Jenkna's Weblog

little enno big her soul

Tak Tahu Arah

kalimat-kalimat penanda tak tahu arah

“Maaf, barat sebelah mana ya?” —> biasanya buat yang mau salat nggak tahu arah kiblat

“Abis belok ke kanan trus kemana ya?”—> ciri-ciri orang nyasar

“Sebelah kanan apa kiri jalan?” —> lagi nyari toko yang baru launching, kali aja dapet diskon :P

“Pintunya yang mana nih?” —> sales muter-muter keliling rumah. yang di dalam rumah nahan napas biar dikira ngga ada orang.

“Jalan mana yang harus kutempuh?” —> orang lagi berdoa

“Saya masih buta denah” —> kalimat ngeles biar nggak dikasih tugas lapangan

ada yang mau nyumbang kalimat lagi nggak?( “,)

tulisan kali ini sebenarnya terinspirasi curhatan mas ganteng (ehemm…) yang tumben-tumbenan kehabisan kesabaran menghadapi murid-muridnya yang masih kelas IV SD.

mas : baru kali ini mas ngajar marah-marah gini…Amppunnn

gw : sabar sayang…

mas : gimana gak emosi. dari kemarin anak kelas IV gak tahu mana utara selatan timur barat. KELEWATAN BANGETTT…ni masih materi awal kalo tar udah menentukan Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) gimana!!!

gw : emmm…hening…(ikutan pusing denger istilah matematika)

mas : bisa tewas aku…

gw : huzzzz….nggak mau jadi jandee :(

mas : pas ditanya kamu orang mana aja nggak tahu. jadi selama ini dia nggak tahu lahir dan tinggal dimana, arrrggghh!! kalau disuruh nyanyi lagu dangdut aja pada ngertiii

gw : (garuk-garuk idung)

Yap begitulah kenyataannya protret pendidikan di desa terpencil. kemampuan anak menyerap pelajaran sangat lemah karena kondisi lingkungan yang tidak mendukug. orangtua menyerahkan segalanya ke guru. di rumah tidak akan ada diskusi pelajaran, yang ada adalah mengasuh adik, angon hewan ternak atau ke ladang dan sawah. lulus SD yang perempuan sudah ada yang siap untuk melamar.

Mungkin bagi sebagian orang, menghapalkan arah, seperti mengedipkan mata, gampang dan cepat. Tapi buat anak-anak ini, otak mereka tidak mendeteksi pengetahuan sesederhana itu. pola yang juga salah adalah tahap awal pendidikan di golden agenya mereka. Saat kelas 1 sampai 3 guru yang mengampu juga tidak menguasai bagaimana mentransfer ilmu. rumit dan melabirin. semua terlibat disini, faktor ortu, si anak dan guru bener2 kompleks. kalau mau nyalahin ya salah semua hahaha…Jadi begitu sudah naik kelas IV, mereka terlanjur sesat sejak kelas 1, dan naiknya pun penuh dengan nilai katrolan. hhhh…

Tapi anehnya, anak-anak yang sebenarnya tidak terlalu asing dengan televisi ini, sangat mudah menghapal lagu dangsut, adegan sinetron dan apa yang ada di tivi-tivi. Sementara untuk materi pelajaran mereka nolll. mas ganteng ampe geleng-geleng India karena untuk tahun ajaran baru ini, dia belum melihat ada satupun anak yang menonjol secara akademis. Kalau tahun lalu dari 30 orang setidaknya ada 10 orang yang “bener”, tahun ini dia hopeless…

Sebagai orang terdekat yang secara pekerjaan jauh dari dunia pendidikan, cuma bisa menyemangati mas doang. perjuangan baru dimulai…selama masih ada esok pasti banyak harapan membentuk mereka menjadi lebih prestatif…

to be continued :)

**nulis karena ngga bisa bobo dan diserang kangen akuuttt

About these ads

12 Comments on “Tak Tahu Arah

  1. sweetyvinz
    Juli 31, 2012

    wah sama kasus nih :D

  2. jenkna
    Juli 31, 2012

    samanya dimana neng? cerita duoong..

  3. sweetyvinz
    Agustus 1, 2012

    nanti kalau sempet d post ya kak :mrgreen:
    *jiaaah macam orang sibuk saja saya hehe

  4. jenkna
    Agustus 1, 2012

    boleh boleh…jadi orang harus sibuk, klo kebanyakan bengong jadi panjang angan2 nggak bagus itu, jadi mematikan hati hehehe (sok tua emang udah tua wkwkwk)

  5. cumakatakata
    Agustus 2, 2012

    adduuuuh
    mas ganteng jangan boleh hopeless dong….

    oiya mau nyumbang cara menanyakan arah…
    “nyerahin kestar bertulis kan alamat, tanpa mengeluarkan kata-kata” hehehee

  6. jenkna
    Agustus 3, 2012

    hehe, tq ya cumakatakata dah mau mampir kesini. seneng dehh banyak treman baruuuu yipiiee haha (kegirangan). oh mas ganteng cuma hopeless sesaat, abis itu dikasih permen dikit udah semangat lagi hehe. hoho klo nyodorin kertas biasanya isinya nomer telpon tuh, ngajak kenalan hehe

  7. SanG BaYAnG
    Agustus 5, 2012

    Maaf.., coba deh mbakyu, murid-murid itu di tanya arah atas dan bawah.. :mrgreen:

  8. jenkna
    Agustus 6, 2012

    hahhaa kalau itu juga ga bisa emang udah keliwatannn

  9. jayputra9
    Agustus 7, 2012

    ayah jalan ke pantai di mana? tolong tunjukin sampai tujuan. *ingin ngajak berwisata sama ayah

    neng tahu jalan menuju hati kamu gak. di mana ya… *merayu cewe

    ma’af bu tiba tiba saya lupa jalan jalan di lingkungan sekolah *ngeles gak mau di suruh guru

    jalan lekas ke akhirat mana pak? *ciri ciri putus asa

    pak polisi, jalan menuju rumah saya mana y pak… ini adik saya lagi tersesat. *kakak yang gak mau menerima kenyataan.

    dll. banyak kak yang ada dipikiran saya.

    saya suka posting kakak yang ini. keren dan unik.

    saya juga mau jadi murid kakak dan kak mas, kan saya masih kanak kanak. hehe ^_^

    saya ingin jadi guru nanti jika udah besar, sepertinya menyenangkan. buat anak anak jadi cerdas.

  10. jenkna
    Agustus 7, 2012

    nanti aku kenalin sama kak mas yaaa haha habisnya dia pemalu. cita-cita ga usah dipikirin terlalu serius, karena gampang banget berubah. cita2ku dulu pengen jadi guide turis, eh malah kecebur jadi wartwan jauh yaa haha…tq buat sumbangan kalimatnya ya traaa

  11. (....)
    September 4, 2012

    jadi inget jaman SD. temenku d suruh ngisi formulir ky gini, Tempat tgl lahir: Rumah sakit, 18 Oktober 1988. guruku cm bs mlongo.

  12. jenkna
    November 21, 2012

    wkwkwkwkwkwk ini sangat amat lucu sekali banget

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 30, 2012 by in my story and tagged , , , , , .
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 71 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: