Periksa Mamae qta

MamografiDeteksi tumor Payudara dengan Mamografi
Nyeri pada payudara (bukan karena sindroma pre menstruasi) disertai keluarnya cairan yang tidak normal dari puting payudara, perlu diwaspasdai oleh kaum hawa. Apalagi bila ditemukan benjolan di daerah vital tersebut. Mayoritas wanita takut memeriksakan kesehatan payudaranya, padahal ancaman tumor atau kanker mammae (bahasa latin payudara) kadang datang tak terduga, baik dengan atau tanpa keluhan.
         Beberapa tahun belakangan ini, sempat marak dengan tren SADARI (periksa payudara sendiri) yakni dengan meraba bagian ketiak dan payudara dengan tangan (biasanya saat mandi), bila ditemukan benjolan di sekitar daerah tersebeut kemungkinan itu adalah tumor atau kanker. Namun untuk mengetahui keadaan payudara lebih lanjut, diperlukan pemeriksaan khusus, yakni dengan mamografi.
         Menurut Kholik Al Amin SSi, Fisikawan Medis dari RSMS, mamografi adalah suatu pemeriksan dengan menggunakan sinar x dosis rendah, dipakai untuk mendeteksi dini tumor payudara pada wanita. “Skrining mamografi biasanya direkomendasikan untuk setiap wanita diatas 40 tahun, ubagi usia produktif yakni dibawah 30 tahun sebaiknya menggunakan USG mmamae,” ujarnya.
         Meski kemungkinannya kecil, mamografi memang mempunyai efek samping yakni adanya radiasi sinar x. Namun keuntungan menggunakan mamografi lebih besar dibanding kekurangannya tersebut. “Dengan mamografi, lesi kanker yang sangat kecil (2mm) bisa diketahui secara dini, sehingga ramalan penyakit akan lebih baik dan penderita tidak perlu kehilangan payudara, hanya diperlukan operasi pengangkatan tumor saja,” tutur kholik.
         Energi yang dikeluarkan sinar x dari mamografi juga bisa disesuaikan dengan besar kecilnya payudara, sehingga daya tembusnya lebih maksimal. Sedangkan dengan USG yang menggunakan gelombang suara, frekuensinya tetap tidak bisa variatif, sehingga hasilnya kurang begitu jelas. “Teknis pemeriksaan mamografi sangat sederhana, alat tersebut akan menekan payudara pasien, proses ini Mungkin akan terasa agak kurang nyaman. Lalu proses pemotretanpun berlangsung sekitar sepuluh menit,” ungkapnya. Ditambahkan kholik, validitas hasil pemeriksaanya mencapai 80-90%.
         Dikatakan Kholik, pada waktu melakukan mamografi, pasien dilarang memakai deodorant atau talk pada ketiak, karena dapat mengaburkan hasil pemeriksaan. Serta jangan memakai perhiasan atau baju diatas pinggang, karena pasien akan mengenakan pakaian khusus yang telah disediakan. “Beritahu semua keluhan atau gejala yang dikeluhkan pada ahli yang melakukan mamografi, disini namanya radiografer, agar hasilnya bisa maksimal,” terangnya.
         Setelah dilakukan mamografi, akan dilakukan biopsi yakni pengambilan sedikit jaringan payudara untuk diperiksa di laboratorium anatomi patologi. “Terutama bagi yang saat pemeriksaan mamograf, hasilnya positif mengidap tumor atau kanker,” jelasnya.
         Jangka waktu pemeriksaan mamografi sebaiknya dilakukan dua tahun sekali yakni untuk usia 40-50 tahun, sedangkan usia 50 tahun ke atas cukup sekali dalam setahun. “Bila terlalu sering, efek radiasinya tentu tidak bagus bagi tubuh,” pungkasnya. (jenkna dari berbagai sumber-terbit di harian radar Banyumas 29 Desember 2007)

Iklan

2 thoughts on “Periksa Mamae qta

  1. semoga kaum hawa lebih sering melakukan SADARI supaya kanker tersebut bisa terdeteksi selagi dini dan dicarikan jalan keluarnya. Semoga Ibu anda tabah menghadapi cobaan-NYA.Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s