air untuk membawa perahu berselumur hitam membawa daging
tanah untuk pijakan melayang ke dasar, bercerai dengan bangunan
pagi yang digumuhi doa memilin menjadi hujat, kutuk dan ratap
sore yang ditingkahi senja bersenyawa dengan debu reruntuhan
satu telunjuk mengangkasa
Tuhan, serunya dalam diam,
sewindu meramu, sedetik jadi abu?
Tuhan, gugatnya dalam cekam,
dari seribu titik, kenapa satu yang terculik?
Lelah bertanya….
disandarkan bahunya pada bahu yang [...]
Arsip untuk ‘musibah’ Kategori
air mata air
Diposkan dalam musibah pada Maret 27, 2009 | 13 Komentar »