
di sebuah tepian sungai yang didalam arusnya ada pusaran tipis bekas lompatan katak, lunar berkaca. bayangan cantiknya bergoyang dan tercabik dahan mungil yang tiba-tiba saja menghujam air. bersamaan dengan itu, paru-parunya seperti terisi pasir, seperti mencoba mengambil oksigen namun dihadang oleh isi lautan.
yah, lunar di tempa jejarum sakit karena bagas.kehidupan lunar tidak ditangan bagas,tapi kebahagiaan lunar serasa hanya bagas yang bisa memberikannya.pandangan sempit itu ternyata memporakprandakan lunar sendiri. gadis berperangai sedikit galak itu merasa bagas terperangkap dalam tujuh buah surat yang dikirim ke pangkuan lunar saat keduanya masih menganggur. hingga jarak ratusan kilometer seperti langkah kaki pendek seorang kurcaci. bagas nyata-nyata mengangkat sumpah yang diamini lunar bahwa bagas akan selalu ada untuk lunar, bagas ingin kelak lunar ada dipenglihatannya yang terakhir saat menutup mata.bagas dengan gelimang kasih sayang menyuapi lunar dengan kisah-kisah misterius yang bahkan tak semua orang bisa merabanya.tapi lunar dipersilahkan menggenggam dunia bagas dengan mudah oleh siempunya sendiri, hampir tidak ada detail yang menelikung di belakang lunar. siapa bagas, ibarat ketukan detak jantungnyapun lunar bisa membauinya. tapi kertas-kertas itu terasa hambar kini.kalimat bagas ternyata hanya celotehan biasa saat waktunya begitu senggang sehingga hanya lunar yang tertangkap dikesepiannya. saat itu arah pandang mata dan telinganya masih dipenuhi lunar karena hanya lunar yang bersedia mendengarkan ratapannya sebagai anak, kakak, adik, sahabat yang tersisih.
syahdan, setelah bagas bekerja, dunia lunar menjadi lain.disaat lunar masih terjebak dengan keterampilan bagas mengolah kata dan gambar dalam surat-suratnya yang telah lapuk, lunar tidak menyadari bahwa bagas sudah keluar, menyelinap lewat setapak yang tak kasat mata. lunar terus ternina bobo hingga pada akhirnya bagas mengejutkannya. “Hei aku sudah berada di luar lingkaranmu lunar!”
angin hanya mengibaskan sejuk ke permukaan helai rambut lunar saja, tidak ke kulit kepalanya yang terasa mendidih.lunar merasa dibohongi. meski sebenarnya kebodohan didekap lunar sendiri.lunar terlalu takut beranjak dari kesemuan yang dibentangkan bagas.karena lunar masih meyakini kedigdayaan surat bagas yang begitu sempurna untuknya.yah, mungkin bagas,sahabatnya, itu memang untuknya melebihi pamor pertemanan yang agung….meski apakah lunar menasbihkannya sebagai cinta,lunarpun tampak pongah untuk mengiyakan.
titik nadir lunar menggejala.bagas melebarkan jarak langkah kurcaci menjadi ayunan raksasa, betapa jauh tak terjangkau.lunar masih belum mengerti apa yang terbenam diotak bagas hingga melepas lunar yang “katanya” diberi gelar soulmate. sebenarnya lunar tak perlu menggugat. bagas adalah manusia nyata bukan lempengan surat absurd dengan kata2 manis seorang pengangguran. dunianya sudah ditentukan. dan lunar tak perlu dimintai pertimbangan…
airmata lunar dikucurkan lewat jemarinya.seerat lunar mendekap wajah, sekuat itu bayangan bagas bersengketa dengan surat2nya.
air asin dari sudut mata lunar lebih kepada malu.pengorbanan lunar menembus malam yang pekat dingin demi menyenangkan bagas saat berkunjung ke kota lunar ternyata tipuan optik.bagas tak pernah serius hendak benar-benar meraih lunar, dia hanya bermain-main.dan yang diraihnya sekarang adalah orang di luar lunar. yang tak perlu disisipi surat-surat,yang tak perlu mengintimi masa lalu bagas yang pahit dan miris.
lewat damar yang berayun, lunar kembali memegangi wajahnya yang terpantul di air sungai.
kisah ini belum berakhir….
(dah pada nangis belom yaaaa)
mmmh…byk yg telah melenggang meninggalkan dunia blog menuju fesybuknya masing2….segitu bolongnya hatimu ndrew…andai qta dekat scra nyata y……(msh smbil mikir,ko kalian ber-3 pny destiny yg g jauh bda dlm wkt yg hmpir brsamaan y…)
aku sungguh ingin memelukmu bundaaaa.ini sungguh2 (dengan air mata yang mengalir tes…tes…tes)
ooooooooooohhhh.. so suit……..!! jd pengen ikutan haru.. hehe
cerita boong kok pada terharu beneran yah hehehhhe