Dunia hari ini sedang dikepung nama barrack “barry” obama, si anak menteng. bahkan sukacita kemenangannya nyaris sampai di kursi tempat aku duduk, saking dekatnya. bukan cuma saudara tiri atau keluarga jauhnya yang bangga dan menaruh harapan padanya, tapi orang-orang yang mungkin pernah diajaknya main gundu pun bisa ikut menangis hari ini.
aku sedang tidak membicarakan kemenangannya dari Mcain yang sudah sepuh itu. dan tidak mempunyai kepentingan apa-apa pada Obama. tapi melihat obamanomena yang menyusup di hati orang-orang indonesia mau tidak mau aku ingin membicarakan soal ikatan emosional dan kedekatan atau aku sering menyebutnya dengan strong heart contack (SHC). tentu bahasa prokem yang ku karang sendiri. yang mungkin salah secara ejaan maupun makna.
SHC awalnya hanya sebutan untuk telepati jadi-jadian yang kebetulannya sukar dianalisis secara ilmiah karena hanya kebetulan tak sengaja (tanpa dasar). namun akhir-akhir ini SHC berubah menjadi sebuah ikatan emosional karena kita punya kenangan pada sesuatu atau seseorang. sehingga jika sesuatu atau seseorang itu menjadi begitu sangat terkenal atau disebut-sebut, secara alamiah otak kita dipaksa untuk memutar piringan kaset kenangan tentang itu.
yeah, kemarin saat zee bilang akan ke kalimantan. spontan aku akan merasa ada desiran halus merabat dalam aliran darahku. meski itu pasti hanya imajinasiku saja. aku tidak akan melupakan ikatan darah dan tumpah darah. jika ada yang mengingatkanku tentang condet, batu ampar. aku akan terkenang bahwa disanalah aku lahir dan menangis dan ari-ariku juga masih disana, entah sudah ditimbun bangunan macam apa? aku langsung teringat aku sangat lucu dan cantik sedang berdampingan dengan koper berisi baju-baju, migrasi ke kebumen. jadi bila ada banjir meluapi jakarta, meski itu dibagian denah yang lain, aku tetap merasa, ya tuhan, apa mereka yang pernah bersinggungan dengan keluarga kami tidak apa-apa?
kembali soal kalimantan. jika kakekku “abah” Syahrul Anang tidak merantau ke pulau jawa mungkin aku tidak akan merasa punya ikatan dengan saudara-saudara sedarah di martapura. mungkin aneh tapi bagiku tidak murni berdarah jawa sedikit menyenangkan karena aku tidak bisa bermimpi menjadi blasteran blonde (terlalu muluk). tapi aku juga tidak terlalu banyak berharap dianggap bagian dari suku banjar, meski kakekku sungguh-sungguh suku banjar (jika dia tidak berbohong, karena tidak mau di sebut suku dayak). saudara-saudara di kalimantan dengan tangan terbuka menunggu kami. bahkan jika kami ingin warisan (???).
sebelumnya thanks to bunda ayyash yang memotong kisah yang belum selesai ini dengan komen menggelitiknya. you’re rock!
apakah kamu punya harapan pada seseorang yang kau kenal dekat? dan berharap dia mengerti apa maumu? tentu saja. aku berharap jika kelak zee menjadi bos besar di PLN (karena sementara ini dia hanya karyawan baru?), dia kan menemukan solusi bagiamana agar krisis listrik tidak akan terjadi lagi. dan tidak hanya sekedar plesir dari pulau ke pulau untuk studi banding atau tinjuaan atau apalah. meski aku pernah berbagi pahit manis dan mengerti luar dalam itu tidak akan menjamin bahwa jika aku berhadapan dengannya sebagai kuli tinta lalu kami masih bisa disebut “berteman” atau sebaliknya aku mengungkap kebusukannya? (ini umpama, kalau zee membaca, sungguh ini hanya umpama).
Dan temanku, adik kelasku, yang hanya anak seorang tukang kayu, dengan masa kecil sedikit menyedihkan dan miskin sepertinya suatu saat akan bergelut di dunia statistik. aku harap kepandainnya akan digunakan untuk membangun desa kami dan tidak menetap di Jakarta.
semua pasti berharap, anak yang manis akan tumbuh juga menjadi orang dewasa yang manis. aku juga tidak tahu kelak apakah barry tidak akan menginvasi irak lagi atau membuat israel menarik pasukannya dari tanah palestina, atau mempertahankan harga minyak dunia tetap baik-baik saja, dan dolar turun actually. atau dia tetap seperti pendahulu2nya dan tidak mempunyai SHC secuilpun dengan Indonesia. Terlalu dini untuk menilai. meski mesin baru muka lama yang dibentuknya di kabinetnya kini sepertinya terkesan mengkhawatirkan………

Ya…kira’in mo ngmongin mslh pmimpin muda,soal prbdaan kulit n nasionalisme,’bout ind-us…or any other yg da korelasi’y ma mr.obama,o baru,or o lama
Ujung2nya cm ngmong ’bout warisan(???).Ko kyk kiki maria anaknye suzana(tsah!)
Ndri,g usah hunting warisan deh..
Aku ksh saran kmu bwt jd kaya spr instan..jadi istri ke’sekian syeh Puji..ngaku aja kmu br umur 10th.Mg aja si puji yakin+prcya+cinta..hehe
Obama…Oh Obama… I Love You…
Mungkin itu yang sering kita dengar sekarang…
Tapi siapa tau kan 2-3 taun mendatang, kita sibuk berkata..
Obama…Oh Obama… What’s Wrong with U…
Itu lah resiko Jadi Orang besar..
Cacian dan makian kadang berganti dengan cepat atau malah datang bersamaan..
Hiduplah…. Semangatlah…. dan Pantanglah menyerah…
Untuk mereka orang2 yang gigih…
intinya aku membicarakan kedekatan hati. soal warisan itu hnaya kata iseng agar kalian berhenti, menghela napas, lalu berpikir sejenak, “Hei apa yang terjadi pada gadis manis ini?”
))