, lah kalau dia nekad nggak mateng-mateng, masa di kasih beras? Yang namanya masak nasi berkuintal-kuintal itu melelahkan saudara-saudara.heheh 😀

Jadi, sejak rapat keluarga di awal, saya minta ibu bikin yang serba praktis dan mengikuti tren di kampung aja, yakni pakai bahan mentah lalu dimasukkan ke wadah tas spoundbound atau tas furing. Isinya ada mi instan 2 bungkus, kecap sachet, gula pasir seperempat kilo, minuman kemasan, biskuit. Kalau dihitung-hitung, dalam satu tas mungkin skitar Rp 15 ribuan. Di kampung saya, juga udah melek banget soal toko kue, ada juga yang isinya kue-kue branded meskipun hanya beberapa potong. 15 ribuan x 200 = 3 jeti. tas furingnya sendiri satunya bisa sampe 2900an. Anggarin aja sekitar 600 ribu untuk beli tas itu.

tas

Ohya yang terselip, adalah hantaran. Jadi khusus saudara, mengundangnya pakai hantaran, nggak undangan doang. Dulu sih pakai berkat juga. Bayangkan capeknya orang rumah untuk masak-masak melulu. Sekarang semua lebih praktis diganti kue yang pantas. Saya kebetulan ada teman yang bisa diutangin nolong bikinin kue brownies kukus yang lezaaat banget. Dia kasih saya harga spesial, brownis kukusnya 23 ribu aja,padahal harga normalnya sekitar 28-30 ribu. Saudara yang dikasih hantaran sekitar 80 KK. 80 x 23 ribu : 1.840.000

NOTED : Cari teman-teman yang bisa diutangin ya minimal DP dulu nggak harus cash, trus kuenya juga enak hahahha.

3. Resepsi

A. Undangan

Sebelum resepsi digelar, tentu kita harus bikin undangan dulu. Saran saya, tinggalkan kertas, mau yang hardcover kek, hardisk, hardrock, hahaha.TINGGALKAN. Pakai yang lebih bermanfaat dan sebanding kualitas maupun bagusnya dengan si kertas. Kalau saya sejak sebelum di lamar memang sudah punya angan-angan bikin undangan dari tas furing. Lebih berguna dan nggak bakal di buang. Kertas mau di kasih bunga-bunga kering, foto-foto pre wedding yang ciamik, masa mau dikoleksi (kecuali punya toko undangan), ujung-ujungnya juga bakal di tempat sampah atauuu alas obat nyambuk, right? (oke, ini pengalaman saya aja kok, mungkin gak berlaku buat yang lain. Jangan cemberut gitu :D)

Undangan fisik saya bikin 300 aja, itu juga udah sama tamunya bokap. Sedangkan sebagian teman-teman saya undang lewat facebook. Yah, manfaatkanlah situs jejaring sosial. Tetep sopan asal dikemas menarik. Insha Allah semua maklum

undangan saya 2

Saya beli bahan tasnya sendiri. 300 buahx 2500 = 750 ribu. Biaya sablon 2000 x 300 ; 600 ribu. Total harga 1 undangan itu Rp 4500. Saya udah membandingkan, kertas undangan seharga Rp 4500 itu penampakannya ya gitu deh :D. Jadi nggak salah kalau pilih tas furing aja. Lebih berguna kan yaa. Ohya tas itu nantinya dilipet seperti dompet lalu dikemas plastik. Keren deh hasilnya.

B. Souvenir

Cari souvenir itu emang paling ribet. Harus memperhatikan unsur hemat (teteup), untuk segala gender, eye catching dan berguna. Beruntung punya kakak di Jogja yang gudangnya souvenir murah. Saya pilih dompet batik tapi khusus dibuat diperajin.Mau beli di pasar bringharjo emang lebih variatif dan murah, tapi setelah kakak saya survei, penampakan luarnya aja yang bagus, kalau dilihat dalamnya jahitan kurang rapi dan kainnya juga tipis. Itu semua tergantung selera dan dana aja ya.

dompet batik souvenir pernikahan

Nah, dompet batik pesta ini, bahannya lembut, dalamnya busanya juga empuk, jahitannya rapi. Tinggal dikemas di kotak mika dan di kasih pita hias. selesai deh. Satuannya sekitar Rp 8000. Beli dua kali lipat dari jumlah tamu undangan untuk mengantisipasi tamu tak terduga. SOALNYAAA nih, ada beberapa warga desa saya yang memang sengaja nggak mengikuti aturan datang hari sabtu tapi pas resepsinya, dengan berbagai motif tentu saja hehehehe. Gelas juga bagus-bagus kok sekarang. Harganya sekitar Rp 7000an deh untuk yang kualitas baik. Saya sebenarnya punya keahlian jahit flanel, andaikan saya ngak males dan nggak capek ngejahit sendiri, pasti saya udah bikin souvenir handmade saya, entah gantungan kunci atau boneka flanel yang lucu hiks… coba kreasikan sesuai hobi. Pasti lebih hemat.

NOTED : Jangan tergoda sama souvenir sendiri dan ngumpetin buat kenang kenangan, kecuali emang dilebihin banyak wkwkwkkwk (nunjuk idung sendiri)

C. Wedding Planner

Saya kebetulan tidak pakai wedding organizer, ya semua memberdayakan tenaga kuda keluarga besar. Tinggal cari vendor yang kita inginkan. Saya sempat deg-degan ketika salah satu sahabat saya yang kebetulan perias mengatakan, biaya paket rias plus dekor yang layak sekitar 10 jutaan. Masa sih? Kalau bisa ditekan kenapa nggak? Tadinya mau survei ke beberapa tempat. Tapi sayangnya, di tempat pertama saya survei, saya langsung deal *pengsan. Jangan ditiru yaaa. Ya gitu deh kalau udah punya rasa nggak enakan. Begitu ditawari, langsung manggut aja. Hahaha. Beruntung, perias saya itu emang oke banget riasannya. Harganya juga terjangkau lah untuk kocek saya.

Saya dapat paketan sehara Rp 7 jutaan. Itu sudah termasuk dekor, rias, sewa baju untuk bapak ibu besan, patah (anak kecil yang bawa kipas), pager ayu, pager bagus, buku tamu, mc, foto 2 roll (buset dah jaman digital tetep aja nyebutnye roll), tempat amplop, satu set prasmanan (standar), mangkok, piring, sendok (@200 buah). Itupun saya dapat kortingan banyak banget. Baju yang tadinya kena charge 500 ribu- Rp 2, 5 juta karena masih baru dan hasil karya desainer yang oke, eh digratisin buat saya, katanya buat promo. Bahkan video pernikahannya yang awalnya saya nggak pesan dikasih cuma-cuma (video pernikahan sekitar Rp 500 ribu dapat 4 keping DVD). Tipsnya ya jalin komunikasi yang baik sama wedding plannernya, sok-sok akrab gitu haha. Terus gunakan teknik persaudaraan. “Saya kemarin abis ngerias di sini juga mbak,” “oh ituu, itu masih saudara saya bu. Wah ternyata itu ibu yang rias, pantes bagus banget,” hahahaha, adegan tersebut nyata dan emang beneran kok, masih saudara. Kalau saya mah anti boong. Maksudnya yaa gitu, jalin keakraban biar banyak-banyak diberi diskon.

But wait!, itu belum sama tarub ya gaiss. Karena saya tidak di gedung dan memanfaatkan halaman rumah yang panjangnya sekitar 8 meter, saya pesan tarub atas rekomendasi si ibu perias. Untuk tarub habis sekitar 3 jutaan. Soalnya tambah kipas angin yang ditempatkan di beberapa sudut. Kalau cuma tarub ples geber aja sekitar 2,5 juta.

baru

D. Menu Makanan

Nah, ini yang ngabisin budget super gede. Kebetulan saya nggak ngurusin soal makanan. Tugas saya bayarin rias, ngurusin undangan, souvenir, sama hantaran hahahhaha. Jadi soal beginian urusan orangtua. Sekali lagi karena hidup di kampung, kebanyakan tidak memakai jasa katering. Tapi mengundang saudara dan tetangga untuk membantu masak di rumah. Selain bagi-bagi rejeki buat mereka (dapat upah) juga tetangga emang senang diberdayakan begitu, menjalin silaturahmi ibaratnya. Makanan untuk resepsi emang harus dibikin dua sampai tiga kali lipat dari jumlah undangan. Ada pepatah mengatakan yang lain boleh jelek, yang penting makanan kudu bagus (pepatah gue). Artinya, soal makanan emang nggak main-main. Yang sering jadi bahan gosip, cercaan, hinaan, hahaha selain riasan itu ya makanan. Kalau nggak enak wahhh kemana-mana tuh gosipnya.

Kalau budget minim, usahakan yang penting ada snack dan makan besar (prasmanan). Kalau budget agak lebih bisa tambah variasi seperti sate ayam, es krim, es buah, bakso, teh botol, buah, dan sebagainya. Yang penting ya tadi, RASANYA BUNG! Kemarin katanya sih, banyak yang suka bakso buatan tetangga saya, padahal budgetnya cuma 1 juta untuk bakso. Dibikin mangkok kecil-kecil aja. Satu mangkok isi 3 buah biji bakso. Sekali lagi, manfaatkanlah tetangga, saudara, sahabat yang baik hati xixixixi. Saya juga dapat sumbangan brownis dari sahabat saya. Lumayan buat nambah snack kaaann.

DSC_1146

E. Entertaintment

Mau hiburan apa waktu nikah? Marawis, nasyid, band, rebana? Kalau ini sih udah request bokap yang suka musik dangdut. Jadilah pesan organ tunggal. Untung punya sepupu yang punya studio musik. Iya tetep, sepupu is sepupu, bisnis is bisnis. Tetep bayar dong tapi bisa diacungin golok ditekan supaya lebih murah. Kalau mau konsep band, bayarnya mahal. Satu ben kalau ada 6 personil satunya 100 ribu udah berapa. Sound systemnya juga harus bagus. Oh iyaaa, genset jugaaaa. Jangan sampe nggak pake genset. Kalau lampu mati, bisu semuaaa. MC masa harus tereak-tereak. Untuk organ tunggal dengan dua penyanyi, siapkan budget 700 ribu-1 jutaan. Sebenarnya saya bisa ngisi jadi penyanyi sekalian biar hemat, eh tapi masa manten nyari duit juga hahahha

hiburan

F. Sinoman

Sinoman itu orang yang bantu-bantu kita saat menggelar pesta hajatan. Ibu-ibu yang di dapur, yang jaga stand, mas-mas/bapak-bapak yang ngangkutin piring-piring kotor, yang  ngatur parkir, yang beresin kursi-kursi. Apalah kita tanpa mereka yang jasanya luar biasa itu. Tentunya kita juga harus nyiapin budget untuk memberi ucapan terimakasih yang pantas buat mereka. Saya emang nyisain souvenir buat ibu-ibu yang kerja di dapur, dan mereka seeneeeng banget. Di dalam dompet souvenir itu selipin amplop dengan uang yang pantas. Walaupun mereka bekerja nggak pake pamrih, ya kitanya yang harus tahu diri hehehe..

4. Boyongan (tambahan)

Ini sebenarnya juga butuh budget yang nggak terduga usai akad dan resepsi digelar. Harus dipikirin juga selain mikirin biaya resepsi. Terutama buat keluarga pihak perempuan yaa. Soalnya kan ada adat mengantar si pengantin perempuan ini ke rumah si laki-laki. Karena bentuknya rombongan keluarga plus yang bantu-bantu masak (biar mereka juga ikut piknik), setidaknya pakai 3 mobil atau mini bis. Kemarin sih saya pakai 3 mobil. Satu sendiri yang dua mengandalkan saudara dan teman. Jadi kan tinggal ganti bensin aja. Paling tinggal mikirin hantaran ke rumah mertua. Bawanya otomatis banyak, baik makanan basah maupun kering.

5. Biaya KUA (tambahan lagi)

Menikah di kantor urusan agama (KUA) langsung di saat jam kerja sekarang gratis. Sedangkan saya manggil ke rumah karena di luar jam kerja, sehingga dikenai biaya Rp 600 ribu. Sebelum, itu juga ada biaya lain-lain seperti mengurus pernikahan di KUA dengan mengantar dokumen-dokumen penting. Masing-masing desa biasanya lain-lain. Saya sekitar Rp 200 ribuan. Ya siapin anggaran Rp 1 jutaan deh. Biasanya klo di kota lebih mahal ya?

OKE. Gimana? Merasa terbantukah? apa malah pusing? Ya udah jongkok dulu aja sampe pusingnya ilang hahahha. Tapi Insya Allah tips-tips di atas itu udah menghemat anggaran banget. Soalnya, teman bokap kemarin, nikahin anaknya, sewa gedung dan pakai katering abis sampe Rp 100 jutaan lebih. Kalau saya alhamdulillah, mungkin cuma setengahnya ehehhe.. Yang penting kan sakralnya itu yaa. KESAN mewah itu bisa dibikin walaupun dengan budget yang minim.

Selamat Merancang Pernikahan yaa

SALAM CINTA

JENKNA^^

Iklan